• MerdekaY Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw

    MerdekaY, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Berbicara tentang agama dan kehidupan beragama di Indonesia memang tak akanA pernah ada habisnya.A Sudah saatnyaA ketika berbicara tentang agama, kita memakai kacamata yang berbeda dari yang selama ini kita pakai, dengan kata lain, melihatnya haruslah dari berbagai sudut pandang. AuThe Meaning and The End of ReligionAy karya Wilfred Smith mungkin bisa membantu bagaimana kita memahami makna agama secara holistik. Peradaban Timur ( Cina dan India terutama) dan Barat dengan berbagai budayanya, yang didalamnya juga termasuk agama, seiring berjalannya waktu akhirnya sampai juga di Indonesia, dan tidak bisa dipungkiri bahwa itu juga turut ikut andil dalam membentuk pola pemikiran sebagian besar rakyat Indonesia. Di tahun 2010, data yang di peroleh oleh BPS melalui sensus penduduk mengatakan 87% masyarakat Indonesia adalah pemeluk agama Islam, kemudian 6, 9% Kristen Protestan, lalu 2, 9% Kristen Katolik, dilanjutkanA 1, 7% Hindu, disusul Buddha dengan 0, 7%, ada Konghucu 0, 05%, dan sisanya adalah mereka yang tidak mengasosiasikan diri dengan ke-6 agama tersebut, dan sudah dipastikan bahwa beberapa dari mereka adalah para pemeluk agama suku.A Disadari atau tidak, kehadiran agama-agama besar dunia ke Indonesia, seperti Kekristenan yang datang bersamaan dengan kolonialisme, membawa pemikiran-pemikiran yang sarat dengan paradigma dunia Barat, salah satunya adalah pola pikir dualistik. Dualisme, yang oleh Cambridge Dictionary diartikan sebagai sebuah keyakinan dimana segala sesuatu dibagi menjadi dua yang seringkali sangat berbeda dan bertentangan, A adalah corak pemikiran yang mau tidak mau harus kita akui sudah mengakar rumput pada rakyat Indonesia. AuAku benar, selain aku salahAy, AuYang kusembah hanya satu Tuhan, mereka menyembah lebih dari satu berarti dosaAy, AuYang aku imani adalah yang tidak kelihatan dan tidak berbentuk, mereka yang menyembah yang nampak berarti mereka menyembah berhalaAy, simplifikasi seperti ini akhirnya secara tidak langsung menimbulkan perasaan superior dalam diri kita, para pemeluk agama Abrahamik, sehingga dengan gampangnya melabeli siapa-siapa yang tidak AoseimanAo dengan kita adalah yang sesat.A ABersumber dari pola pikir dualistik yang rasional inilah agama atau religi juga dimaknai secara berbeda. Agama, yang dalam bahasa Inggris disebut religion, bersumber dari bahasa Yunani , AureligioAy, A mengalami pergeseran makna dari waktuA ke waktu.A Kitab suci, ritual, punya tokoh utama, dan selalu mengandung konsep teologis adalahA makna agama yang dipahami sebagian orang pada masa pencerahan di Eropa. Religio pada mula-mula tahun masehi dipahamiA menjadi dua hal, yaitu pertama, religiosae locate ( lokasi religius) yang dimaknai sebagai kekuatan yang suci, atau juga sebuah tempat suci yang diyakini sebagai sesuatu yang memiliki daya atau kemampuan untuk membuat individu melakukan sikap-sikap tertentu, dan kedua, viri religiosi yang merujuk pada sikap individu terhadap kekuatan yang suci itu. Dari dua hal inilah, masa awal Kekristenan muncul, makna religio mengalami pergeseran menjadi religio dei, atau cara penyembahan terhadap satu Tuhan, dan pemahaman semacam ini akhirnya membuat KekristenanA menjadi paling unggul dan merasa sebagai yang paling benar pada masa itu. Pada abad ke-5, St. Agustinus, seorang AopemukaAo dari Kekristenan, A berpendapat bahwa religio adalahA ikatan manusia secara personalA dengan Yang Ilahi atau yang disebut Tuhan itu. Selanjutnya, di abad 11 dan berakhir pada abad 14, religio dipahami sebagai ikatan manusia dengan Tuhan, namun secara spesifik dalam lingkup kehidupan monastik. Abad 15, adalah masa dimana Eropa menghidupi budaya Helenis, religio dimaknai sebagai AoinstingAo manusia untuk mencari kekuatan yang suci dan juga sebagai sikap untuk menyembah Tuhan. Selanjutnya pada masa Reformasi Kekristenan yang dilakukan oleh John Calvin, religio atau disebut juga religio ney adalah ajaran-ajaran yang mengajarkan kesalehan berdasarkan tradisi-tradisi iman Kristen. Masuk pada masa pencerahan ( abad 17) , dimana rasionalisme menguasai Eropa, religio atau religio ney dipahami sebagai sebuah sistem kepercayaan yang benar, dimana Kekristenan masih merasa bahwa ia adalah realitas yang paling benar, serta realitas lain adalah rivalnya, dan rupanya pemaknaan terakhir inilah yang dipakai hingga detik ini.A Kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Barat kepada bangsa-bangsa di Timur ternyata menggiring idealisme Barat seperti diatas bertemu dengan realitas Timur yang begitu plural, pertemuan inilah yang kemudian menjadikan religio berubah makna, dari religion menjadi religions. Pertemuan Kekristenan dengan Hindu dan Buddha dengan dharma-nya, dengan Shinto, atau prinsip Yang-Yin khas Konghucu dan Tao. Secara khusus di Indonesia bersentuhan dengan jutaan agama suku di Indonesia dengan nilai-nilai luhur yang ada pada mereka, seperti Kaharingan di Kalimantan dengan konsep Petak Tapajakan yang mengajarkan bahwa bumi ini adalah tempat dimana kita memuliakan Yang Ilahi dengan perbuatan baik kita, juga kepercayaan Uis Neno dari Suku Boti di NTT dengan salah satu ajarannya yang mewajibkan individu menjaga hutan, karena hutan adalah rumah, dimana menyakiti hutan sama artinya dengan menyakiti diri sendiri, atau berbagai aliran Kebatinan yang masih banyak dihidupi oleh masyarakat Jawa. Mengutip pernyataan Wilfred Smith, makna religio ataupun religion sebagaimana yang dipegang teguh oleh bangsa Barat tidak memiliki padanan kata yang sesuai dengan realitas di Timur, dimana agama bukan lagi sebuah sistem yang berada diluar diri manusia. Di China, dari buku AuThe Meaning and The End of ReligionAy, dikatakan bahwa orang yang bukan berasal dari Cina akan sangat heran ketika melihat orang Cina bisa AomemelukAo Buddha, sekaligus mengamalkan nilai-nilai luhur dari Konfusius atau KongHucu, namun juga menghidupi ajaran Taoisme, dan itu adalah hal yang biasa. Praksis hidup semacam itu bukankah juga ada di bumi Pancasila ini? Lalu apa yang salah? Agama di Timur bukanlah sesuatu yang final, bukan AutitikAy melainkan AukomaAy, agama adalah proses, bukan sebagai yang mengikat namun sebagai yang menuntun manusia pada kebajikan, dan maka dari itu agama nampak begitu fleksibel, cair, dan inklusif sehingga meminimalisir terjadinya konflik. Nahasnya, durasi kolonialisme bangsa Barat di Timur, terkhusus di Indonesia, memakan waktu yang begitu lama, hingga meski secara fisik mereka tak lagi menjajah Ibu Pertiwi, namun jejak-jejak hegemoni itu masih terasa meski 75 tahun kita sudah merdeka, dan keadaan ini akan semakin langgeng apabila pemeluk agama-agama AobesarAo yangA tak kunjung menyadari identitas mereka dan masih memaksakan kacamata khas Barat untuk melihat realitas plural bangsa ini dan membuat saudara seIbu Pertiwinya terjajah. Kemerdekaan kita, kebebasan kita, keleluasaan kita, benarkah itu juga memerdekakan sesama kita? Sudahkah membawa damai sejahtera bagi sesama? AtauA malah membuat sesama terluka dan terpenjara dalamA rasa bersalah dan berdosa karena tidak sama dengan kita? A Merdeka, mari juga dilihat secara holistik.A Menutup risalah ini, saya pribadi teringat akan khotbah malam kemerdekaan pada Minggu, 16 Agustus 2020 yang lalu dari salah satu pendeta GKJW, yaitu Pdt. Yuli Erna Wati , Audi tahun ke-75A negara ini merdeka, mari juga kita merdeka ( merdeka = merengkuh dengan kasih) Ay. Merdeka! Oleh : Oktavia Yermiasih Gambar Ilustrasi : www https ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Negeri Oklokrasi - H 26 PSBB.Sby 2 Ae Pancasila: Dari Puncak Kejayaan Majapahit Hingga Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 3 Ae Umbelen - H 4 PSBB.sby 4 Ae Media Online Digital GKJW ? 5 Ae ( Bale) Wiyata - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 3

    1. 21 Oct 2020
  • Becik Ketitik Gendheng Ketara Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Becik Ketitik "Gendheng" Ketara, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Kalau anda itu menghayati budaya Jawa pastilah pernah mendengar pepatah bijak warisan leluhur orang Jawa yang berbunyi AuBecik Ketitik Ala KetaraAy. Pepatah ini terjemahan letterlijk-nya adalah AuYang Baik ( akan) terbuktikan, Yang Busuk ( akan) tersingkapkanAy. Di baliknya terkandung bertumpuk makna agung mulia yang tak akan pernah cukup untuk dituliskan. Kalaupun sekarang saya mengutipnya itu bukan berarti saya hendak menjabarkan maknanya. Saya sadar belum cukup bijaksana untuk mengurainya melalui pikiran terbatas saya. Oleh karena itu saya bisanya ya cuma memelesetkannya menjadi AuBecik Ketitik Gendheng KetaraAy. Bagi saya, kata AugendhengAy lebih netral daripada AualaAy. Saya memang belum punya keberanian menghakimi dengan mengatakan AualaAy terhadap pihak lain. Kata AugendhengAy lebih mewakili apa yang saya maksudkan. Kata ini tidak serta merta NEGATIF, karena kata AugendhengAy memang bisa dimaknai Aujauh lebih negatif daripada sekedar negatifAy, tetapi sebaliknya juga bisa berarti Aumelebihi takaran pada umumnyaAy atau Auout of the boxAy. AuKamu itu memang gendheng, sudah tahu begitu ditabrak juga, sekarang rasakanlahAAy atau AuGendheng! Pintar sekali kamu ternyataAAy Jadi kata ini bisa untuk merendahkan sehina-hinanya, atau memuji setinggi-tingginya. Ringkas kata, penilaiannya melebihi batasan umum. Bahwa Auout of the boxAy dalam tulisan ini mau anda maknai dari perspektif positif atau perspektif negatif, itu sepenuhnya terserah anda. Anda bebas menginterpretasinya dari posisi manapun anda berdiri sekarang ini. Entah anda merasa punya agenda tersembunyi atasnya atau tidak, itu bukan urusan saya. Itu bukan domain saya. Saya di sini cuma sekedar mau menyandingkan kata AugendhengAy tersebut dengan kata AukeadilanAy. Terutama keadilan Tuhan yang tersembunyi di balik pepatah pelesetan AuBecik Ketitik Gendheng KetaraAy itu. Artinya Tuhan selalu akan menyingkapkan sesuatu itu sebagai AubecikAy atau AugendhengAy pada waktu yang sangat tepat. Leluhur kita menyebutkannya dengan istilah Auana titi wancineAy. Entah itu dalam hitungan sedetik atau selusin tahun. AuTiti WanciAy itu tidak bisa kita atur. Itu hak Tuhan. nDilalah Autiti wanciAy Tuhan itu ya rentang waktu sekarang ini. Jadi sungguh betul yang disebutkan Rasul Paulus dalam Roma 12:19 yang merujuk pada Ulangan 32:35 di mana Tuhan sendiri bersabda : AuPembalasan itu adalah hak-Ku.Ay Dalam kerangka pikir sekuler apalagi profan bisa saja hal ini dipersepsi sebagai Ausuatu kebetulanAy, tetapi dalam persepsi Jawa ini adalah pola dari Sang Hyang Widhi. Tuhan memang Maha Pengampun, cinta-Nya memang lebih luas dari segala ciptaan-Nya, tetapi bukan berarti lantas dia sekedar menjadi bapak tua yang baik hati tapi pikun dan terlalu mudah melupakan kejadian di masa lalu. Dia adalah adil baik dulu, sekarang maupun yang akan datang. Dan tidak satu makhluk pun yang bakal luput dari keadilan-Nya yang abadi itu, karena kerangka waktu memang tak pernah cukup untuk mengurung-Nya. Dia itu omni-present. Bahwa keadilan-Nya beda dengan yang mampu kita persepsi, itu pasti. Bahwa penyingkapan-Nya bisa terjadi kapan saja, itu niscaya. Bisa sebelum peristiwanya terjadi ( pra-eksistensi) . Bisa persis pada saat peristiwanya terjadi. Juga bisa saja selusin tahun setelah peristiwanya terjadi. Oleh karena itu, bukan lagi Aukapan-nyaAy yang penting di sini, melainkan AuresponAy kita terhadap kuasa-Nya yang seperti itu. Respon kita terhadap keadilan-Nya di balik AuBecik Ketitik Gendheng KetaraAy itu menjadi penting, karena Dia tidak pernah pandang bulu. Entah Sampeyan itu warga awam yang sangat biasa, maupun oknum istimewa yang sedang duduk di singgasana setinggi langit dengan seabrek jabatan khusus. Entah Sampeyan itu pria mapan berwibawa, ataupun wanita karier setengah tuwa. Itu tidak akan pernah bisa meluputkan kita dari penyingkapan-Nya yang luar biasa.. Berbahagialah yang walaupun AugendhengAy tetapi penuh dengan cinta dan siap menerima segala penyingkapan yang Tuhan nyatakan dengan rendah hati. Mari kita ikuti irama tarian keadilan Tuhan ini dengan penuh suka-cita, jangan dengan wajah mrengut. Gak usah dipikir nemen-nemen, langsung eksekusi mau duduk bersila di bawah pohon klengkeng, maupun penekAoan di atasnya, di hadapan-Nya sama rendahnya koq. Persepsi kita saja yang mempermainkan kita seolah bisa membedakan kalau penekAoan itu lebih tinggi daripada yang duduk bersila. ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Bawang Putih Lokal, yang terabaikan. 2 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 1) 3 Ae Yang Sama, Yang Berubah 4 Ae Memaknai Liturgi di Tengah Pandemi Sebagai Upaya Memperdalam Mistisisme 5 Ae Taubat dan Muallaf dalam Timbangan Kenusantaraan Kita : In Memoriam Mas Didi " Dionisius" Kempot

