• Berpikir dan Bertindak Positif

    Berpikir dan Bertindak Positif

    Feeds GKJW - Bacaan: Yohanes 4 : 5 Ae 42Ada 4 (empat) bentuk perasaan Emosi yang biasa disebut basic emotion; 1. Gembira. Pada umumnya, perasaan gembira diekspresikan dengan senyuman atau tertawa. Dengan perasaan gembira seseorang dapat merasakan cinta dan kepercayaan diri.2. Marah. Emosi marah terjadi saat individu merasa dihambat, frustasi karena tidak mencapai yang diinginkan, dicerca orang, diganggu atau dihadapkan dengan sesuatu yang berlawanan dengan keinginannya dll.3. Takut. Perasaan takut merupakan emosi yang menunjukkan adanya bahaya.4. Sedih. Seseorang akan merasa sedih apabila terpisah atau berpisah dengan yang lain, terlebih berpisah dengan orang yang dikasihinya. Peristiwa terasing, ditinggalkan, ditolak atau tidak diperhatikan dapat membuat individu bersedih.Dari empat bentuk perasaan emosi tersebut, bapak ibu dan saudara lebih sering pada perasaan yang manaY. Tentunya kita semua pernah mengalami semuanya.Jemaat yang terkasih, dalam keseharian kita tidak asing dengan istilah kelola emosi, redam emosi, jangan emosi dan banyak hal lainya yang berhubungan dengan kata emosi. Secara jelas penggunaan kata emosi biasanya merujuk ke arah negatif, padahal bentuk perasaan emosi ada 4 (empat) senang, marah, takut, dan sedih. Memang kita harus bisa mengelola setiap perasaan emosi yang ada dalam diri kita, dari keempatnya apabila tidak bisa kita kelola akan berdampak tidak baik bagi diri dan sekitarnya. Dan jelas tidak mungkin kita menghilangkan salah satu saja perasaan emosi tersebut.Seorang Ahli dari Jepang MASARU EMOTO 2003 melakukan penelitian ; 2 botol air, 1 diucapkan dengan kalimat-kalimat cacian, kemarahan, dsb dengan emosi yang negatif. Botol 1 nya diberikan ucapan2 yang baik2 dengan emosi yang positif, . Sama2 disimpan, besoknya diteliti, maka botol yang berisi air yang diucapkan dengan hal2 yang emosi negatif berubah warnanya ; agak keruh, molekulnya : tidak beraturan susunannya dan baunya : agak tidak enak, diminum bisa berpotensi menjadi sumber penyakit. Botol satunya warnanya ; kebiru2an berkilau, molekulnya tertata dan teratur susunannya, baunya ; menyejukan, diminum berpotensi mengobati penyakit. Dia membuat buku MESSAGE FROM WATER (Pesan dari Air).Pentingnya kita mengelola emosi didalam kehidupan ini agar mendatangkan kebaikan dan berkat.Yohanes 4 : 5 Ae 42Bacaan Injil kita saat ini, menunjukkan bagaimana Yesus melampaui kebiasaan-kebiasaan yang sudah ada sejak lama. Jelas sekali bahwa orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, karena mereka menganggap orang Samaria tidak setia kepada Allah Israel, bahkan mereka tidak memakai cangkir dan mangkuk orang Samaria. Keterkejutan perempuan Samaria terhadap permintaan Yesus sangat beralasan karena dia mengetahui bagaimana relasi orang Yahudi dan orang Samaria (ayat 7-9). Kehadiran Yesus bagi perempuan Samaria merupakan keberuntungan yang tidak dapat tergantikan. Perjumpaan tersebut membuat perempuan Samaria mengenal siapa Yesus , melalui percakapan yang dilakukan. Kehadiran Yesus tidak hanya diperuntukkan oleh sekelompok orang saja melainkan kepada seluruh manusia yang berkenan menerima-Nya, seperti perempuan Samaria. Kehadiran-Nya membawa kelegaan bagi setiap orang yang menerima-Nya AuDia akan memberikan air hidupAy (ayat 10-15).Respon yang sebaliknya ada dalam benak para murid, mereka terheran Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria (ayat 27) Ae karena tidak biasa dilakukan oleh orang laki-laki di jamannya Ae dan mereka menguasai dirinya dengan pemahamannya sendiri bukan dari sudut pandang Yesus, meskipun mereka sudah mengikut Yesus. Praduga dari para murid, dijawab oleh pernyataan Yesus bahwa mereka pun masih belum memahami kehadiran Yesus sepenuhnya (ayat 31-34). Respon yang berbeda pula yang dilakukan oleh perempuan Samaria, setelah dia mengenal Yesus, dia mewartakan ke seluruh orang yang ditemuinya perihal siapakah Yesus. Dua respon yang berbeda inilah yang menjadi penekanan si penerima Yesus dengan sungguh dan si penerima Yesus yang sebaliknya. Perlu diketahui bahwa dalam ayat 18, menegaskan bahwa Dia Sang Maha Mengetahui yang tersembunyi