    1. 10 Sep 2020
  • C L Coolen nan Unik Bagian 1 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw GKJW Feeds
    C.L. Coolen nan Unik, Bagian 1, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    C.L. Coolen nan Unik Ae Bagian 1 Dalam buku Sejarah GKJW: MAGNALIA DEI ( Karya Allah yang Agung) , penulis Pdt. Em. Ismanoe Mestaka, PT Kanisius, Yogya, 2019, disebutkan di Jawa ada larangan mengabarkan Injil di antara penduduk Jawa dari Pemerintah Hindia Belanda. Meski demikian iman Kristen masuk juga dengan cara yang aneh dan tak terduga sehingga merupakan suatu mukjizat. Iny jika dibandingkan sukses penginjilan dalam program zending ( pengutusan) yg dilakukan oleh Nomensen di Tanah Batak, serta Kruyt dan Adriani di Tanah Toraja. ( Hlm. 18) Awal sejarah GKJW tahun 1830-an, berkisar di sekitar 3 nama: C.L. Coolen, pemegang izin buka hutan 1.430 ha di Ngoro, Emde tukang arloji di Surabaya dan Pak Dasimah orang biasa yang jadi modin di Wiyung. Mereka tidak saling mengenal. Coolen lahir di Ungaran, Semarang. Ayahnya bangsa Rusia yg jadi warga negara Belanda. Ibunya, dari kalangan bangsawan Mataram. Coolen memperoleh ajaran kekristenan dari ayahnya dan ilmu kebatinan dari ibunya. Coolen pernah jadi pns sebagai juru gambar candi2, tentara kavaleri, kemudian sinder blandong di Wirosobo, Mojoagung. Rapal Pemegang izin buka hutan ini kemudian menjadi tuan tanah pertanian kaya raya di Ngoro, Jombang. Dia selalu mengajak para penggarap lahan mulai menggarap tanah pertanian baru dengan mengidungkan rapal karangan Coolen. Ditutup kalimat dengan nama Yesus yg tidak bisa ditinggalkan mengingat ia sebagai murid-Nya yang menjadi warga Gereja Protestan Surabaya: Kaidynan Gusti Yesus kang luwih kwasa. Dalam perjalanan hidupnya di Ngoro kemudian, Coolen juga mengajarkan Rapal Pengandelan ( Iman Rasuli) yang pertama dalam bahasa Jawa dan Rapal Pujian ( doa Bapa Kami) dalam bahasa Jawa. " Karena itu, kalau yang dinamakan theologia GKJW itu harus bertitik tolak dari Rapal Pengandelan terjemahan Coolen, " tulis ayah kandung Pdt. Didik Ptrasetyoadi Mestoko, Mojokerto, ini di hlm. 29. Ingin tahu lebih banyak tentang sejarah GKJW yang pada 2 Agustus memperingati hari pembangunannya, kita baca buku yg tipisnya hanya 472 halaman ini. Telah terbit buku berjudul AuMagnalia Dei, Sejarah Greja Kristen Jawi WetanAy. Ditulis oleh Pdt. Ismanoe Mestoko, setebal 470 halaman. Diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Bagi yang berminat, harap hubungi Pdt. Didik Prasetyoadi, Nomer WA Pdt. Didik Prasetyoadi. Oleh: Eyang Dhani Duta ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Racikan Sedasa Prakawis - C.L. Coolen nan Unik - Bagian 3 2 Ae Rapal Pengandelan - C.L. Coolen nan Unik - Bagian 2 3 Ae Lukisan Tangan Berdoa 4 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 2) 5 Ae Quariu di Semarung - H 37 PSBB.sby

    1. 7 Aug 2020
  • Racikan Sedasa Prakawis C L Coolen nan Unik Bagian 3 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Racikan Sedasa Prakawis, C.L. Coolen nan Unik, Bagian 3, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    GKJW Feeds - Racikan Sedasa Prakawis Ae C.L. Coolen nan Unik Ae Bagian 3 Satu lagi ajaran yg harus dihafalkan para murid ilmu Toya Wening ( kekristenan Jawa versi Coolen) di Ngoro sekitar 1835 menurut Magnalia Dei ( karya Allah yang agung) , yaitu Racikan Sedasa Prakawis, terjemahan basa Jawa oleh Coolen dari Sepuluh Hukum Tuhan. Sayang penulis buku ini tidak bisa menemukan naskahnya yang tentunya juga menarik. Satu lagi keunikan ajaran dan sembahyangan di " kampus" Toya Wening yaitu dhikiran seperti yang dilakukan umat Islam. Juga ada goyangan kepala dalam acara dhikiran versi Coolen. Begini kata2nya: Imam : Sun angandel Allah sawiji. Umat : Lha illa lha illa lah. Yesus Putrane Allah. Imam : Kang anglangkungi kwasanipun. Umat : Lha illa lha illa lahAA dst. ( Halaman 37) . Para peserta sudah diakui oleh Coolen sebagai pengikut ajaran Toya Wening atau jadi orang Kristen meskipun tidak dibaptis. Coolen memang tidak berhak membaptis. Di Ngoro dia dalam penggembalaan khusus Gereja Protestan Surabaya, tempat Coolen menjadi warganya. " Di-perdi" karena menikahi secara tidak sah pembantu rumah tangganya, sedang istri sahnya ditinggal di Surabaya. " Gereja" Coolen di Ngoro tanpa sakramen baptis dan perjamuan kudus. Keunikan yang lain Coolen terjadi dalam kehidupannya sampai makamnya di Ngoro yang disadrani dsb., dapat kita baca dalam buku karya Pdt. Ismanoe Mestoko. Telah terbit buku berjudul AuMagnalia Dei, Sejarah Greja Kristen Jawi WetanAy. Ditulis oleh Pdt. Ismanoe Mestoko, setebal 470 halaman. Diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Bagi yang berminat, harap hubungi Pdt. Didik Prasetyoadi, Nomer WA Pdt. Didik Prasetyoadi. Oleh: Eyang Dhani Duta ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Rapal Pengandelan - C.L. Coolen nan Unik - Bagian 2 2 Ae C.L. Coolen nan Unik - Bagian 1 3 Ae Lukisan Tangan Berdoa 4 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 2) 5 Ae Quariu di Semarung - H 37 PSBB.sby

    1. 7 Aug 2020
  • Rapal Pengandelan C L Coolen nan Unik Bagian 2 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw Feeds GKJW
    Rapal Pengandelan, C.L. Coolen nan Unik, Bagian 2, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Rapal Pengandelan Ae C.L. Coolen nan Unik Ae Bagian 2 Rapal Pengandelan ( Penerjemah C. L. Coolen) 1. Sun angandel marang Allah sawiji, anglangkungi kwasanipun, kang waged nyipta langit lan bumi. 2. Sawijining Yesus Kristus, Putra kekasih, Gusti kawula. 3. Kang nampyni Roh Suci, lahir saka prawan Mariyam. 4. Pasrah bawah Pontius Pilatus, sarta dyn prapat, pinatynan, sarta dyn pendem, amblas dateng neraka. 5. Telung dinany purna gesang. 6. Muluk menyang swarga laya kusuma, lungguh asta tengeny Allah. 7. Inggih ngriku pinangkany ngadili pati lan urip. 8. Sun angandel sajroning Maha Suci, lan sajrony masjidy Kristus. 9. Rukuny tiyang alim. 10. Kaapuran saking durakany. 11. Sarta urip dagingy. 12. Urip sadaya, salaminipun. Amin.. Selain sahadat atau Pengakuan Iman Rasuli yang diterjemahkan menjadi Rapal Pengandel, C.L. Coolen juga menerjemahkan doa Bapa Kami menjadi RAPAL PUJIAN untuk para muridnya yang menimba ilmu Toya Wening ( kekristenan) di Ngoro, 1835-an. Begini: O, Allah, Rama kawula ingkang wonten swarga. Nami Sampyyan kasucykaken. Krajan Sampyyan badhy tedhak. Sakkajeng Sampyyan dados ing salebeting swarga dalah ngalam donya. Sampyyan mugi paring tedhan kawula sadinten-dintenipun. Lan mugi Sampyyan sapuran kalepatan saha dosa kawula, kadi ugi kawula sapuran kalepatanipun tiyang ingkang lepat dhateng kawula. Lan kawula sampun sinylyh ing panyoba, kaluwarna saking pangruwat. Kang mawi Sampyyan krajanipun, santosanipun, kamulyanipun ingkang langgeng. Amin. Dalam buku sejarah GKJW, Magnalia Dei ( Karya yang Agung) karya Pdt Em. Ismanoe Mestoko, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 2019, hlm. 29-30) . Telah terbit buku berjudul AuMagnalia Dei, Sejarah Greja Kristen Jawi WetanAy. Ditulis oleh Pdt. Ismanoe Mestoko, setebal 470 halaman. Diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Bagi yang berminat, harap hubungi Pdt. Didik Prasetyoadi, Nomer WA Pdt. Didik Prasetyoadi. Oleh: Eyang Dhani Duta ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Racikan Sedasa Prakawis - C.L. Coolen nan Unik - Bagian 3 2 Ae C.L. Coolen nan Unik - Bagian 1 3 Ae Lukisan Tangan Berdoa 4 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 2) 5 Ae Quariu di Semarung - H 37 PSBB.sby

    1. 7 Aug 2020
  • Lukisan Tangan Berdoa Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Lukisan Tangan Berdoa, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Lukisan Tangan Berdoa Lukisan tangan berdoa sering kita lihat di sticker postingan grup WA atau yang lainnya, ternyata itu adalah lukisan Albrecht Durer yang luar biasa. Telah membuat orang terkesan dengan gambar tangan itu, bahkan sebelum mendengar kisahnya pun. Tak heran jika Michael Angelo pernah berkata: " Saya rela mati demi meninggalkan karya yang besar" dan William James berkata: " Kalau anda mau mati meninggalkan karya yang besar tinggalkan lah karya yang abadi." Tetapi apa itu karya yang abadi ? Nah, saat ini kita akan tahu kisah di balik lukisan tangan berdoa. Inilah kisahnya: Di sebuah desa kecil dekat Nurnberg, Jerman, di abad 15, hiduplah sebuah keluarga dengan anak-anaknya yang berjumlah 18. Ya, delapan belas! Sang ayah adalah seorang Pedagang emas, bekerja hampir 18 ( delapan belas) jam sehari di tokonya untuk menghidupi keluarganya. Apa saja yang berguna dan menghasilkan uang ia kerjakan. Walaupun kondisi keluarga itu pas-pasan bahkan nyaris tanpa harapan, 2 ( dua) anak sulungnya mempunyai cita-cita tinggi. Albrecht Durer dan adiknya Albert Durer bercita-cita suatu saat kelak mereka akan menjadi Seniman terkenal, kuliah di Akademi tinggi di Nurnberg, walaupun mereka tahu ayah mereka secara finansial tidak akan mampu membiayai kuliah disana. Setelah diskusi yang panjang di suatu malam di tempat tidur mereka yang penuh sesak, kedua anak laki-laki tertua ini akhirnya membuat kesepakatan. Mereka akan melemparkan sebuah koin. Yang menang, dialah yang melanjutkan studi ke Akademi untuk mengejar impian menjadi Seniman terkenal. Yang kalah akan tetap tinggal di Kampung halaman, bekerja di Pertambangan di dekat rumah mereka, dan dengan penghasilannya dari bekerja itu, membiayai kuliah saudaranya yang akan menjadi Seniman hebat. Diharapkan setelah kuliah 4 ( empat) tahun, sang Seniman besar itu sudah bisa kembali dan membiayai adik-adiknya yang lain. Mereka melemparkan koin. Hasilnya ? Albrecht Durer memenangkan undian dan kuliah ke Akademi di Nurnberg. Albert Durer tinggal di Kampung dan bekerja sebagai Buruh tambang, pekerjaan yang cukup berbahaya kala itu. Selama 4 ( empat) tahun ke depan, ia membiayai saudaranya yang menempuh pendidikan di Akademi itu. Di Akademi, Albrecht ternyata menjadi bintang. Lukisan-lukisannya, ukiran kayunya dan lukisan minyaknya jauh lebih baik dibanding karya para Profesornya. Dan pada saat ia lulus, ia mendapat cukup banyak uang atas karya-karyanya itu. Ketika Seniman muda itu kemudian kembali ke desanya, keluarga Durer mengadakan pesta makan malam di halaman rumah mereka untuk merayakan kepulangan Albrecht. Setelah makan malam yang panjang dan berkesan, diselingi dengan musik dan tawa, Albrecht bangkit dari posisi terhormat di ujung meja untuk minum bersulang bagi adik tercintanya, atas tahun-tahun pengorbanan yang memungkinkan Albrecht memenuhi ambisinya. Di akhir pidatonya, Albrecht berkata: " Sekarang, Albert, saudaraku yang sangat disayangi Tuhan, giliranmu lah. Sekarang kau sudah punya kesempatan berangkat ke Akademi di Nurnberg untuk mengejar impianmu, dan aku akan mengurus semua yang kau perlukan." Semua kepala berpaling ke ujung meja tempat Albert duduk. Air mata mengalir di wajahnya yang pucat, menggelengkan kepalanya sementara ia menangis dan berkata berulang-ulang: " Tidak, tidak, tidak." Albert bangkit dan menyeka air mata dari pipinya. Dia melirik ke meja panjang di wajah-wajah yang dicintainya dan kemudian, memegang tangannya dekat dengan pipi kanan, ia berkata pelan: " Tidak, saudaraku, aku tidak bisa pergi ke Nurnberg. Sudah terlambat untuk aku. Lihatlah, lihat apa yang aku dapatkan selama 4 ( empat) tahun bekerja di Tambang. Tulang di setiap jariku telah hancur. Dan akhir-akhir ini aku telah menderita Rheumatoid begitu parah di tangan kananku, sehingga untuk memegang gelas dan bersulang kembali untuk mu pun aku tak bisa. Apalagi untuk memegang kuas dan melukis garis-garis halus di Kanvas. Bagiku itu sudah terlambat." Kini, waktu sudah berlalu. Ribuan lukisan potret dan karya lainnya dari Albrecht Durer telah beredar dan menghiasi banyak dinding dan ruang di seluruh dunia. Dan hampir dapat dipastikan, sebagian besar orang pernah melihat, bahkan barangkali memiliki reproduksi dari salah satu lukisannya yang sangat terkenal itu, yakni gambar yang diberi judul: The Praying Hands ( Tangan berdoa) . Lukisan itu untuk memberi penghormatan kepada Albert atas semua yang telah dikorbankannya, Albrecht Durer dengan susah payah menghela tangan adiknya itu, meluruskan jari-jarinya dan kemudian melukisnya. Ia memberi judul lukisan itu " Hands, " tetapi seluruh dunia melihat lukisan itu jauh dari sekadar AoHandsAo melainkan suatu persembahan cinta yang tulus, tangan yang berkorban dan memohon. Itu lah sebabnya ia lebih terkenal dengan judul: " The Praying Hands" . Tangan yang bekerja, tangan yang berkorban demi mewujudkan sebuah cita-cita dan doa, itu lah Tangan berdoa Oleh: Edi Hartanto ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 2) 2 Ae Quariu di Semarung - H 37 PSBB.sby 3 Ae Sugeng Bujono - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 7 - Akhir 4 Ae Pohon Ketangi - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 6 5 Ae MA dan RPK - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 5

    1. 7 Aug 2020
  • Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 2 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 2, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Feeds GKJW - Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 2 Salinan surat Driyo Mestoko yang saat itu ketua MA. Sebelum ditawan Kempetai Jepang. AiAiAiAiAiAiAiAiAiAiAiAiAiAe Malang, 12 Desember 1941 Serat moegi katoer para saderek PANDITA, RAAD PASAMOEWAN, saha penglados sanesipoen ing Gredja Kristen Djawi Wetan. Pamoedji rahardja ! Sampoen tetela sapoenika kita para patoenggilanipoen Goesti ing tanah Djawi sami katoet katempoeh ing karibedan ageng ingkang djalaran Parentah ngriki kapeksa ngoendangaken perang kalijan bangsa Djepang. Wadjib kita ing mangsa karibedan poenika: soemangga sangsaja melek lan roemantos, toemenga dateng Goesti ingkang angasta samoebarang ing alam donja. Ingkang perloe sampoen ngantos goegoep, samoekawis kedah katindahaken kados waoe-waoenipun kanti lerem. Wontenipoen karibedan poenika tamtoe adamel langkoeng tanginipoen para saderek toemrap anggen kita pitados dateng Goesti kita. Ing mangsa mekaten soemangga sangsaja angraketi dateng ingkang koewasa paring pitoeloengan badan dalah njawa pisan, inggih poenika Goesti Jesoes. Bokmenawi lelampahan poenika inggih bade moeroegaken pasamoewan ing ngriki boten angsal pitoeloengan malih woedjoed arta saking Zending, oetawi kirang tinimbang ingkang katemtokaken. Ingkang poenika moegi sampoen koewatos, malah sarana poenika sami poeroena ngetog kekijatan kita pijambak ing bab ngengeti dateng patoenggilan, sarana misoengsoengaken barang darbek saha tenaganipoen pisan ! Kalijan malih perloe anggemeni ing sakijat-kijatipoen. Kita sami mrajogakaken : moegi para saderek pasamoewan ing mangsa mekaten tansah mantep ing pandongo, langkoeng prajogi dipoen wontenaken pandonga sesarengan, anjenjoewoen dateng Goesti, moegi kita sami dipoen kijataken ngambah djaman karibedan poenika, saha menawi kepareng moegi karsaa anjedakaken karibedan makaten poenika ! Pangandikanipoen Goesti ing Jesaja bab 33:1-2. " Bilai kowe djoeroe panggempoer kang ora awit saka digempoer, kowe djoeroe panjidro kang ora awit saka panjidro, samasa wis rampoeng panggempoermoe kowe bakal digempoer, samasa wis rampoeng pandjidramoe noeli kowe bakal ditjidra. DOEH JEHOEWAH KAWOELA MOEGI TOEWAN PARINGI SIH RAHMAT. TOEWAN INGKANG KAWOELA ANTOS Ae ANTOS. TOEWAN MOEGI DADOSA KAROSANIPOEN OEMAT SABEN Ae SABEN ENDJING, SAHA DADOSA PANGENTASANIPOEN PARA KAWOELA ING DINTEN KARIBEDAN " . Woesana salaming katresnan saking pengladosing patoenggilan G, K, Dj. W. Pangarsa M. A. : D. Mestaka. Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Oleh: Hadiyanto embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Sugeng Bujono - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 7 - Akhir 2 Ae Pohon Ketangi - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 6 3 Ae MA dan RPK - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 5 4 Ae Siwering Kawilujengan - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 4 5 Ae ( Bale) Wiyata - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 3

    1. 6 Aug 2020
  • Bale Wiyata Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 3 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw Feeds GKJW
    (Bale) Wiyata, Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 3, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Feeds GKJW - ( Bale) Wiyata Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 3 Hari itu 8 Maret 1942, tentara Jepang masuk Malang. Kota yang dirancang Belanda sebagai benteng kuat seperti Cimahi itu, akhirnya bobol juga. Tentara Belanda mundur ke Dampit. Sore harinya tentara Jepang parade di Ijen Boulevard melewati Kayutangan. Kedatangan Jepang ini disambut beragam rakyat Malang. Ada yang menganggap " saudara tua" , yang membebaskan dari kolonial ( Belanda) . Ada merujuk ramalan Joyoboyo. Bahwa akan ada manusia " kate" atau kerdil yang memberi kebebasan. Dan ada pula yang curiga ketakutan. Seperti gadis gadis Tionghoa. Mereka berdandan berpakaian " pating srewidil" compang camping untuk kamuflase. 9 Maret 1942 jam 03.00 dini hari. Residen Malang G. SCHWENKCKE menyebarkan selebaran. " Pendudukan pasukan Dai Nippon akan datang dalam beberapa jam untuk menenangkan kota supaya tidak ada pertempuran. Maka saya akan meminta komandan Dai Nippon untuk melakukan tugas tugas politik " . Memang untuk sementara waktu pelayanan pemerintahan seperti sedia kala. Baru 22 April 1942 Jepang mengumpulkan pegawai pegawai Belanda dan Indo. Mereka dibawa ke kamp interniran. Entah dimana. Konon banyak tempat di Malang. Yang jelas Penjara Lowokwaru. Karena mendadak penuh. Sampai kawasan Jalan Ijen ditengarai, karena saat itu ditutup tentara Jepang. Semua yang berbau Belanda di tutup. Paling tidak tempat untuk kepentingan tentara Jepang. Seperti Gereja GPIB Immanuel dijadikan gudang beras. Orang yang dicurigai antek Belanda langsung di internir. Pun demikian dengan Bale Wiyata terpaksa tutup. Arti kata BALE : " papan, omah" , bangunan untukA Sangat mengenaskan. Tidak berbentuk Bale. Semua barang diambil orang. Meja, kursi, buku perpustakaan dan gamelan. Bahkan daun pintu dan jendela pun di jebol dicuri. Yang tersisa hanya dua buah lemari dan satu meja besar. Atas inisiatif warga jemaat, ada yang tinggal di rumah komplek Bale Wiyata untuk keamanan. Para pengajar terlebih berkebangsaan Belanda ditawan tentara Jepang. Termasuk B. M SCHUURMAN sang pendiri. Bale yang ia dirikan telah dihancurkan. Demikian juga tubuhnya. Dalam kesaksian DRIYO MESTOKO ketika bertemu satu tahanan, Schuurman merasakan sakit badaniah yang sungguh luar biasa. Tetapi ia tetap setia dalam penderitaan. Seperti sudah menemukan jalannya. Dan Schuurman sudah pambiyake kekeraning ngaurip. Merasakan " dalan tratasan" Dan kamp tawanan Malang tempat akhirnya menuju Allah nya. Dalam damai di pelukan Bapanya Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Oleh: Hadiyanto embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Sugeng Bujono - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 7 - Akhir 2 Ae Pohon Ketangi - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 6 3 Ae MA dan RPK - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 5 4 Ae Siwering Kawilujengan - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 4 5 Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 2

    1. 6 Aug 2020
  • Siwering Kawilujengan Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 4
    Siwering Kawilujengan, Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 4

    Siwering Kawilujengan Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 4 Dengan tuduhan pro kolonial, antek Belanda. Siapapun yang menangkap JEROBEAM MATTHEUS MATDAKIM adalah kesalahan besar. Bahkan sampai meninggal pula. Jika KEMPETAI Jepang mendapatkan dari KIPAS HITAM ( mata-mata pribumi) , informasi salah. Informan antiKris mendompleng Nippon. Mereka tidak melihat rekam jejak J. Mattheus. Lebih nasionalis. Lebih Indonesia dari orang yang menangkapnya. Jerobeam Mattheus lahir di Surabaya tahun 1885. Anak kedua dari MATIUS MATDAKIM dan YUSTINAH, pendiri dan pemimpin Jemaat Surabaya pertama. Setelah lulus dari sekolah calon guru di Mojowarno, tahun 1904 mengganti bapaknya sebagai pemimpin Jemaat Surabaya. Pemimpin Jemaat yang berbeda. Gemar menulis. Suka berorganisasi dan berorasi. Pas sesuai jamannya. Jaman pergerakan untuk kemerdekaan. Banyak berdiri kelompok kelompok studi sampai organisasi. Di Surabaya lagi. Ini catatannya : 1901. Masih 16 tahun, masih sekolah di Mojowarno. Membuat majalah AMONG SISWO bersama DRIYO MESTOKO dan ARBAN. 1909. Mendirikan RENCONO BUDIJO. 1912. Berubah menjadi MARDI PRACOYO. 1913 Ae 1921. Pemimpin surat kabar BINTANG SOERABAJA. Anggota JONG JAVA Surabaya. 1913. Membentuk RETNO MAROJO. 1914. Mendirikan kelompok orkes, gesek, tiup paduan suara POEDIJO SWORO. 1918. PERSERIKATAN KAUM CHRISTEN ( PKC) . 1929. Ketua pembangunan GKJW Malang. 1932. Pengurus TIONG HWA KIE TOK KAUW HWEE ( THKTKW) cikal bakal GKI ( Jatim) Dan masih banyak lagi. Seperti " siwering kawilujengan" . Jerobeam Mattheus ada dimana Ae mana. Menembus batas kotak sekat sekat. HOS Tjokroaminoto pendiri SAREKAT ISLAM pun, ia berteman akrab. Ia sering datang dan diundang berorasi di Peneleh. Teologinya adalah : Rancangan Keselamatan Allah milik semua orang. Baik yang percaya maupun tidak. Dalam kesempatan ia berorasi otokritik : Mengeluarkan konsep SIWERING KAWILUJENGAN. Bagaimana Seharusnya orang Kristen ( Jawa) untuk menjadi siwering kawilujengan di tengah bangsanya. Sphere of Salvation, cahaya keselamatan. Yang bisa di lihat bangsanya. Dilihat semua orang. Dan saya ingin berkunjung ke " rumahnya" . Sekedar berucap, terimakasih. Saya terlahir di Jemaat Surabaya. Bukan saja merasakan peninggalan gedung nya, tapi peninggalan nilai yang luar biasa. Adakah yang bisa menunjukkan alamat kediamannya sekarang ? Matur Nuwun Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Oleh: Hadiyanto embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Sugeng Bujono - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 7 - Akhir 2 Ae Pohon Ketangi - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 6 3 Ae MA dan RPK - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 5 4 Ae ( Bale) Wiyata - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 3 5 Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 2