sekalipun termasuk hati manusia.Jemaat yang terkasih, kehidupan kita pun sarat akan perasaan emosi. Setiap peristiwa dalam hidup kita menimbulkan reaksi emosi kita dan bertanggungjawab terhadap peristiwa yang akan terjadi dari setiap perasaan emosi yang kita curahkan. Kisah perempuan Samaria beserta para murid, semuanya memainkan peranan emosinya dan tanggungjawab atas respon emosinya. Kitapun demikian, bagaimana kita mengelola emosi atas peristiwa yang kita alami. Apakah kita semakin menjauh dari Tuhan atau menjadikan kita semakin mengenal Tuhan dalam setiap peristiwa ataukah selalu bersungut-sungut seperti bangsa Israel, selalu menduga-duga dengan negatif, atau mewartakan Yesus seperti perempuan Samaria. Yang jelas kita tidak bisa memilih untuk mengingkari kasih Tuhan yang selalu ada bagi kita, tetapi melupakan-Nya itu merupakan pilihan.Jemaat yang terkasih, dalam masa pra paskah III ini, mari bersama kita senantiasa mengenal Tuhan yang menjadi sumber hidup kita, yang mendamaikan kita dan membawa kita dalam pengharapan. Dengan kita menata dan mengelola 4 (empat) perasaan emosi dalam keheningan, agar kita pun semakin sadar bahwa Roh Tuhan ada dalam diri kita membawa kita untuk mewartakan kasih setia-Nya. Mari meluangkan diri sejenak untuk berefleksi dalam keheningan merasakan kasih Tuhan yang tidak pernah tidak menyapa kita. Dan selalu ingat bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang dapat disembunyikan, Dia mengetahui kita.AminPdt. Joko Hadi Ae GKJW Jemaat Pesanggaranhttp://facebook.com/joko.h.w1(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Kadiwasan2 Ae Teka Teki Silang - TTS3 Ae Menjadi Sahabat Allah4 Ae Berani Percaya serta Siap Dipakai Tuhan5 Ae Ajrih

    1. 22 Jun 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Ratu Adil Ae H 15 PSBB Sby Feeds GKJW
    Ratu Adil Ae H 15 PSBB.Sby

    Feeds GKJW - Cuplikan debat, adu elmu Ngabdullah Vs Endang Sampurnawati :Endang : "Ana kemiri tiba saiki, kena dijupuk dhek wingi".Ada buah kemiri jatuh sekarang, tapi buahnya bisa diambil (dinikmati) kemarin.Ngabdullah : "Ratu adil mertamu, tamu mbagekake kang didayohi. Sebiting tanpa sangu"Ratu adil datang sebagai tamu justru ia yang melayani padahal tidak membawa BekalItulah adu elmu para pencari elmu ketika bertemu di Gunung Kelud. Seperti tebak tebakan. Siapa yang kalah harus ikut yang menang. Hasilnya, draw. Karena jawabannya sama : Ratu adil Isa Roh Allah."Aku berkata kepadamu sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.Inilah folklore, tradisi lisan. Seperti Ngabdullah mengganti nama Tunggul Wulung.Konon Tunggul Wulung nama penjaga Gunung Kelud. Titisan Kyai Daka, abdi kepercayaan Raja Jayabaya.Cerita lisanpun mengalir, sebelum muksa Jayabaya menulis serat. Besok di jaman Kaliyugo, jaman sulit akan datang ratu adil bergelar Tanjung Putih atau Herucokro. Pendiri jaman emas membebaskan masyarakat Jawa. Mungkin ini Ngabdullah memilih nama Tunggul Wulung. Apalagi saat itu bersamaan dengan sistem tanam paksa (1833-1867).Sedangkan nama Ibrahim di dapat ketika Ngabdullah turun gunung pergi ke Mojowarno. Dua bulan lebih ia berguru disana. Akhirnya di baptis Pdt Jallesma dengan nama Ibrahim. Jallesma terkesan dengan keteguhan / tunggul Ngabdullah. "Tubuhnya tinggi ramping, hidung mancung, matanya bersorot tajam setajam keteguhan hatinya". Sosok pemimpin model Abraham.Tidak dapat dipungkiri setelah perang Jawa 1830, ratu adil erucakra seperti Diponegoro diharap masyarakat Jawa. Pemberontakan kecil mulai merebak di Jawa.1886 Banyumas, gerakan Imam Sujana. Madiun, peristiwa Pulung. 1888 Blitar, gerakan Jasmani yang mengaku sebagai Sultan Erucakra.Paham ratu adil bagi Ibrahim Tunggul Wulung dilakukan tidak dengan kekerasan. Model Coolen dan elmu dari Mojowarno ia terapkan. Membuka Hutan Bondo dan sekitarnya. Membentuk komunitas mengajarkan ratu adil Sang Mesias.Laporan zending waktu itu menggambarkan Tunggul Wulung sering membicarakan ramalan Joyoboyo. Datangnya Ratu adil yang mengusir orang Prenggi /Perancis /Eropa untuk mendirikan kerajaan Jawa yang merdeka.Suatu kali Tunggul Wulung ditegor Asisten Residen lewat pendeta zending. Tunggul Wulung ketika bertemu dengan pejabat kolonial, tetap bersikap tegap tidak menunduk apalagi jongkok seperti pribumi lainnya. Ia merasa sederajat.Itulah Kyai Ibrahim Tunggul Wulung (1800 Ae 1885).H 15 psbb.sbyHadiyanto, http://bit.ly/hadiyanto(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Pancasila - Trisila - Ekasila : Benarkah Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara Y2 Ae Dokter Merawat Bangsa - H 25 PSBB.Sby3 Ae Gereja Baru4 Ae Sudah Siapkah Gereja dengan The New NormalY5 Ae Nasi Bungkus Covid-19

    1. 22 Jun 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Roh Kudus menjadikan kita Saksi dan Pelayan Kristus Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw GKJW Feeds
    Roh Kudus menjadikan kita Saksi dan Pelayan Kristus, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Tema: Roh Kudus menjadikan kita Saksi dan Pelayan KristusBacaan 1 : Kisah Para Rasul 1:1-11Bacaan 2 : Efesus 1:15-231. Limaratus tahun yang lalu, dimulai dengan kesadaran diri manusia, bahwa ia adalah mahkluk yang cerdas, otonom sebagai subyek berfikir mandiri, tidak lagi dikuasai oleh pikiran dongeng, klenik, mitos (Bhs. Jawa AuGugon-Tuhon), dll. Karena manusia menemukan banyak hal: IPTEK. Otonomi akal. Disatu sisi ada hal yang baik. Sebab memang manusia diciptakan Tuhan itu tidak seperti robot. Berkehendak bebas. Tapi ternyata ada bahayanya saat manusia tidak menyadari bahwa di Alkitab disaksikan, bahwa manusia itu tetap manusia. BUKAN Tuhan!. Manusia berhak bertanya tentang Tuhan, tapi seharusnya juga memahami SIAPA Tuhan., Karena Tuhan juga BUKAN OBYEK pikiran manusia, namun SUBYEK dari segala subyek yang memiliki kedaulatan di bumi. 2. Manusia yang ketika terjatuh pada Aupendewaan dirinya sendiriAy, dalam kelakuannya, tak lagi memelihara lingkungan sebagai bagian tanggung-jawab Iman sebagai MAHKLUK GAMBAR ALLAH. Dia bukan hanya homo sapiens (*pemikir) tapi juga bertubuh dan berjiwa. (Istilah Aristoteles: Tubuh- Jiwa dan Roh). Ini berarti manusia juga punya PERASAAN, Keindahan, mestinya juga punya RASA Perikemanusiaan Yang adil kepada semua ciptaan-Nya. Kini kita sedang hidup ditengah bencana Covid- 19. Bisa jadi juga banyak pertanyaan hal ini. Ada yang mempersoalkan AuVirus ini siapa yang bikin Y. Dari Tuhankah Y. Sama dengan pertanyaan murid Yesus atau audensi yang melihat seorang pengemis buta: Siapa Tuhan yang berslah. Apakah dia yang lahir, atau Orang TuanyaYATernyata jawab Yesus tidak selalu seperti matematika : 1 1= 2. Tapi Jawab Tuhan Yesus secara filosofis- Teologis :AyBukan dia, juga bukan orang tuanya. Tapi supaya Nama Tuhan dimuliakan !. Dari jwaban ini, pastilah bukan Tuhan penyebabnya. Karena saat Tuhan menciptakan awal dunia ini, diberkati (Kej. 1). Pasti YANG DIBERKATI TUHAN itu sempurna, tiada ratap- tangis dan dukacita. Namun ketika ada sakit- penyakit YAtentu akar dari segalanya adalah dosas- dosa kita. Tapi YANG PASTI :Tuhan Yesus datan membawa penyelamatan di bumi. Maka sebagaimana bencana pandemic Covid- 19, bisa saja malah akibat kecerobohan hidup manusia di bumi. Tak perlu mencari- cari alas an untuk Aumenimpakan iniAy kepada Tuhan.3. Dalam peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus di Kitab KisRas 1 : 11, jelas bahwa saat Tuhan Yesus yang bangkit, menang dari alam maut (sakit- penyakit bahkan kematian)Akemudian naik ke sorga. Saat sudah di tutup awan- awan kemuliaan sorgawi, malaikat Tuhan mengingatkan para murid agar tidak AuKamitenggengenAy (Terfokus hanya pada Auyang diatasAy) saja. Tapi mereka harus pergi mengabarkan berita kemenangan atas maut ini (*menjadi saksi) kepada semua orang. Pengharapan atas Tuhanya yang demikian, ternyata sanggup menjadikan para murid terus bersuka-cita dalam Tuhan (Efesus 5: 20). Karena Tuhan Yesus sebelum naik ke Sorga, juga berjanji memberikan KUASA (Bhs. Yunani : IC; dunamis); power atau kekuatan agar kita mampou menjadi saksi. (Kis. 1: 8). Menarik direnungkan bahwa jemaat Efesus era Rasul Paulus juga sedang banyak menghadapi masalah. Karena banyak penyembahan dewa-dewa Yunani yang disembah di daerah Asia kecil ayang bisa menggoda keimanan jemaat. Rasul Paulus menguatkan mereka, dan selalu mendoakan agar jemaat Efesus semakin hari semakin dewasa mengenal