    1. 6 Aug 2020
  • MA dan RPK Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 5 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    MA dan RPK, Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 5, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    MA dan RPK Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 5 11 Desember 1931 terbentuk, " Pasamuwan Pasamuwan Kristen ing Tanah Djawi Wetan" . Besluit pemerintah tertera, " Oost-Javaansche Kerk" . Jemaat jemaat itu mulai menata diri. Berjalan belajar menuju kedewasaan dan kemandirian. Ketika Jepang datang semuanya menjadi terhenti. Kalau tidak mau dikatakan hancur totalA Memulai lagi dari awal. Jaman Jepang malapetaka total bagi Jemaat Kristen. HANDOYO MARNO SIR menulis, Selama penjajahan Jepang PI mendapat banyak rintangan oleh karena penganiayaan dan pembunuhan. Saudara saudara Kristen banyak yang mengungsi dan tersebar kemana-mana meninggalkan rumah dan Jemaatnya. Banyak juga yang ketinggalan dirumah, tetapi tidak berani mengadakan kebaktian kebaktian pada Hari Minggu. Karena susah berkumpul. Sebab ada larangan keras. Beberapa saudara Kristen ditangkap dan dipenjara. Banyak Pendeta disakiti, dibelenggu dan dibunuh. Antara lain : DJASIMAN, J MATTHEUS Jr, OERIP SIHARDJO, SOEDIHARDJO, B. M SCHUURMAN, H. W. V d BERG. Begitu berat penderitaan ini. Terlebih setelah peristiwa di wilayah Karesidenan Besuki. Banyak Jemaat Kristen dan Tionghoa menjadi korban. Mulailah timbul ketakutan luar biasa. Kooperatif atau kerjasama dengan Dai Nippon terpikirkan. Bisa jadi politik di semua kolonial, devide et impera. Memecah belah. Puncaknya, 1943 di dalam Persekutuan Pasamuwan ini muncul lembaga baru. RAAD PASAMOEWAN KRISTEN ( RPK) . Dualisme muncul. Dua pimpinan dengan anggota jemaatnya sendiri sendiri. Pdt. R. WIRJODARMO sampai menggambarkan saat itu, jaman antikris. Pada jaman itu kalau dipandang secara lahir adalah jaman kemenangan anti Kristus. Sebab orang Kristen seakan akan sudah rusak. Tetapi sesungguhnya dalam ujian itu banyak orang Kristen yang lebih memperdalam kepercayaannya. Malahan tidak padam pengharapannya terhadap pertolongan Tuhannya dan kembalinya kebaktian bersama. Jaman kegelapan. Tetapi seperti lorong gelap yang berujung terang. Seperti kesaksian iman MARDJO SIR, " Selama di penjara, selama sudah tidak dapat berbuat apa-apa terhadap Gerejanya. Mungkin di waktu banyak tempat kamar gelap menjadi PNIEL, di dalam gelap menjadi terang. Di dalam suasana mati melihat bayangan hidup. Merasai kenyataan Elia hidup di Sungai Kerit. Mungkin di waktu itu di dalam hatinya penuh pertanyaan : Apakah Gereja masih hidup? Betapa takjub, setelah keluar dari penjara melihat dan menyaksikan bahwa Gereja Kristen masih berdiriA " Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Oleh: Hadiyanto embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Sugeng Bujono - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 7 - Akhir 2 Ae Pohon Ketangi - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 6 3 Ae Siwering Kawilujengan - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 4 4 Ae ( Bale) Wiyata - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 3 5 Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 2

    1. 6 Aug 2020
  • Pohon Ketangi Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 6 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Pohon Ketangi, Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 6, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Pohon Ketangi Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 6 Kempetai Jepang semakin menggila. Bersama antek anteknya, bak antikris. Tlatah Kristen Jawi Wetan, rata disambangi. Penjara, kamp kamp interniran semua penuh sesak. Penjara di daerah sekelas Kediri saja penuh. Sebagian besar JEMAAT TUMPUK dan seputaran Tulungagung, tawanannya. Tertulis 22 jemaat gugur di dalamnya. Mr. LUKE, NATHAN, MARSABAT, salah satunya. Yang parah di Karesidenan BESUKI. Jemaat Pasamuwan dan Tionghoa korbannya. REJOAGUNG, desa babat alas model Coolen contoh nyatanya. Desa yang bertumbuh pesat. Baik secara fisik maupun Pasumuwannya. 1934 pemuda disana sudah mendirikan Persatuan Muda Kristen Djawi ( MKD) . 1943 masa penderitaan itu dimulai. Banyak warga jemaat termasuk Pdt. RENGGO di tawan Kempetai. Gedung gereja ditutup. Buku buku arsip disita. Penganiayaan penyiksaan sampai meninggal terjadi. WINCONO, SOEWITOADJI, TIK PURWO, RESTOPO, MALIK, JIDIN, salah satunya korbannya. Antara 1943 Ae 1944 Desa Rejoagung, tidak rejo dan agung lagi. Sepi seperti desa mati. Sekolah ditutup. Di sebelah kanan gereja di bangun mushola. Entah maksudnya apa. Mungkin mengajak warga sholat. Banyak warga mengungsi keluar desa. Bagi warga yang menikah, baptis maupun sidhi, di-" titip" -kan jemaat sekitar. Seperti SIDOREJO, SIDORENO dan TUNJUNGREJO. Setelah Jepang kalah perang. Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia. Wargo marenco Rejoagung, berangsur angsur kembali. Seraya meratap keadaan desa, mereka tetap mulai membangunnya kembali. Hari itu, Minggu pagi Oktober 1945. Langit di atas Rejoagung cerah, tetapi di dalam gedung gereja tidak. Kebaktian perdana setelah masa kelam di mulai. Dipimpin Ds. MARDJO SIR. Didampingi 9 majelis yang tersisa. Karena 3 majelis telah gugur dalam iman. Ibadah yang menyesakkan jiwa dan raga. Secara manusia, mereka menumpahkan seluruh tangisannya. Terbayang sahabat, anak, bapaknya dan semua kenangannya yang telah hilangA Setelah kebaktian, pamulang RIBOWO menanam pohon KETANGI di sebelah kanan gedung gereja. Dengan harapan generasi penerus mengingat tragedi ini. Bukan meratapi tetapi harus tetap bangun. Ketangi, dalam bahasa Jawa TANGI = BANGUN. Buahnya bernama JENGGELEK = BANGKIT BERDIRI. Bunganya berwarna ungu, WUNGGU = BANGUN. Makna semuanya yang diharapkan : Agar semua warga jemaat mau bangun kembali menjadi saksi Kristus. Karena Dialah yang telah menyelamatkan kita. Salam Ketangi A Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Oleh: Hadiyanto embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Sugeng Bujono - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 7 - Akhir 2 Ae MA dan RPK - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 5 3 Ae Siwering Kawilujengan - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 4 4 Ae ( Bale) Wiyata - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 3 5 Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 2

    1. 6 Aug 2020
  • Sugeng Bujono Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 7 Akhir
    Sugeng Bujono, Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 7, Akhir

    Sugeng Bujono Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 7 Ae Akhir 6 Agustus 1945 bom atom uranium jenis bedil ( little boy) menghancurkan Hiroshima. 9 Agustus 1945 bom plutonium jenis implosi ( fat man) di Nagasaki Jepang. Amerika Serikat lah yang menjatuhkan bom itu. Dengan persetujuan Britania Raya sebagaimana tertuang dalam perjanjian Quebec. Sejarah penggunaan senjata Nuklir untuk pertama dan terakhir. Mengakhiri Perang Dunia ke II. Keadaan di Indonesia pun berubah. Masa kekuasaan Jepang berakhir. Semua tawanan dibebaskan dari kamp kamp interniran. Dengan keadaan yang mengenaskan. Catatan dari seorang Romo Katholik: yang keluar ( selamat) mengalami stres. Kalau tidak mau dikatakan gila. Mei 1946 di KERTOREJO para pendeta GKJW, baik yang tergabung dalam MA dan RPK duduk bersama. Berbicara bersama. Sampai satu titik. Satu pilihan bulat. Melanjutkan " pekerjaanNya" bersama. Mengikhlaskan yang lalu. Menatap kedepan bersama. 6-9 Agustus 1946 diadakan sidang Majelis Agung ke 20 di Mojowarno. Sudah lama MA tidak bersidang, semenjak selama pendudukan Jepang. Terakhir 10 Ae 11 Maret 1941 Sidang ke 19 di Malang. Sebelum masuk agenda sidang. 6 Agustus 1946 dilaksanakan Perjamuan Kudus. Ada sekitar 80 peserta yang hadir. Melakukan bujono suci dalam penghayatan pengampunan dan pertobatan. Perjamuan yang tersedia bagi mereka yang menyesal karena dosanya. Perjamuan yang dapat " menyembuhkan" . Sampai saat ini hanya GKJW yang melaksanakan Perjamuan Kudus Pembangunan ini. Dalam tata dan pranata nya tertulis, Perjamuan Kudus adalah tanda kudus yang ditetapkan oleh Tuhan Allah untuk umat milikNya yang mengandung penghayatan akan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam memori penjelasannya, Yang dimaksud dengan " menghayati" adalah kegiatan batin yang terus menerus dilakukan oleh seseorang untuk mentransformasikan hal hal yang sudah lama terjadi ke dalam kehidupan sekarang sehingga orang yang bersangkutan memiliki kepastian bagi masa depan. Dan akhirnya Sugeng Bujono Suci Pembangunan. Salam Patunggilan kang Nyawiji. Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Oleh: Hadiyanto embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Pohon Ketangi - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 6 2 Ae MA dan RPK - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 5 3 Ae Siwering Kawilujengan - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 4 4 Ae ( Bale) Wiyata - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 3 5 Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 2

    1. 6 Aug 2020
  • Propaganda Menuju Bujono Suci Pembangunan Bagian 1 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Propaganda, Menuju Bujono Suci Pembangunan, Bagian 1, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Propaganda Ae Menuju Bujono Suci Pembangunan Ae Bagian 1 Kata propaganda mulai muncul tahun 1622. Ketika PAUS GREGORY XV mendirikan organisasi yang diberi nama : " Congregatio de Propaganda Fide" . Setelah itu perkembangan propaganda tidak sekedar organisasi saja. Pengertiannya berkembang. Suatu teknik atau cara menyampaikan pesan. Tujuan utama komunikasi untuk menyebarkan tujuan yang diinginkan. Di buku sejarah kita mencatat Jepang masuk Hindia Belanda 1 Maret 1942. Di luar itu berserakan catatan Jepang telah masuk Indonesia sebelum tanggal itu. Entah itu lewat pedagang Jepang, tenaga kesehatan atau perkunjungan budaya dan agama. Semuanya disiapkan dengan rapi cantik untuk tujuannya, Jepang pemimpin Asia ( bahkan dunia) . Dan untuk mencapai tujuan itu, propaganda salah satu alatnya. Setelah masuk Indonesia, propaganda ini semakin jelas menjadi. Semua bidang masuk. Koran, radio, bioskop sampai nyanyian lagu, panggung sandiwara ada. Isi propaganda yang paling jelas: ANTI BELANDA. Abdul Hamid, penduduk Jakarta menuturkan : " Tiap-tiap malam saja mendengerken soeara-soeara dari Tokiyo pake radioA Rakyat Indonesia moesti membantoe NIPPON oentoek melenjapkan pemerintah Blanda dan haling-halangilah orang Ae orang Blanda jang hendak membikin negeri hangusA Boaet perang NIPPON tidak oaesah dibantoe, NIPPON tjoekoep banjak dan koeat, hanja rakjat di masing-masing daerah bantoe dijaga barang-barang jangan sampe diroesak orang Blanda " ( inventaries no. 031602) . Saat itu jelas yang paling menderita orang Belanda dan ikutannya. Pun orang Ae orang Kristen ( Katholik) yang dicap sebagai anteknya. " A Dalam waktu enam bulan sejak kedatangannya, Jepang memenjarakan semua penduduk Belanda. Sebagian besar orang indo dan sejumlah orang Kristen Indonesia yang dicurigai pro Belanda ke dalam kamp-kamp konsentrasi " ( Kahin, Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia, hlm 131) . Contoh paling jelas, eksekusi mati di LANGGUR, KEPULAUAN KEI : Mgr. AERTS beserta tujuh imamnya dan satu suster. Tanpa pembuktian dan pengadilan. Gereja Katholik mencatat, 74 Imam, 47 bruder 161 suster meninggal di dalam tahanan. Dan yang pulang ( selamat) menjadi stres kalau tidak mau disebut gila. Bagian: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae BUNGUR ( Lagerstroemia speciosa) 2 Ae Berkah Dalem 3 Ae Pancasila - Trisila - Ekasila : Benarkah Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara ? 4 Ae Bocah Angon - H 16 PSBB.Sby 5 Ae Gereja Baru

    1. 6 Aug 2020
  • BUNGUR Lagerstroemia speciosa Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    BUNGUR (Lagerstroemia speciosa), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    BUNGUR ( Lagerstroemia speciosa) Menurut Destario Metusala, ahli Taksonomi dari lembaga ilmu pengetahuan Indonesia ( LIPI) , Bungur adalah pohon lokal asli Indonesia. Di Jawa disebut, KETANGI, laban dan wungu. Bungur juga salah satu tanaman obat. Mengandung saponin, flavonoid dan tanin. Selain anti diabetes, air rebusan daunnya bisa mengobati kencing batu dan tekanan darah tinggi. Dulu di Pura Mangkunegaran Solo ada. Tempat rujukan untuk selfie. Karena ketika bunganya mekar, cantik. Seperti Sakura di Jepang atau Tabebuya di sini. Filosofi Jawa ada falsafah SEDULUR SINARAWEDI, alam ( juga tanaman) ibarat " saudara" bagian yang tidak terpisahkan dari manusia. Bisa juga tanaman ditanam sebagai TETENGER. Simbol pengingat akan kejadian pada saat itu. Pikiran Jawa, manusia ( jagad cilik) bersatu atau di dalam alamnya ( jagad gede) . Mikrokosmos dan Makrokosmos. Pikiran sama persis dengan SUNDA WIWITAN. Sunda kan di Pulau Jawa yaA? Jangan sampai salah kaprah seperti orang sana. Saya kok jadi teringat pas di Jakarta. Di angkot di tanya orang, " Mas baru datang dari Jawa ya? " BatinkuA Ndas mu sempal. Wong iki geografi ne biyen entuk piro. Kakean mangan kadal paling.. Wes ngono ae RahayuA ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Propaganda - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 1 2 Ae Berkah Dalem 3 Ae Pancasila - Trisila - Ekasila : Benarkah Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara ? 4 Ae Bocah Angon - H 16 PSBB.Sby 5 Ae Gereja Baru

    1. 6 Aug 2020
  • Berkah Dalem Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Berkah Dalem, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Berkah Dalem Mulanya umat Katholik memakai uluk salam, DEO GRATIAS. Yang berlaku di semua tempat dan waktu. Ketika bertemu, bersapa, mengawalinya dengan deo gratias. Dari kata latin yang bermakna: Syukur Kepada Allah. Salam yang indah penuh makna. Tetapi pada pengucapannya terdengar asing. Ya karena dari bahasa asing ( latin) itu. Terlebih bagi awam. Jangankan memahami maknanya, paling awal pasti akan mencari dulu artinya apa. Sampai akhirnya seorang Pastor Jesuit di Paroki desa mengenalkan sebuah salam. Pastor tersebut nyaris tidak disebut dalam sejarah dan ungkapan tersebut tidak dijadikan quotation supaya mengumat. SOETAPANITRA, namanya. BERKAH DALEM, ucapan salamnya. Seorang Imam Jesuit di Paroki Wonogiri. Seperti makna berkah dalem, hidupnya penuh sederhana. Karena semuanya berasal dari Sang Pencipta. Dalam mengunjungi umat di stasi stasi ndesonya , " Seragam dinasnya" khas. Berjubah kelabu, bersandal jepit , tas kain, tongkat dan caping. Hidangannya pun tidak aneh aneh. Permintaannya, singkong rebus. Singkong yang berasa khas. Karena tumbuh di tanah berkapur itu. Minumnya, Teh nasgithel. Singkatan dari Teh paNas, leGi, kenThel. Dialah yang membawa wayang dan gendhingnya masuk gereja. Ketika di tempat lain masih berdebat boleh tidak. Ternyata banyak umat di stasi-stasinya yang berbakat Karawitan. Inkulturasi liturgi misa. Alunan gendhing gamelan membahana mengiringi misa. Dan Misa itu menjadi lebih " nyes" , menusuk di hati. Halaman gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri pun tak lepas dari berkah dalem itu. Ditanamilah pohon pohon penuh makna. Contoh saja : Pohon kluwih. Dari kata luwi = lebih. Mengingatkan Hyang linuwih. Yang lebih adalah milik Tuhan. Jika mempunyai luwi ( kelebihan) selalu ingat untuk berbagi. Pohon duren. Ojo maido marang Pangeran. Jangan sangsi atau tidak percaya kepada Tuhan. Pohon pisang moro sebo. Moro = datang, sebo = sembah. Datang menghadap dengan sembah. Itulah sedikit catatan teologi kontekstual Romo Soetapanitra. Firman itu turun ke bumi. Ya bumi Indonesia, karena kita hidup disini. Saya bukan umat Katholik, tetapi salam Berkah Dalem terasa pas. Terasa di lidah dan di hati. " Migunani" dan " Indonesiani" daripadaA. Ya daripada. Matur nuwun swargi Romo Soetapanitra Berkah Dalem ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Propaganda - Menuju Bujono Suci Pembangunan - Bagian 1 2 Ae BUNGUR ( Lagerstroemia speciosa) 3 Ae Pancasila - Trisila - Ekasila : Benarkah Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara ? 4 Ae Bocah Angon - H 16 PSBB.Sby 5 Ae Gereja Baru

    1. 6 Aug 2020
  • Sate Babi Segaran Gede Murah Enak Bineka Gerakan Warga GKJW gkjw
    Sate Babi Segaran: Gede Murah Enak, Bineka, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Sate Babi Segaran: Gede Murah Enak Beberapa bulan lalu waktu teman saya berada di Segaran ( Wates, Kediri) mengunjungi mertuanya, ia menawari saya apa titip sate babi enak khas Segaran. Saya menanyakan harganya berapa. " 20 ribu! " katanya membuat saya terkejut. Saya nitip 2 bungkus ( 20 tusuk) . Malam harinya teman saya menghubungi kalau sudah sampai Malang. Saya bergegas pergi ke rumahnya dan lekas pulang lagi membawa sate babi Segaran Wates 2 bungkus. Di rumah langsung saya buka. " Wow! " Potongan dagingnya besar-besar. Tanpa bersabar saya ambil satu tusuk sate babi dan langsung meluncur ke mulut; rasanya enak sekali. Tekstur daging lembut dan rasanya manis gurih. Bumbu kacangnya yang dibungkus plastik mulai saya tuang bersama dengan irisan besar bawang merah Bali. Saya aduk bersama cabainya. Nasi panas sudah siap di piring, sate babi mulai tertata diatas nasi panas, dituangi bumbu kacang beraroma jeruk nipis dan beberapa saat kemudian langsung habis saya makan dengan lahap bersama saudara-saudara; berhenti sejenak karena kekenyangan kami masih merasa kurang; ingin melahap beberapa tusuk sate babi lagi tapi di meja makan tinggal bungkusannya saja. Beberapa bulan berselang dengan nikmat sate babi yang masih terngiang pada Minggu 13 Juli 2020 teman saya tadi yang merupakan anak terakhir dari guru Injil di gereja saya mengajak main ke Segaran dengan tujuan utama beli sate babi. Kami mengajak teman-teman lain dan akhirnya berangkat pagi-pagi berlima. Kami bawa bontot nasi putih yang lumayan banyak; 1 rantang dan 1 kotak tupperware. Pagi sekali kami berangkat naik mobil Suzuki Carry jadul ke arah Batu, lewat Pujon, Ngantang, dan terus saja sambil menikmati keindahan landscape pohon-pohon dan sungai Konto di pagi hari. Hawanya sejuk dan segar. Sampai Kandangan dan kemudian Pare hawa berubah drastis panas. Perjalanan terus saja Sampai Wates kemudian masuk di jalan besar utama Desa Segaran di mana juga terdapat Gkjw Segaran. Berhenti di plang besar " Sate Babi Wates" saya langsung masuk di warung yang jendelanya bertuliskan sate 07. Saya lihat sate sudah siap dibungkus dan dihidangkan untuk pengunjung lain yang kendaraannya kebanyakan berplat luar Kediri. Saya memesan 5 bungkus sate, 4 bungkus untuk dimakan bersama teman-teman di jalan, dan sisanya untuk saudara-saudara, nenek, dan bapak ibu di rumah. Sambil menunggu saya melihat proses mempersiapkan sate cukup cepat. Beberapa tumpuk sate langsung habis dibungkusi dan ada yang dihidangkan di piring untuk disajikan kepada konsumen. Kemudian tumpukan sate datang lagi dari arah lorong di mana di ujung ruangan yang jaraknya sekitar 20 meter merupakan tempat membakar sate. cari Google Map Sembari menunggu dan terus menelan ludah; saya berpikiran kalau membawa 10 tusuk sate babi saja untuk dibawa ke Malang pasti kurang; kalau mau beli lagi harus PP perjalanan 5 jam. Akhirnya saya memutuskan untuk menambah 20 tusuk sate babi lagi. Saya amati satenya memang besar-besar dan tanpa lemak. Saya masih takjub dengan harganya yang murah yaitu 20rb per bungkus ( 10 tusuk sate komplit dengan bumbunya) . Kalau di Malang Harga sate babi kisaran 40rb dan potongan dagingnya tidak sebesar ini. Otak bisnis saya berpikir inilah faktor ideal yang memang diinginkan konsumen yaitu gede, murah, enak. Tapi bagaimana bisa ini dipenuhi? Kalau jualan Sate Babi 20rb di Malang pasti bangkrut; karena daging babi sekilo saja di Pasar Besar sudah kisaran 70rb. Kalau disate mungkin bisa jadi 50 tusuk ( 5 porsi) ; dijual 20rb/porsi hanya dapat omset 100 ribu; bagaimana dengan cost lainnya seperti bumbu kacang, bawang merah, lombok, arang, tenaga masak dll. Dijamin tidak nutut. Setelah sate selesai dibungkus kami lanjut pulang lewat Blitar dan rencana sate akan kami makan di perjalanan pulang di sawah-sawah. Di jalan pikiran saya terus penasaran kok bisa ya sate babi gede dan enak seperti ini dijual hanya dengan harga 20 ribu rupiah. Saya terus berdiskusi dan hitung-hitungan dengan teman saya yang lain. Tidak mungkin kalau beli daging di pasar, terus dibikin sate dan dijual dengan harga 20 ribu saja bisa profit. Selang berapa lama teman saya yang mengajak saya ke sini baru bilang kalau babinya ternak sendiri. " O ya mesti ae! " akhirnya penasaran saya terjawab sudah. Itulah kenapa di display warung Sate Babi 07 milik ibu Lilik tadi juga terpajang produk turunan babi lainnya seperti minyak babi dan rambak babi. Dan katanya juga ada krengsengan babi; lain kali kami akan mencobanya. Nah inilah kriteria ideal yang bisa membuat keinginan konsumen terpenuhi yaitu gede, murah, enak. Kalau hal ini dipenuhi pasti konsumen puas dan datang lagi. Bayangkan pengunjung sate Babi Segaran Wates bisa datang jauh-jauh dari Surabaya, Malang, Pandaan, dll rela menempuh perjalanan PP lebih dari 5 jam hanya untuk menikmati sate idamannya. Sejak lama saya berpikiran kalau ingin menang dalam kompetisi usaha ( bikin konsumen sangat puas dan kembali) kita harus mempunyai produk usaha yang mempunyai kriteria Gede ( kuantitas lebih banyak) , Murah, dan Enak ( berkualitas) . Tapi kendalanya kalau kita kulak atau bergantung pada supplier/pabrik/distributor kita tidak bisa memenuhi kriteria itu. Dulu pengalaman saya jualan produk yang masih kulakan, pasti harga ditekan, belum lagi ada pesaing-pesaing yang menjatuhkan harga. Dan akhirnya dagangan tidak laku karena kalah harga atau kalau laku terjual margin profitnya sangat tipis; capeknya minta ampun; hasilnya sedikit sekali. Untuk menyiasatinya ya tidak lain adalah dengan " bangun pabrik sendiri" atau " ternak sendiri" atau kalau modalnya masih minim ya " produksi sendiri skala kecil" . Saya sudah merasakannya sendiri kalau produk kita adalah buatan kita sendiri, kita bebas memainkan harga, kuantitas, dan kualitas tanpa ditekan distributor dan pesaing kita. Kerja keras dan profitnya pun jauh dari istilah " kerja bakti" seperti kalau kita masih menggantungkan jualan dari produk kulakan. Saya sudah membuktikannya dan merasa senang kalau produk-produk sudah berhasil diproduksi sendiri. Berikut produk-produk saya yang sudah produksi sendiri beserta link penjualannya: Beewax Finish/Polish dan Gigih buka Shopee embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Warga GKJW Tetulung 2 Ae Mental Block: Kurang Percaya Diri 3 Ae Perempuan Bermahkota Martabat 4 Ae Rangkuman BBS P1 Pokja PEW GKJW 5 Ae Bisnis itu Mulia? Betul! !

    1. 2 Aug 2020
  • Kakehan Gludhug Kurang Udan Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Kakehan Gludhug Kurang Udan, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Kakehan Gludhug Kurang Udan Salam damai, salam patunggilan. Tanah air kita Indonesia sangatlah kaya akan budaya. Bicara soal budaya, kita tidak hanya menyoal tentang tari, busana adat maupun makanan khas daerah. Kaidah yang diturut oleh sebagian besar masyarakat di berbagai daerah, mungkin sering kita kenal dengan istilah norma adat, adalah juga bagian dari budaya yang kita miliki. Norma adat bisa berupa aturan yang selayaknya diikuti, atau bisa juga berupa petuah, pitutur, wejangan yang dapat dijadikan pegangan, piandel dalam menjalani dinamika kehidupan. Kali ini, marilah mengulik sedikit tentang pitutur dari leluhur simbah kita, AuAja dadi wong sing kakehan gludhug, ning kurang udan.Ay Saya pernah membaca postingan seorang mentor digital marketing, yang berujar demikian, AuWalaupun anda sudah mengikuti webinar saya, membeli dan membaca sampai tamat buku saya, tapi kalau anda tidak melakukan tindakan nyata apa-apa, ya jangan berharap jualan anda laku keras dan anda jadi kaya. Ngimpi itu namanya! Ay Semacam itulah contoh dari ungkapan kakehan gludhug kurang udan. Belajar banyak, ikut seminar atau pelatihan sana-sini, aktif bertanya kesana kemari, tapi sampai di rumah tidak melakukan tindakan yang nyata, ya percuma saja jadinya. Kuncinya adalah tindakan. Aksi. Perbuatan. Bergerak. Sekecil apapun itu, tapi kalau kita sudah melakukannya, maka kita tidak akan berada di titik yang sama lagi. Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran ( 1 Yohanes 3:18) . Mari kita bersama jadikan ayat itu sebagai penguat bagi kita, pengingat bagi kita, bahwa PERBUATAN dalam KEBENARAN akan membawa perubahan yang positif, baik dalam kehidupan rohani kita, maupun dalam bisnis kita. Aja kakehan gludhug, kurang udan. Berkah Dalem, Irena Lesmono. embeumkm.com ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Memaknai Liturgi di Tengah Pandemi Sebagai Upaya Memperdalam Mistisisme 2 Ae Musqab Gaib, Akhir Pencarian Elmu - H 14 PSBB.Sby 3 Ae Ketika PHK PNS - H 2 PSBB.sby 4 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita ( 2) 5 Ae ( Katanya) Kiamat - H 10 PSBB.sby

    1. 31 Jul 2020
  • Yesus Logos dan Tao Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme 2
    Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme (2)