Kristus. Karena memang pengenalan akan Tuhanya itu malah menyanggupkan mereka tetap berdiri teguh dalam iman untuk berlaku kristiani, sekalipun banyak menghadapi godaan- godaan untuk menyangkali Kristus.4. Demikianlah kita di hari perayaan hal Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga sekarang ini, sekaligus kita diingatkan tugas dan tanggung- jawab kita sebagai pemilik dan dimiliki Kristus. Ditengah pandsemi corona ini kita tetap dipanggil untuk menjadi saksi dan Pelayan Kristus !. Bagaimana Y. Tentu kita tidak bertindak gegabah hidup di tengah bencana. Tak hanya sibuk cuman berdebat hal asal- usul virus saja. Atau hanya meratapi keadaan. Daripada kita berdebat tanpa arti, lebih tepat bagaimana berfikir hal cara mengatasinya. Demikian juga kita tak hanya focus pada masalah covid- nya saja. Namun, pengharapan pada Tuhan sambal berkarya sesuai kemampuan pemberian Tuhan kepada kita masing- masing. Salah satu yang bisa kita lakukan sambil berharap pertolongan Tuhan sekarang ini ialah: mengumpulkan persembahan untuk dirupakan SEMBAKO bagi warga yang amat membutuhkan. Kita menjadi saksi dan pelayan Kristus yang setia dengan cara berbagi dan saling menolong !. Sebagaimana nasihat Paulus di surat Efesus, hanya karena pengharapan kita lebih jauh melebihi awan- awan di langit. Maka hal ini yang menjadikan kita tetap setia dan bersukacita melayani Tuhan !.AuVeni- veni Sanctus Spiritus CreatorAyA Datang, datanglah Roh Kudus pencipta!AAAA..BULAN KESPEL, medio Mei 2020; KPTJ GKJW LAWANG; Pdt. Sistrianto(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Berani Percaya serta Siap Dipakai Tuhan2 Ae Gesang Migunani Tumrap Sesami3 Ae Menjadi Saksi Kristus dengan Nilai Diri yang Baik4 Ae Refleksi Rumahan: Kenaikan Kucing ke Surga5 Ae Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat

    1. 30 Jun 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita 3 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw GKJW Feeds
    Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (3), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    GKJW Feeds - (Bagian Ketiga)Teologi Queer, sebuah pandangan orang-orang yang concern terhadap keberadaan orang-orang yang diwakili dengan emoji pelangi dalam gawai kita muncul setelah beberapa fokus teologi lain Aomerauo kesuksesanAo, seperti Teologi Pembebasan (memberontak terhadap penindasan orang miskin) dan Teologi Hitam (melawan rasisme)[2]. Queer (kata sifat), secara harfiah berarti ganjil, aneh, asing, tidak biasa[3]. Namun, seiring berkembangnya waktu dan munculnya LGBT, queer juga merujuk pada sebuah cara untuk mendeskripsikan namun lebih merujuk pada penyebutan untuk menghina seseorang, khususnya laki-laki yang gay[4]. Yesus, dalam hal pandangan teologi Queer, adalah sosok yang juga masuk kategori orang yang queer, bukan berarti Yesus adalah gay atau lesbi, namun lebih merujuk pada tindak-tanduk Yesus yang tidak sama dengan kebanyakan orang pada zaman itu, Ia berani menjadi berbeda dengan pandangan mayoritas dan budaya yang mendominasi di lingkungan hidupNya saat itu, kelahiranNya, peristiwa-peristiwa dalam hidupNya, rangkaian peristiwa ajaib pasca kematian-Nya apa yang Ia lakukan untuk menunjukkan kasihNya pada manusia jelas berbeda dengan konsep-konsep pemikiran saat itu[5] sehingga dipandang AoanehAo oleh manusia di sekitarNya kala itu.Dengan beberapa hal diatas, lantas bisakah dengan cepat kita bisa menyimpulkan bahwa kita harus seperti GKAY Seperti UnileverY Entahlah, yang pasti tidak semudah itu, karena memutuskan hal ini bukan sekedar hitam diatas putih, PGI sendiri menyatakan bahwa mereka memerlukan waktu yang tidak sedikit, harus banyak pertimbangan sebelum memutuskan ya atau tidak. Sampai di titik ini, mengacu pada temuan-temuan yang menyatakan bahwa LGBT bukan penyakit mental (mental disorder) namun juga beberapa karena pengaruh sosial, pun bukan penyakit spiritual, namun juga termasuk bukan sebuah dosa, maka gereja disarankan untuk belajar menerima keberadaan kaum LGBT sebagai anggota persekutuan kita, kita sebagai AuTubuh KristusAy. Kita harus memberikan kesempatan pada mereka untuk bertumbuh sebagai manusia yang utuh secara fisik, mental, sosial, dan secara