    ( Sambungan dari gkjw.org ) 3. Hidup Selaras dengan Tuntutan TaoChuang Tzu berkata: AuOrang-orang benar pada masa kuno tidak mengetahui apapun tentang mencintai kehidupan, mereka juga tidak mengetahui apapun tentang membenci kematianAy. Lao Tzu juga menambahkan, AuHidup dan mati sudah ditakdirkanAy, lagi kata Lao Tze, Ausama konstannya dengan datangnya malam dan pagi. Manusia tidak bisa berbuat apapun tentangnyaAy ( Burton Watson, The Complete works of Chuang Tzu, New York: Columbia University, 1968) .Hidup selaras dengan Tao adalah tzu-jan Aumengikuti alamAy dan wu-wei Autidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak seirama dengan alamAy. Filosofi ini melahirkan hidup yang bersahaja, apa adanya. Namun juga berjuang keras untuk menjalani hidup sesuai dengan tuntutan Tao, Aujalan abadiAy sesuai dengan relnya sendiri.Saya tidak terlalu ahli tentang Taoisme, meskipun saya membaca berkali-kali " Tao Te Ching" , sabda Lao Tze. Dan tentu saja, sebagai guru Tao Ibu Mega mendalami dan melakukannya selama hidupnya. Dalam implementasi praktisnya, hal itu dibuktikan dengan kesetiaannya kepada sang suami, yang pernah mengalami kecelakaan jatuh di lobang 15 meter, bukan hanya setia merawatnya di kala sakit, tetapi juga menggantikan perannya mencari nafkah bagi anak-anaknya dengan berjualan mie dan es lilin. Itu semua demi suami tercinta dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Dan ketika sang suami sudah sembuh dan bisa bekerja kembali, guru Taoisme ini tetap bekerja membantu suaminya, sampai 10 tahun kemudian ketika sang suami terlebih dahulu dipanggil Tuhan.Waktu itu usia beliau masih muda. Meskipun banyak teman-teman menyarankan agar beliau menikah lagi, namun hal itu tak dilakukannya. Atas nama cinta, sisa usia kehidupannya dibaktikan kepada Aujalan TaoAy untuk menerima kodratnya, yaitu membesarkan anak-anaknya sampai berhasil. Dalam perjuangan hidupnya yang amat berat, setapak demi setapak dijalaninya, hingga mulai membuahkan keberhasilan, namun sekali lagi, jalan Tao dibuktikannya dengan tetap hidup bersahaja.Mendengar kisah keteladanan hidupnya, saya justru membayangkannya sebagai Ausurat KristusAy di antara banyak orang yang menapaki jalan cinta derita-Nya. Lho bukankah beliau guru TaoY Ibu Mega akhirnya menemukan bahwa Tao yang sebelumnya tak diketahui nama-Nya itu ternyata Sang Kristus sendiri. AuThe Real of TaoAy adalah Yesus dalam wujud pra-eksistensi-Nya: " In the beginning was the Tao, and the Tao was with God, and the Tao was God" .Ya, Yesus adalah Tao itu sendiri, yang " the same was in beginning with God" ( Yoh. 1:2) , dalam pra-ada-Nya sebagai Firman, seperti Alkitab terjemahan bahasa Mandarin. Sebaliknya, dalam wujud inkarnasi-Nya sebagai manusia, Yesus adalah keteladanan yang dibayangkan ideal oleh Guru Lao Tze, yang hidup kira-kira enam abad sebelum kedatangan Yesus ke dunia ( cf. Yoh. 1:14) . AuA kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidupAy ( 2 Kor. 3:3) . Firman Tuhan ini sudah dijalankannya dalam kehidupan Ibu Mega, meskipun mungkin waktu menjalani beliau sendiri tidak menyadarinya.4. Catatan RefleksiSaya sangat terkesan dengan beliau, sekalipun waktu itu adalah perjumpaan untuk pertama kalinya. Pada waktu dikemukakan dengan jujur keberatan-keberatan beliau tentang Iman Kristen, atau lebih tepat Aupemahaman beberapa orang Kristen dan praktek kehidupan merekaAy, sebagai orang yang begitu mendalami falsafah Tao, mendengar Auajaran instantAy beberapa orang Kristen kharismatik, yang maaf Ae tetapi ini pun tidak semua Ae yang hanya menekankan " pokoknya percayaAy, tidak menjelaskan iman itu, tentu saja dahulu sangat sulit diterimanya.Padahal seperti tertulis dalam Alkitab: " Mekyl haimanyta men mashmaAo edny hy wAomashmyAo edny men melta dAoAlahyAy. Jadi, Iman itu timbul dari pendengaran, dan pendengaran itu dari firman AllahA( Roma 10:7, teks Peshitta Aramaik) . Iman yang seperti apa yang muncul dari pendengaran yang kabur dan berita yang tidak jelasY Mungkin Kristen seperti dianggap terlalu AulahiriahAy, eksoteris, dan kurang adab sehingga bertabrakan dengan rasa ketimurannya." ALast but not leastAy, kini Ibu Megawati sudah pulang setelah menyelesaikan perjuangannya di dunia. Dengan menerima Kristus tidak berarti Tao adalah lawan imannya, tetapi justeru dijelaskan dan diungkapkan lebih mendalam. Sahabatku, ikhlaskanlah kepergiannya dan jangan bebani perjalanannya dengan air matamu. Firman Tuhan ini menguatkan kita semua: " A.berdirilah teguh, jangan goyah, dan giat-lah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia" ( 1 Kor. 15:58, TB) . " De Museum Cafe" , Malang, 7 Juli 2020.Oleh: Dr. Bambang Noorsena( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 1) 2 Ae ALLAH ( kok) Punya Anak - H 17 PSBB.Sby3 Ae Negeri Oklokrasi - H 26 PSBB.Sby4 Ae Yang Sama, Yang Berubah5 Ae Musqab Gaib, Akhir Pencarian Elmu - H 14 PSBB.Sby

    1. 17 Jul 2020
  • Yesus Logos dan Tao Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme 1
    Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme (1)

    ( In Memoriam Ibu Megawati Linda Halim Ae Liem Liu Yin) 1. Catatan PendahuluanSejak kecil saya sudah terbiasa membaca dari mana saja dan tentang apa saja. Saya baca Wirid Hidayat Jati, karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Sedari dini saya sadar, ada paralel antara AuInna lillahi wa inna ilahi rajiAounAy dan AuSangkan Paraning DumadiAy. Lebih mendalam, Serat Syekh Siti Jenar dan konsep AuManunggaling Kawula-GustiAy, akrab di telinga saya. Pada waktu saya masuk SMA saya membaca buku Tao Te Ching, karya Lao Tse ( 605-532 SM) .Saya dengan mudah mengakses buku-buku langka itu, berkat warisan kakek saya yang kolektor buku-buku klasik terbitan Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri. Jadi, selain belajar ngaji al-QurAoan, saya biasa menembang macapat dan pernah belajar mendhalang wayang purwa. Dari latar belakang keluarga yang lain, saya juga mendengar ajaran Katolik. Saya bukan orang yang awam dengan semua itu, meskipun saya juga tak merasa ahli.Membahas selayang pandang Tao Te Ching dan paralelnya dengan falsafah Jawa adalah sudah cukup lama, sekitar akhir 1990-an dengan dua guru saya, Romo Haryanto dan Pdt. Dr. B.A. Abednego, keduanya sudah Auintiqala ila al-amjad as-samawatAy ( kembali ke kemuliaan surgawi) . Nah, ketika saya bertemu dengan Ibu Liem Liu Yin alias Ibu Megawati, mama dari sahabat saya, Cipto Junaedi, AumemoriAy saya masa muda itu muncul kembali begitu jelas, seperti film yang diputar-ulang.2. Belajar dan Berbagi Bersama AuMaster of TaoismAy Yang Rendah HatiMinggu lalu ketika Ibu Mega dipanggil Tuhan, spontan saya sampaikan kepada sahabat saya itu, saya mau menulis kenangan saya saat diskusi tema pelik namun santai ini, beberapa tahun silam. Saat itu, saya lebih banyak mendengar beliau bercerita, bukan hanya persetujuannya atas ceramah saya, tetapi juga keberatan-keberatannya atas Kristen Augaya baratAy, yang kurang disetujuinya, karena mungkin bertabrakan dengan perasaan ketimurannya.Minimal ada 2 AupemahamanAy Kristen populer yang menjadi " batu sandunganAy bagi beliau: ( 1) Kristen dianggap agama lahiriah" . ( 2) kesan memaksakan paradigma yang tak sejalan dengan prinsip Auyin-yangAy, dan kecenderungan orang Kristen yang meremehkan penghormatan kepada leluhur. Saya Kira, keberatan beliau atas Kristen Augaya koboiAy itu karena bertabrakan dengan perasaan ketimurannya.Setelah saya banyak mendengar keberatan-keberatan beliau, saya berusaha memberikan informasi yang berimbang tentang Kekristenan yang saya pahami, dan saya bertitik tolak dari pra-eksistensi Yesus sebagai Firman-Nya yang dalam Alkitab bahasa Mandarin diterjemahkan AuTaoAy. Paling tidak, di bawah ini adalah poin-poin saya untuk secara halus menjelaskan bahwa Kristen bukannya iman yang " kurang berkelasAy dibandingkan Tao yang mungkin dianggapnya lebih halus, santun dan mendalam.2.1. AuIn the beginning was TaoAy.Sejujurnya, kesan dari banyak penganut Taoisme, Kekristenan itu agama yang terlalu lahiriah, tidak bisa mendalami metafisika. Inti dari Taoisme adalah " Tam he soe hik coen, go poet tie swi chi thjang Tee chiAy. Artinya: AuSuwung seolah tidak berbentuk, tetapi selalu ada, tidak tahu anaknya siapa, Tuhan ( Tee) segala yang adaAy ( Tao Te Ching 4:20) .AuSesuatu yang misterius telah terjadiAy, kata Lao Tze. AuTelah ada sebelumnya ketika langit dan bumi dalam kesunyian dan kehampaan, berdiri sendiri dan tidak pernah berubah, tetap hadir dalam gerakan yang terus berputar. Mungkin Dia adalah asal mulanya berjuta-juta benda, Aku tidak tahu namanya. Aku sebut saja Tao, karena tidak ada kata-kata yang lain yang dapat kugunakan, Aku menamakannya " Yang MahakuasaAy. " Tao adalah yang tertinggi, pangkal segala yang ada, dan jalan abadi. AuManusia mengikuti bumi, bumi mengikuti benda-benda langit, dan benda-benda langit mengikuti Tao, Tao mengikuti jalan-Nya sendiriAy.Karena itu, konsep Tao pra-eksisten, yang menjadi penyebab segala yang ada, sangat mirip dengan AuLogosAy ( Firman) yang Aupada mulanya bersama-sama dengan AllahAy ( Yoh. 1:2) . Melalui Firman-Nya Allah telah menjadikan segala sesuatu, Audan tanpa Dia Tak suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikanAy ( Yoh. 1:1-3) . Karena itu, dalam bahasa Mandarin Yoh. 1:1 diterjemahkan Tao, meskipun kedua istilah harus dijelaskan juga perbedaannya.Berbeda dengan Tao dalam ajaran Lao Tse yang tidak berpribadi, dalam Iman Kristen Firman yang pra-eksisten itu pribadi ilahi yang berdiam kekal dalam Wujud Allah bersama-sama Roh-Nya ( Yo. 1:1; 8:42 dan 15:26; 1 Kor. 2:10-11) .AuKita tidak mengetahui anaknya siapaAy ( Put Ti Swie Ci Cu) , yang oleh guru Lao Tze tidak diketahuinya, dalam Injil dijelaskan adalah AuAnak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan BapaAy ( Yoh. 1:18) . Allah adalah Bapa dari Sang Firman yang menjadi manusia, yang dalam pengharapan Lao Tse disebutnya AuTaoAy. Namun Tao yang nir-bentuk, tidak kasat mata, tetapi inti dari semua proses kejadian benda hidup dan segala yang kumelip di jagad raya, justeru yang dalam Injil dinyatakan terang benderang dalam Yesus.Inilah sekelumit bacaan yang lamat-lamat saya ingat, dan ketika saya sampaikan ini kepada Ibu Mega, beliau setuju. AuTernyata Tao ada juga dalam Injil yaYAy, kata beliau. Saya senang karena apa yang saya sampaikan didengar dan diterimanya. Setelah diskusi itu, saya merenung mengapa kristologi AuFirmanAy ini tidak banyak diuraikan kepada para orang tua Tionghoa kita, padahal bisa menjadi " jembatan emasAy untuk menyeberangkan Injil keselamatan.2.2. Hidup dalam Keselarasan AuYin-YangAySalah satu dari filsafat Tao adalah Yin dan Yang, dua unsur keberadaan yang berlawanan namun saling melengkapi. Yang digambarkan dengan cahaya putih, bergerak naik berpadu dengan Yin yang digambarkan dengan warna hitam yang bergerak turun. Yin-Yang adalah kekuatan yang berlawanan, mengalir bersama siklus alami.Inti filsafat ini adalah keseimbangan harmonis meskipun berbeda dan bertentangan, namun saling membutuhkan. Yin mengandung unsur yang, sebaliknya dalam yang ada yin. Karena itu ada titik hitam pada AuYinAy yang putih, sebaliknya ada titik putih dari " yangAy yang hitam.Yin-Yang melahirkan hukum keselarasan di alam semesta.Dunia ini disebut dunia apabila ada siang dan ada malam, ada laki-laki dan ada perempuan, ada suka dan ada duka, ada hidup dan ada kematian, ada pertemuan dan ada perpisahan, ada yang baik dan ada yang jahat, dan seterusnya. Keduanya tidak hanya sekedar saling menggantikan, tetapi juga bersatu sama lain melalui irama dan gerakan alam semesta. Orang Jawa mengenal ungkapan bijak AuNgono ya ngono, nanging aja ngonoAy. Kearifan Timur ini muncul bukan hanya hasil olah-pikir yang mau menggapai kebenaran, tetapi juga hasil olah-rasa yang yang merindukan harmoni dan keselarasan.Corak berpikir yang bersifat AumonodualistisAy ini, melahirkan etika dan pendekatan Auini dan ituAy, Aubaik ini maupun ituAy yang merindukan harmoni dan menerima pihak yang berbeda. Berbeda dengan olah pikir Barat yang bercorak Auini atau ituAy, yang sering menghadapkan manusia pada kutub-kutub pertentangan dan konfrontasi.Nah, sadar atau tidak dua paradigma pemikiran ini yang selama ini muncul di hadapan kita. Kekristenan yang berkembang dari Barat, tidak mewakili Aunalar TimurAy yang lebih akomodatif, lentur, luwes dan jauh dari sikap imperialisme doktriner yang menempatkan pihak yang berbeda dengan objek yang harus kita kalahkan.Mungkin, penolakan enggan Ibu Mega selama itu atas Kekristenan, karena kita lebih membawa paradigma Barat yang cenderung Aumenuduh, mengadili, dan menyalahkanAy pihak lain. Padahal Yesus sendiri berkata: AuBarang-siapa tidak melawan kita ia ada di pihak kitaAy ( Mrk. 9:39) .Lalu perbedaan iman, haruskah kompromiY SinkretismeY Tenang, tenang! Perbedaan bisa dijelaskan Ausembari minum Chinese TeaAy, dan menyerahkan itu seirama dengan berjalannya waktu. Kalau ada dua yang berseberangan, jangan melompat, nanti jatuh ke jurang, jangan membangun tembok, nanti tidak akan bertemu. Tetapi bangunlah jembatan.Utusan misi Katolik, baru puluhan tahun belajar budaya setempat agar Injil diterima tanpa Auconflict of culturesAy. Begitu juga Walisanga harus beberapa generasi mengislamkan Nusantara. Hasilnya, pasti lebih gemilang ketimbang penginjil Augenerasi instantAy yang grusa-grusu dianggap tak mengerti adab itu. Bersambung ke gkjw.org " De Museum Cafe" , Malang, 7 Juli 2020.Oleh: Dr. Bambang Noorsena( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 2) 2 Ae ALLAH ( kok) Punya Anak - H 17 PSBB.Sby3 Ae Negeri Oklokrasi - H 26 PSBB.Sby4 Ae Yang Sama, Yang Berubah5 Ae Musqab Gaib, Akhir Pencarian Elmu - H 14 PSBB.Sby

    1. 17 Jul 2020
  • Koperasi Catatan Ekonomi Gerakan Warga Bagian 1 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Koperasi, Catatan Ekonomi Gerakan Warga (Bagian 1), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Koperasi Ae Catatan Ekonomi Gerakan Warga ( Bagian 1) Hari lahir Koperasi Indonesia, 12 Juli. Sejarah koperasi negeri ini mencatat nama R. Aria Wiriatmadja, Patih di Purwokerto mendirikan koperasi tahun 1896. Berangkat dari fakta banyaknya pegawai yang terjerat rentenir bunga tinggi, ia mendirikan koperasi pegawai. Model ini terus dikembangkan De Wolf van Westerrode, Asisten Residen Purwokerto di Banyumas. Ia sampai mengambil cuti untuk ke Jerman. Belajar tentang WOLKSBANK. Dengan model Raiffeisen ( koperasi simpan pinjam untuk petani) dan model Schulze-Delitzsch ( koperasi simpan pinjam untuk kaum buruh perkotaan) . Ketika pulang ke Indonesia De Wolff menyarankan AuBank Pertolongan Tabungan dan PertanianAy menjadi Koperasi. Tetapi usulan itu ditolak pemerintah Hindia Belanda. Dengan alasan belum ada payung hukumnya. Usul itu dilaksanakan pemerintah kolonial dengan model membuat: Lumbung-lumbung Desa Baru, Bank Desa, Rumah Gadai dan Centrale Kas, yang semuanya ini nantinya menjadi cikal bakal Bank Rakyat Indonesia ( BRI) . Pemerintah waktu itu langsung membuat 250 lumbung padi desa baru. Tata kerjanya, lumbung lumbung itu di bawah pengawasan komite. Komite ini berisi, Kepala Desa, Juru Tulis, Pemuka Agama Islam ditambah dua orang kaya yang dipilih oleh pejabat distrik. Lumbung ini ditujukan untuk membentuk dasar bagi sistem kredit koperasi terpadu dengan Bank Purwokerto sebagai pusatnya. ( Djojohadi Koesoemo, 1941) . Alas dasar terbentuknya semua ini, baik R. Aria Wiriatmadja dan De Wolff adalah banyaknya masyarakat bawah yang terjerat, rentenir, lintah darat, ijon, bank titil, mindring atau apapun namanya dengan bunga tinggi mencekik. Baik di desa maupun kota semua rata. Demikianpun saat ini, dalam situasi sulit keadaan mendesak, peran " lembaga keuangan" yang cepat, tanpa survey, tanpa jaminan menjadi solusinya. Walaupun bunga mencekik, hitungan bunga secara nalar kalah dengan keterdesakan itu. Cita-cita awal mulia koperasi, untuk kesejahteraan Anggota-nya dan lepas dari jerat rentenir mulai ada yang nakal. Ijin koperasi yang mudah disamping badan hukum lainnya, membuat pemodal besar meliriknya. Merebaknya Koperasi Simpan Pinjam ( KSP) ilegal merusak marwa koperasi. Peran pengawasan Satgas Waspada Investasi, Kemenkop, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) bahkan Polri perlu dilibatkan. Bung Hatta berkata, tujuan koperasi bukan untuk mencari laba, tetapi untuk kesejahteraan bagi Warga Anggota-nya bersama. SemogaA Oleh: Hadiyanto, bit.ly Bagian 1: Koperasi Bagian 2: Lumbung Desa Bagian 3: Lumbung Miskin Bagian 4: Lumbung Pirukunan Bagian 5: Unduh-unduh ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 2) 2 Ae Yesus, Logos dan Tao: Belajar dan Berbagi dari Seorang Guru Taoisme ( 1) 3 Ae Gereja Baru 4 Ae Taubat dan Muallaf dalam Timbangan Kenusantaraan Kita : In Memoriam Mas Didi " Dionisius" Kempot 5 Ae ALLAH ( kok) Punya Anak - H 17 PSBB.Sby

    1. 17 Jul 2020
  • Lumbung Desa Catatan ekonomi gerakan warga Bagian 2 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Lumbung Desa, Catatan ekonomi gerakan warga (Bagian 2), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Lumbung Desa Ae Catatan ekonomi gerakan warga ( Bagian 2) Setelah usulan De Wolff, Bank Pertolongan Tabungan Pertanian diubah menjadi koperasi ditolak pemerintah. Pemerintah Hindia Belanda justru mendirikan lumbung-lumbung desa baru untuk usulnya. De Wolff tetap menata lumbung desa nantinya menjadi koperasi, seperti cita-citanya. Didukung pemerintah, De Wolff langsung mendirikan 250 lumbung desa baru di wilayahnya ( Banyumas dan Purwokerto) . Dengan mengadopsi unsur adat dan agama ( zakat) ia memulai proyek percontohan ini. Setiap lumbung desa ini dibawah pengawasan komite. Komite terdiri dari, kepala desa, juru tulis, pemuka agama ( Islam) dan dua orang kaya di desa itu. Dalam perjalanannya, jabatan juru tulis menjadi sangat sibuk karena dirangkap oleh carik desa, maka diganti dengan seorang " kometir lumbung" . Modal awal lumbung ini merujuk model zakat. Tiap-tiap anggota menyetornya ke lumbung desa. Biasanya lumbung desa ini menyimpan padi pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Setelah modal awal lumbung cukup dan sudah membuahkan hasil, maka ada IN-NATURA ( simpan padi, pinjam uang) . Berbeda sedikit dengan di Cirebon. Residen J. W. Mesman, tahun 1901 mendirikan lumbung desa dengan modal awalnya dari iuran anggotanya. Besarnya iuran disesuaikan dengan luas tanahnya. Sistem panen-setor Aetetap sama dan digunakanAe, biasanya 3 bulan sebelum panen mulai banyak yang meminjam. Bedanya bibit padi juga wajib di setor di lumbung desa. Tahun 1930 lumbung-lumbung dengan jenis lebih spesifik mulai marak muncul, antara lain: lumbung bibit, lumbung kredit, lumbung ijon dan lumbung pajak. Sayangnya setelah itu, perjalanan lumbung-lumbung itu meredup bahkan ada yang mati, dengan berbagai macam permasalahannya. Masalah yang paling utama adalah kecurangan para pengurusnya. Suatu hal yang kadang lumrah jika berurusan dengan uang. Apalagi dalam komunitas Warga sederhana. Paling tidak PENGAWASAN dan KEPERCAYAAN BERSAMA SESAMA WARGA menjadi penting. Oleh: Hadiyanto, bit.ly Bagian 1: Koperasi Bagian 2: Lumbung Desa Bagian 3: Lumbung Miskin Bagian 4: Lumbung Pirukunan Bagian 5: Unduh-unduh ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Pancasila - Trisila - Ekasila : Benarkah Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara Y 2 Ae Media Online Digital GKJW Y 3 Ae Bergerak Bersama Menuju Panen Raya 4 Ae Koperasi - Catatan Ekonomi Gerakan Warga ( Bagian 1) 5 Ae Memandang Matahari

    1. 17 Jul 2020
  • Lumbung Miskin Catatan Ekonomi Gerakan Warga Bagian 3 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Lumbung Miskin, Catatan Ekonomi Gerakan Warga (Bagian 3), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Lumbung Miskin Ae Catatan Ekonomi Gerakan Warga ( Bagian 3) Pertanyaan saya ketika De Wolff mau mendirikan koperasi, mengapa tidak belajar dari Lumbung MiskinY Lumbung Miskin jauh telah ada sebelum ia dan pemerintah mendirikan lumbung-lumbung desa itu. Lebih dekat tempatnya dari Jerman, ketika ia belajar perkoperasian. Mojowarno, ketika Jellesma dan Paulus Tosari memikirkan diakonia, pelayanan bagi warga miskin dan janda, mereka membuat Rembos. Rembos diambil dari kata ARMBUS yang berarti kotak untuk si miskin. Ternyata hasil kotak rembos ini tidak sesuai harapan. Terlalu sedikit. Lantas, Paulus Tosari mengusulkan cara baru yang dinamai Lumbung Miskin. Dengan kenyataan bahwa mayoritas penduduk Mojowarno adalah petani. Waktu itu panen padi hanya setahun sekali. Dari sini jelas, perputaran banyak uang terjadi hanya setahun sekali. Tak heran kotak uang ( chas) rembos sedikit. Paulus Tosari Mengajak Warga untuk menyimpan padi di saat panen, menabung padi dan mengambil/meminjam ketika warga itu membutuhkan. Mengambil padi-nya sendiri. Tanpa biaya dan bunga bagi warga yang tidak mampu. Tetapi bagi warga mampu, diwajibkan mengembalikan lebih dari yang mereka pinjam. Inilah model Subsidi. Warga yang mampu mensubsidi ( memberi) yang miskin. Lumbung Miskin ini awalnya berada di rumah Paulus Tosari. Ketika mulai penuh berkembang, tidak muat, dibuatlah lumbung di halaman Gereja. Bentuk lumbung sederhana saja. Seperti rumah umumnya waktu itu. Berbentuk kotak persegi. Bedanya dilantai. Diberi anyaman bambu ( gedhek) dan dilapisi anyaman bambu halus ( sesek) , untuk menjaga kelembaban udara. Tanpa mengurangi penghormatan sosok yang lain. Pengalaman hidup Kasan Jariyo nama muda Paulus Tosari adalah pedagang kapuk ( kapas) yang sukses. Sayangnya pergaulannya yang membuat bangkrut. Ia gemar berjudi. Jadi tidak mengherankan, pengalaman berdagangnya sedikitnya bisa diterapkan di Lumbung Miskin. Setelah bertobat Paulus Tosari menjadi petani di Ngoro. Orang kepercayaan Coolen. Sehingga ia mengetahui betul, saat perjalanan Coolen menjadi kaya yaitu dengan membangun lumbung-lumbung padi. Pengalaman hidup masa lalu, sekelam apapun pasti ada hikmahnya dan ada gunanya. Untuk pembelajaran hidup ke depan. Oleh: Hadiyanto, bit.ly Bagian 1: Koperasi Bagian 2: Lumbung Desa Bagian 3: Lumbung Miskin Bagian 4: Lumbung Pirukunan Bagian 5: Unduh-unduh ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Bawang Putih Lokal, yang terabaikan. 2 Ae Kampanye Sehat - H 23 PSBB.Sby 3 Ae Lumbung Desa - Catatan ekonomi gerakan warga ( Bagian 2) 4 Ae Persaudaraan Sejati - H 20 PSBB.Sby 5 Ae Pancasila - Trisila - Ekasila : Benarkah Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara Y