spiritual[6] bahkan kita direkomendasikan untuk turut serta memperjuangkan hak-hak mereka sebagai manusia dan warga negara apabila mereka mendapatkan tindakan yang tidak adil dari masyarakat sekitar, pun dari negara. Melalui putusan PGI ini maka patutlah kemudian kita pikirkan dan rekonstruksikan ulang apa-apa yang bisa kita kerjakan untuk menjadikan Injil benar-benar menjadi kabar sukacita untuk semua yang ada di dunia, tanpa harus mencederai pihak manapun, memang sulit untuk dikerjakan namun itulah tugas dan panggilan kita.Ketiga, tentang apa yang disinggung di atas tentang tagar #Boikot Unilever, mari kita tarik benang merah yang mungkin akan menggelikan bagi mereka yang sudah angkat suara. Sebagaimana kita ketahui, platform Instagram baru-baru memperbarui identitasnya dengan menambahkan Aufrom FacebookAy pada Aopintu masuknyaAo, ini pula yang terjadi dalam Whatsapp. Mark Zuckerberg, pemilik Facebook adalah salah satu tokoh yang sejak lama telah terang-terangan menyatakan bahwa ia mendukung LGBT. Melalui emoji atau stiker pelangi dalam tiga aplikasi besar itu, itu adalah salah satu bentuk dukungan para raksasa dunia Internet ini terhadap LGBT. Seruan Auboikot UnileverAy ini kemudian menjadi hal yang Aolucu dan tidak relevan, membuat saya pribadi tersenyum kecut dan hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihatnya, terasa AolucuAo sekaligus menggelikan dan nir-faedah bagi banyak orang ketika itu dilontarkan di Instagram, Facebook, ataupun Whatsapp, yang jelas-jelas mereka adalah pihak yang mendukung LGBT. Dari hal ini, kemajuan IPTEK sebaik apapun, Revolusi Industri yang dinaikkan pada level setinggi apapun, akan semakin menambah panjang list fenomena Aoorang yang tahu dalam ketidaktahuannyaAo, serta budaya (merujuk pada makna budaya pada bagian awal) baik kita jelas akan punah, jika tidak dibarengi dengan pemberadaban diri serta peningkatan kecerdasan kita sebagai manusia untuk tidak terburu-buru membuka mulut dan memainkan jari, sebelum mendapatkan data yang sahih.Pronojiwo, 29 Juni 2020Oktavia Yermiasih2) Ebenhaizer I. Nuban Timo, Buku Ajar: Polifonik Bukan Monofonik: Sebuah Pengantar Berteologi dari Perspektif Sosiologi Agama (Salatiga: Fakultas Teologi UKSW, 2019), 75.3) Oxford Dictionary, diakses dalam www.oxfordlearnersdictionaries.com pada 29 Juni 2020, 15:00 WIB4) ibid5) Ebenhaizer I. Nuban Timo, Buku Ajar: Polifonik Bukan Monofonik: Sebuah Pengantar Berteologi dari Perspektif Sosiologi Agama, 83-84.6) Pernyataan Sikap dan Pastoral PGI tentang LGBT, 17 Juni 2016, diakses dalam pgi.or.id pada 27 Juni 2020 pukul 10:49 WIBBagian Pertama : gkjw.orgBagian Kedua : gkjw.org(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Negeri Oklokrasi - H 26 PSBB.Sby2 Ae ALLAH (kok) Punya Anak - H 17 PSBB.Sby3 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (2)4 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (1)5 Ae Taubat dan Muallaf dalam Timbangan Kenusantaraan Kita : In Memoriam Mas Didi "Dionisius" Kempot

    1. 29 Jun 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita 1 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (1), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    (Bagian Pertama)AuKemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah anugerahAy, pepatah Cina ini rasa-rasanya menjadi relate, terutama di situasi kita yang sekarang ini. Tahun 2020 telah sampai di setengah perjalanannya, dan begitu banyak peristiwa di tahun ini yang mencengangkan dan tidak pernah dipikirkan oleh kita semua yang cukup memukul eksistensi kita sebagai umat manusia. Pada bulan ini saja, Juni, belum reda huru-hara pandemi COVID-19, jagat dunia dunia maya gempar dengan aksi brutal yang berujung pada kematian, yang dilakukan seorang aparat penegak hukum Amerika Serikat terhadap salah seorang warganya yang berkulit hitam bernama George Floyd yang tak lama dituding sebagai tindak rasisme, dan memunculkan tagar #BlackLivesMatter di Twitter dan kemudian merambah ke Instagram, lalu juga AomenyulutAo gugatan rasisme yang juga berada di Bumi Pertiwi ini, ya, Papua. Belum selesai dengan itu, 18 Juni 2020, jagat dunia maya kembali riuh dengan dipostingnya sebuah AodeklarasiAo dari akun resmi Instagram milik Unilever yang menyatakan bahwa mereka membuka kerjasama inklusif dengan orang-orang yang oleh dunia dimasukkan dalam kategori AuLGBTQIAy.Deklarasi yang dilakukan Unilever ini didukung dengan wajah baru logo huruf U yang awalnya berwarna biru gelap hampir hitam berubah menjadi warna pelangi, yang mana warna pelangi adalah simbol mewakili keberadaan teman-teman yang biasa kita panggil dengan kaum LGBT. Feed dari akun Unilever ini kemudian disambar oleh orang-orang di berbagai belahan dunia, tak terkecuali dari Indonesia. Komentar mereka beraneka ragam nadanya, ada yang setuju, namun tentu juga ada yang kontra. Membaca kolom komentar, saya terfokus pada mereka yang kontra, banyak sekali akun yang berkomentar dengan bahasa Indonesia dengan menyerukan AuBoikot UnileverAy baik melalui tagar maupun tanpa tagar. Ironi, mereka yang bersuara AuboikotAy lewat media sosial Instagram maupun Facebook rupanya belum tercerahkan dengan apa yang sebenarnya mereka lontarkan. Dari fenomena ini kemudian ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian kita bersama.Pertama, LGBTQI dan keberadaannya di negeri Pancasila, sebenarnya pembahasan tentang LGBT ini bukan pembahasan yang benar-benar baru di ranah akademik, sosial, agama, maupun politik, terkhusus di Indonesia, namun LGBTQI belum mencapai titik yang benar-benar final. Melalui komentar-komentar di atas jelas bahwa negara kita adalah negara yang belum AoramahAo terhadap keberadaan kaum LGBT dan belum bisa menerima keberadaan mereka (meskipun sudah banyak pihak baik individu maupun komunal yang terang-terangan mengatakan Auapa yang salah dengan LGBTYAy, saya atau kami fine-fine saja. Hukum kita jelas masih belum setuju dengan itu), ini nyata melalui disahkannya pada putusan-putusan yang sudah dibuat oleh para wakil rakyat yang salah satunya tertuang dalam UU Pasal 284, 285, dan 292 KUHP yang AomengutukAo segala hal yang berbau LGBT, karena itu dianggap mengancam AokestabilanAo tatanan sosial-budaya bangsa Indonesia. Terlepas dari peraturan tertulis, tanpa ditulis pun, budaya kita (budaya bukan melulu tentang adat istiadat, blangkon dan kebaya, dialek Suroboyoan atau Blitaran, makan roti atau nasi jagung, bukan juga tentang lagu-lagu daerah, namun lebih dari itu, yaitu mindset atau pola pikir juga nilai-nilai yang menjadi dasar bagaimana kita menjalani kehidupan kita sehari-hari, yang mana itu sudah mendarah daging dan mengakar kuat dalam diri setiap kita) jelas-jelas menolak LGBTQI.(Bersambung ke Bagian Kedua)Pronojiwo, 29 Juni 2020Oktavia YermiasihBagian Kedua : gkjw.orgBagian Ketiga : gkjw.org(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Negeri Oklokrasi - H 26 PSBB.Sby2 Ae ALLAH (kok) Punya Anak - H 17 PSBB.Sby3 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (3)4 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (2)5 Ae Taubat dan Muallaf dalam Timbangan Kenusantaraan Kita : In Memoriam Mas Didi "Dionisius" Kempot

    1. 29 Jun 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Tidak Memberikan Mutiara pada Anjing atau Babi Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Tidak Memberikan Mutiara pada Anjing atau Babi, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Tidak Memberikan Mutiara pada Anjing atau Babia. KEJADIAN 24: 34-38b. MATIUS 11 : 16-19, 25-30.1. Mengikut Kristus menjadikan seseorang mesti bertindak cerdik dan bijaksana. Karena setelah milik-Nya dimerdekakan dari kuasa dosa, orang tersebut ternyata diutus Yesus ke dunia membawa kabar keselamatan bagi seluruh alam semesta itu, justru dilukiskan dengan Sabda : Ay..kamu Ku-utus ke dunia seperti domba di tengah-tengah serigala!Ay.. (Mat. 10: 16; Lukas : 10: 3). Serigala adalah kategori anjing liar yang hidup di hutan, dan dia sangat jahat, pemangsa domba. Karena gambaran dunia yang kejam itu, maka Tuhan Yesus juga bersabda : AyHendaklah kamu cerdik seperti ular, tapi tulus seperti merpati.Ay. (Matius 10: 16)2. Di Bulan Keluarga ini salah satu hal penting diingatkan bagi kita semua adalah, bagaimana Keluarga Kristiani juga mempersiapkan putra-putrinya memasuki arena juang dunia yang sedemikian tadi dilukiskan oleh Tuhan Yesus. Betapa kita diingatkan pentingnya Pendidikan Karakter atau holistic bagi kehidupan lestari keluarga kita. Pendidikan yang bukan hanya menyangkut urusan AujasmaniahAy semata, namun juga keseimbangan AurohaniahAy (spiritual) juga. Menarik dicermati pada nasehat Rasul Paulus kepada warga jemaat di Kolose saat itu. Salah satunya menyinggung, bahwa hal menjadi orang-tua bagi anak. Dalam hal pendidikan anak-anak, kita dinasehati agar para orang-orang tua, Autidak menyakiti hati anak-anaknyaAy. (Menyakiti dlm bhs. Yunani ERETHISETE ; AAAAEA; menjadikan hati yang terluka; Kolose 3: 21). Hal itu dikatakan Rasul Paulus dalam konteks mendidik kerohanian dan sikon para anak-anak mereka itu sudah dan sedang taat (Kolose 3: 20 Taat=Hupakouete). Artinya mereka betul-betul bersedia mentaati orang-tuanya oleh karena para orang-tua ini dalam mendidik, tidak hanya AupandaiAy berkata-kata saja, namun mereka memang konsisten melakukan juga. Para orang tua dalam bertindak, mereka sendiri juga AuHUPAKOUETEAy; IAIAEA alias taat kepada Sabda Tuhan.Nah, jikalau anak-anak mereka sudah taat mana-mungkin ada orang tua yang mau AumengecewakanAu mereka (anak-anaknya) dengan mencederainyaY. Kata AumelukaiAy disini agaknya dalam pengertian yang demikian. Barangkali dalam mendidik anak juga dalam hal menjadikannya AudisiplinAy; TIDAK HARUS memakai cara KEKERASAN. Namun adalah teladan nyata dalam kehidupan, itu lebih mengena, daripada nasehat dengan memakai banyak kata, tapi tanpa teladan nyata. Suatu hal yang akan menjadikannya sia-sia.3. Di masa kita sekarang; dimana manusia cenderung memuja AukebendaanAy (materi); seringkali penekanan pendidikan ukurannya hanya pada aspek KEBERHASILAN artifisial saja. Sukses yang demikian itu hanya nampak pada tanda-tanda kulit luarnya saja. Sesuatu yang terkesan AuwahAy! Sehingga nilai (biji) angka-angka sering menjadi kebanggaan para orang tua jaman now, jika tidak mau dikatakan sebagai suatu AukesombonganAy. Sementara sikap rendah-hati (budi-pekerti) pada anak mereka; bisa menghargai pendapat orang-lain, justru sering dilupakan. Alhasil, banyak sikap anak-anak yang tidak mengerti Autahu berterima-kasihAy, pada saat ia gagal dan ditolong orang lain (sesamanya). Ukuran pendidikan yang demikian dalam bahasa keren-nya hanya diukur AuBrilliant IQAy (Intellectual Quotient) saja. Padahal banyak kisah usahawan; wiraswastawan berhasil, justru saat ia berhasil AumensinergikanAy (seimbang) antara kepandaian (Intelek; IQ) dengan Emosional (EQ). Tentunya bagi keluarga Kristen masih perlu ditambah lagi. Bukan hanya Emotional Quotient (EQ) dan Intellectual Quotient (IQ), satu lagi yakni harusnya dilengkapi SQ (Spiritual Quotient). Pendidikan yang demikian; sudah seharusnya dilakukan sejak AudiniAy alias masa anak-anak.4. Teladan nyata dalam kehidupan di era Perjanjian Lama dinampakkan teladan keluarga Abraham, saat Ishak menginjak dewasa, saatnya menikah. Tradisi kuno, para orang-tualah yang mencarikan pasangan hidup bagi anak-anak mereka. Bahwa Abraham menunjuk hambanya yang sangat setia dan dapat dipercaya tuannya yakni yang bernama Elieser. Dia diutus Abraham ke daerah asal Abraham (babilonia kuno; daerah Irak; sekarang ini) ini sebagai suatu bentuk tanggung-jawab yang tak mudah. Suatu hal yang menarik, bahwa jikalau Elieser telah dipesan Abraham. Jikalau ia nanti telah menemukan gadis sebagaimana dikehendaki Abraham. Dia (perempuan calon jodoh Ishak), mesti secara demokratis, ditawari lebih dahulu, untuk mau meninggalkan daerah asal, menikah dengan Iskak dan tinggal di Kanaan (tanah terjanji dari Allah buat rencana-Nya) atau tidak. Andaikan dia menolak, maka Elieser telah BEBAS TUGAS. Dalam hal ini, Abraham juga tidak AusembaranganAy mencarikan jodoh bagi anak-nya; semisal mengapa tidak mau mengambil menantu dari antara dinasti asli, penduduk tanah KanaanY Sebab kita kemudian tahu bahwa orang asli Kanaan sebetulnya TIDAK MENYEMBAH YAHWE, tapi menyembah berhala-berhala. Penyembahan ini yang ternyata dalam ritus pemujaannya memerlukan korban BAYI MANUSIA juga. Suatu hal yang TIDAK MUNGKIN dilakukan oleh Umat Tuhan Yahwe yang adalah Mahakasih. Tindakan dan idealisme Abraham terhadap keluarganya jelas sekali, menampakkan ketaatan mutlak Abraham HANYA dan HANYA kepada Allah saja. Orientasi/tujuan hidup Abraham tidak kepada yang lain-lain. (Ulangan 6: 4-5) 5. Dalam bacaan kedua di Kitab Perjanjian Baru; Matius 11 teladan kita kini, kita dapatkan pada figur Yohanes Pembaptis dan pada Tuhan Yesus sendiri. Sementara REAKSI negatip terhadap teladan Iman kita-lah yang ditekankan dalam Injil Matius 11 ini. Betapa tidak, Yohanes yang saleh. Kemudian Tuhan Yesus yang adalah presentasi (kehadiran Allah di bumi; IMANUEL) dengan tanda-tanda mujizat sekalipun, ternyata ditolak juga oleh dunia ini (Yohanes 14: 17). Nah, apakah ini bukan merupakan isyarat buat kita, bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa sebaik dan sebenar apapun perilaku hidup kristiani kita, bisa saja kita tetap dicuekin, alias tidak direspon apa-apa. Bahkan juga mungkin malah kita AodijahatiAo oleh serigala yang buas! Karena itu Tuhan Yesus juga mengatakan: AyJangan memberikan Mutiara itu kepada Anjing dan BabiAyA Dalam hal ini konteks percakapan tentang Anjing dan Babi bukan Tuhan Yesus hendak membicarakan bahwa Anjing dan Babi itu jenis binatang (ciptaan) yang hina sehingga layak diharamkan, bukan. Dalam hal (konteks) ini Tuhan Yesus mengajar hal AuKEPANTASANAo (KELAYAKAN). Bagaimana mungkin Mutiara; perhiasan indah itu diberikan buat Babi atau AnjingYA Mereka binatang, bukan manusia yang memang mengerti keindahan dan mengenakan mutiara sebagai perhiasan kemuliaan bagi diri manusia. Demikian juga hal PENDIDIKAN dan PENGAJARAN KEBENARAN yang terpancar dari Injil Yesus Kristus, tak pantas jikalau diberikan kepada orang yang justru menolaknya (tidak mengimaninya). Orang yang menolak, menghina dan meremehkan kebenaran Injil, bahkan menyangkalnya itu dilukiskan Anjing (serigala buas) dan Babi.6. Pendidikan kebenaran (Spiritual) akan AumenancapAy menjadikannya sebagai AuhabitAy (kebiasaan) yang baik jikalau diberikan sejak kecil. Sesuatu yang kita ajarkan kepada anak-anak kita sejak dini melalui teladan nyata laku hidup kita. Bukan berhenti pada percakapan doang. Karena di era pandemik Covid-19 sekarang ini, terjadi juga REVOLUSI KEHIDUPAN di pelbagai bidang kehidupan manusia di muka bumi ini. Perubahan besar yang serba cepat dan digerakkan oleh Revolusi Industri jilid 04; yang salah satunya dipengaruhi perkembangan teknologi IT (Teknologi Informasi). Internet kini menjadi Aumakanan kitaAy keseharian yang nampak pada penggunaan WA, HP, komputer, dll.. Bahkan kecerdasan-kecerdasan tiruan (virtual) yang lebih canggih ikut membentuk AuwajahAy keseharian kita. Kita hanya bisa mempersiapkan generasi; anak-anak kita juga melek teknologi, tanpa kehilangan jati-dirinya sebagai manusia yakni sebagai Gambar Illahi! Demi keberhasilan pendidikan anak dalam keluarga, marilah kita semakin bertekun dalam Tuhan. Dalam hal pewarisan nilai kehidupan iman, JANGAN MEMBERIKAN MUTIARA KEBENARAN itu kepada AuAnjingAy ataupun AuBabiAy. Marilah kita sampaikan kepada para manusia; mahkluk gambar Illahi itu dengan penuh tanggung-jawab, sebagaimana teladan Iman Abraham, Yohanes Pembaptis bahkan Tuhan Yesus sendiri !. selamat mendidik.Lawang, 3 Juli 2020.Disarikan dan dijabarkan dari RK. MA GKJW, Tgl. 05 Juli 2020.An. KPTJ Lawang; Pdt. Sistrianto(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Stefanus2 Ae Allah tidak pernah ingkar janji3 Ae Sang Maha4 Ae Teka Teki Silang - TTS5 Ae Swanten kang Leres

    1. 4 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Sabda Pangon Guci Berkualitas Seri 17 Pdt Joko Hadi Wibowo GKJW Pesanggaran
  • Sabda Pangon Beda Tapi Bermanfaat Seri 16 Pdt Trisulo Agus Widodo GKJW Purwosari
  • Sabda Pangon Dhuwit Palsu Seri 14 Pdt Yulius Setyo Nugroho GKJW Genteng MD Bestim
  • Sabda Pangon Pahlawan Seri 13 Pdt Sucipto Adi GKJW Jajag MD Bestim
  • Sabda Pangon Lara Iku Berkah Seri 12 Pdt Dikky Agung Triatmojo GKJW Ranurejo MD Bestim
  • Sabda Pangon Gitar Seri 11 Pdt Ubin Maulana GKJW Wonorejo MD Bestim
  • Sabda Pangon Kalamangsa Seri 9 Pdt Yosep Endro Prasetyo MD Bestim
  • Sabda Pangon Memilih Yg Baik Seri 8 Pdt Joko Hadi W MD Bestim
  • Sabda Pangon Sapu Kerik Seri 5 Pdt Yulius Setyo Nugroho MD Bestim
  • Sabda Pangon Berbuah Seri 4 Pdt Sucipto Adi MD Bestim