    1. 17 Jul 2020
  • Lumbung Pirukunan Catatan Ekonomi Gerakan Warga Bagian 4 Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Lumbung Pirukunan, Catatan Ekonomi Gerakan Warga (Bagian 4), Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Lumbung Pirukunan Ae Catatan Ekonomi Gerakan Warga ( Bagian 4) Gereja megah Mojowarno telah kokoh berdiri seabad lebih. Berawal dari bangunan biasa saja. Berkerangka kayu dan beratap daun King-King. Selanjutnya dengan biaya 4 Gulden diganti dengan bambu. Di masa Pdt W. Haezoo, Gereja Mojowarno direnovasi sehingga berdinding kayu, beratap genting dan lantai diplester. Tiba-tiba tahun 1841, Paulus Tosari mengusulkan didirikan tempat ibadah yang lebih besar lagi. Tahun 1849 terkumpul Dana Swadaya 6.000 Gulden. Jumlah cukup besar, jika dilihat dari swadaya sendiri dan penduduk Mojowarno mayoritas petani. Bagaimana caranya? Lumbung Pirukunan, jawabnya. Melanjutkan model Lumbung Miskin dengan aturan yang lebih spesifik lagi. Paulus Tosari Mengajak Warga menyimpan padi di lumbung pirukunan. Ketika harga padi naik, lumbung menjual padinya, sehingga mendapat margin keuntungan cukup besar. Tetapi konsep Lumbung Miskin tetap ada. Membantu warga miskin yang kesusahan, tetap dilakukan. Hal ini begitu penting saat itu. Catatan Zending menunjukkan saat itu banyak masyarakat yang terjerat rentenir. Bunga tinggi mencekik, sampai 100%. Contoh saja: pinjam 4 ikat padi, mereka harus mengembalikan 8 ikat. Lumbung Pirukunan hanya memberi bunga sekitar 20% setahun. Itupun hanya untuk modal kerja ( menggarap sawah) . Sedangkan pinjaman untuk kesusahan misal sakit atau meninggal tidak ada bunganya. Lumbung Pirukunan ini dikelola oleh 3 ( tiga) orang pengurus yang didaur setahun sekali. Itulah catatan cara mendapatkan uang secara mandiri. KEGOTONG-ROYONGAN WARGA terasa disana. Bukan saja cara mencari dana, pembangunan fisik Gereja juga. Tanpa mandor dan tukang, semua bekerja sukarela tanpa dibayar. Dan hasilnya bisa dilihat sendiri. Setelah bangunan Gereja megah berdiri. Lumbung Pirukunan tidak serta merta bubar. Masih terus berlangsung, meningkatkan kesejahteraan WARGA, terlebih dari jerat rentenir. Bahkan lebih maju lagi, hasil penjualan padi ditabung di Bank. Risalah 100 tahun Bank Tabungan Umum atau Nuts Spaarbank Jalan Jembatan Merah No. 3 Surabaya, mencatat nama Tuan Kyai Simeon Sadrana dari Mojowarno sebagai penabung pertama. cari Google Map Tidak ada salahnya kita sebagai generasi penerus NUNGGAK SEMI. Mengikuti jejak pendahulu. SemogaA Oleh: Hadiyanto, bit.ly Bagian 1: Koperasi Bagian 2: Lumbung Desa Bagian 3: Lumbung Miskin Bagian 4: Lumbung Pirukunan Bagian 5: Unduh-unduh ( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Lumbung Miskin - Catatan Ekonomi Gerakan Warga ( Bagian 3) 2 Ae Bocah Angon - H 16 PSBB.Sby 3 Ae Bawang Putih Lokal, yang terabaikan. 4 Ae Kampanye Sehat - H 23 PSBB.Sby 5 Ae Lumbung Desa - Catatan ekonomi gerakan warga ( Bagian 2)

    1. 17 Jul 2020
  • Unduh unduh Catatan Ekonomi Gerakan Warga Bagian 5 Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Unduh-unduh, Catatan Ekonomi Gerakan Warga (Bagian 5), Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Unduh-unduh Ae Catatan Ekonomi Gerakan Warga ( Bagian 5) Perjalanan Lumbung Miskin menjadi Lumbung Pirukunan akhirnya menjadi Unduh-unduh. WARGA menyebutnya sebagai perayaan ( RIYOYO) . Merayakan rasa syukur hasil panen ( biasanya dirayakan bulan Mei) . Unduh unduh dirayakan sekitar tahun 1930. Ketika Mojowarno menyatu dengan pasamuwan lainnya ( saat itu, 55 pasamuwan) dalam wadah MAJELIS AGUNG, 11 Desember 1931, Unduh-unduh ini ternyata juga diikuti oleh pasamuwan-pasamuwan lainnya, walaupun pasamuwan itu berada di perkotaan. Corak agraris Unduh-unduh bisa ditransformasikan dalam budaya perkotaan. Bahkan saat penutupan gereja karena corona ini, beberapa jemaat melaksanakan secara daring. Contoh saja, Jemaat Karangpilang-Surabaya melaksanakan lelang Unduh-unduh nya melalui medsos Facebook. Saat ini adalah saat yang tepat untuk menggerakkan perekonomian warga, terutama di pedesaan. Lihat saja Unduh-unduh di tempat asalnya Mojowarno sebelum pandemi. Dari sisi ekonomi, seperti pasar, pameran atau apa namanya. Kalau mau menghitung, berapa uang yang terkumpul. Belum lagi perputaran uang diluar halaman gereja. Tidak dipungkiri perputaran uang di negeri ini belum merata, masih terpusat di kota-kota besar saja. Unduh-unduh bisa menjadi sarana untuk menarik uang dari kota ke desa. Tamu-tamu dari kota perlu diundang ke perayaan Unduh-unduh, seperti investor mengeluarkan uangnya. Sehingga perputaran uang di desa semakin banyak. Efeknya perekonomian desa semakin marak. Begitu pentingnya Riyoyo Unduh-unduh ini ( sisi dana) , pada sidang Majelis Agung ke-22, di Blitar 28-30 April 1948 mengesahkan SERAT TATA LAN PRANATA. Dalam bab keuangan nya tertulis, setiap Pasamuwan diwajibkan menyetor kepada Majelis Agung ( MA) 1/3 dari pisungsung ( persembahan) Unduh-unduh dan hasil bumi, serta 1/9-nya di setor ke MD masing-masing. Dengan bertambahnya hari, memang jaman telah berubah. Tetapi Unduh-unduh masih layak dan bisa diandalkan. Tinggal bagaimana sekarang kita menerjemahkan sesuai perkembangan jaman. Tetapi perlu diingat, embrio-nya dari Lumbung Miskin. Warga Diakonia ( pasien) adalah warga yang seharusnya merasakannya. Salam patunggilan kang nyawiji. Oleh: Hadiyanto, bit.ly Bagian 1: Koperasi Bagian 2: Lumbung Desa Bagian 3: Lumbung Miskin Bagian 4: Lumbung Pirukunan Bagian 5: Unduh-unduh Baca selanjutnya: 1 Ae Berduri tapi Wangi 2 Ae Ajrih 3 Ae Menyikapi Pencobaan 4 Ae Lockdown 5 Ae Banyak Jalan Menuju Roma

    1. 17 Jul 2020
  • Dipilih Tuhan untuk Melayani Artikel Gerakan Warga GKJW gkjw
    Dipilih Tuhan untuk Melayani, Artikel, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Dipilih Tuhan untuk MelayaniSaudara yang terkasih, Kita dipilih untuk melayani, kita dipilih untuk menyelesaikan masalah, bukan malah menambah masalah. AuSampeyan iku di pilih supaya ngrewangi nyambut gawe, ojo malah ndhadekke gaweAy. Inilah prinsip dasar dari tujuan pemilihan dari dahulu sampai hari ini. Hal ini juga terjadi ketika Para Rasul memilih tujuh orang untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi.Dalam Kisah Para Rasul 6: 1-7 diceritakan bahwa ketika jumlah orang yang percaya bertambah banyak maka ada banyak orang miskin yang merasa diabaikan. Melihat situasi itu para rasul berkata, AuKami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani mejaAy ( ayat 2b) . Para Rasul bertindak cepat dengan memilih 7 orang untuk melayani orang-orang miskin, yang merasa terabaikan. Akibat dari tindakan itu maka AuFirman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyakAAu ( ayat 7a) .Saudara yang terkasih, Dalam situasi pandemi wabah virus corona covid-19 ini, yang berdampak pada krisis ekonomi, kemungkinan ada warga GKJW yang merasa terabaikan. Ada pelaku UMKM warga GKJW secara tiba-tiba harus menghentikan produksinya karena tidak bisa berjualan. Seorang karyawan tetap, yang sudah memiliki posisi yang mapan namun secara tiba-tiba di PHK oleh perusahaan. Akhirnya, dari hidup yang berkecukupan, tiba-tiba berubah menjadi hidup dalam kekurangan. Dalam kondisi yang demikian, bila kita tidak dapat melayani mereka semua, mereka merasa terabaikan.Sebenarnya sudah cukup banyak Dinas Pemerintah yang memberikan dukungan dan fasilitas kepada para pelaku UMKM, antara lain: Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dinas Tenaga Kerja, Dinas Pertanian dan Peternakan. Namun para pelaku UMKM ini TIDAK BERANI melangkah untuk mendapatkan fasilitas dari dinas-dinas tersebut, karena kurangnya jaringan, informasi serta prosedur yang harus dilalui. Kesulitan ini bisa diatasi bila kita mau meminta bantuan kepada warga GKJW yang bekerja di dinas, para wakil rakyat, serta para sahabat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan PEW.Karena itu, jika tenaga pelayan dari KPPJ dan Pokja PEW Jemaat dalam menghadapi situasi darurat ini masih kurang memadai, maka Majelis Jemaat bisa menambah kekuatan baru dari warga jemaat bisa membantu mencari solusi dengan mendapatkan terobosan baru. Majelis Jemaat bisa melibatkan warga jemaat yang bekerja di bidang pemerintahan, para wakil rakyat atau para pengusaha sebagai pembuka jalan yang menghubungkan dengan berbagai pihak.Caranya, Bapak/Ibu Pendeta Jemaat bisa berbicara dengan warganya yang bekerja di dinas, yang memberikan fasilitas kepada UMKM. Pendeta Jemaat bisa meminta warga jemaat tersebut sebagai informan untuk mencari dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya terkait program di dinas-dinas pemerintahan.Setelah informasi dirasa mencukupi, Bapak/Ibu Pendeta Jemaat bisa bertindak sebagai mediator dengan melakukan pertemuan bersama yang melibatkan Informan, pokja Pew Jemaat, para pelaku UKM Jemaat. Setelah informasi jelas dan lengkap maka informan, Pokja PEW, perwakilan UMKM dan Pendeta bisa menindak lanjuti untuk bertemu langsung dengan dinas yang dituju. Inilah salah satu solusi dengan menemukan terobosan baru.Saudara yang terkasih, Jika pelaku UMKM warga GKJW sudah mendapatkan informasi yang cukup dan jalan sudah dibuka maka di kemudian hari, mereka pasti berani berjalan sendiri untuk mendapatkan fasilitas dari dinas. Dengan demikian, kita dapat memberikan jalan keluar. Kita dipilih untuk melayani dengan memberikan jalan keluar yang terbaik. Dan Jika para pelaku UMKM warga GKJW ingin berjualan secara online, dapat mempromosikan produknya melalui embeumkm.comSemoga refleksi ini menjadi inspirasi untuk melakuan tindakan nyata terhadap warga GKJW yang merasa terabaikan di masa pandemi. Kiranya Tuhan memberikan hikmat dan semangat untuk melakukan pelayanan yang terbaik. Amin.Salam dan DoaPokja PEW GKJWPdt. Teguh Setyoadibersama komunitas UMKM warga GKJW serta etalase embeumkm.comembeumkm.com( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Memaknai Liturgi di Tengah Pandemi Sebagai Upaya Memperdalam Mistisisme2 Ae Ketika PHK PNS - H 2 PSBB.sby3 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita ( 2) 4 Ae Dokter Merawat Bangsa - H 25 PSBB.Sby5 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita ( 1)

    1. 15 Jul 2020
  • Allah Turut Bekerja Menolong Para Wanita Menjadi Alat Nya Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Allah Turut Bekerja, Menolong Para Wanita Menjadi Alat-Nya, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Allah Turut Bekerja, Menolong Para Wanita Menjadi Alat-NyaBACAAN: Yesaya 44: 1-5; Ibrani 2: 1-9.1. Salah satu versi AuKisah PenciptaanAy; tapi tidak di Alkitab, bercerita demikian: Suatu kali setelah Sang Hyang Pencipta selesai menciptakan laki-laki, maka Tuhan istirahat. Tiba-tiba laki-laki ciptaan-Nya yang ada di hutan itu menghadap Dia, sambil berkata: AuTuhan, saya hidup sebatang-kara. Rasanya tidak enak hidup sendirianAy. Begitulah kata si manusia lelaki ini. Tuhan menjawab: AyEmangnya kamu yakin ingin temanYAy. Jawab lelaki: AyIya Tuhan! Ay. AuBaiklahAy. Ketika si manusia lelaki itu tidur di hutan. Diam-diam Tuhan mengambil materi ciptaan yang sudah ada diambil-Nya sebagian-sebagian: Diambillah sifat lembut dari sulur-sulur dahan pohon Anggur. Juga diramu dengan keindahan bulu-bulu Merak nan anggun. Demikian juga diambilnya sebagian kekerasan hati singa dan ketegaran hati harimau. Maka jadilah makhluk baru yang dinamai perempuan. Ketika lelaki dipanggil Sang Tuhan dan diberitahu bahwa dia telah punya pasangan. Tanpa banyak kata, dengan gembira digandengnyalah perempuan itu masuk ke tengah hutan. Sekitar seminggu kemudian, lelaki itu mengadu kepada Tuhan, sambil membawa perempuan pasangannya itu ke hadapan-Nya. Lelaki itu berkata: AuTuhan, ternyata saya tidak mampu hidup bersama dia, perempuan ciptaanMu itu." Jawab Tuhan: AyMaksudmuYAy, AyYaaa, saya kembalikan saja pada-MU, karena dia cerewet, selalu merajuk! " begitu jawab si laki-laki.AuBaiklah Au; jawab Sang Hyang Pencipta. Lelaki itu pun kembali masuk ke hutan, menjalani hari-hari sendirian seperti sebelumnya. Tapi, tak lama; tiga hari kemudian. Si Lelaki itu ke luar hutan lagi, menemui Sang Hyang Pencipta tadi sambil merangsek maju, ia pun berkata: " Tuhan, saya ingin agar Engkau mengembalikan perempuan itu kepadaku lagi ! Ay. AuKenapa YAy; tanya Sang Tuhan. AuYaahhh, saya rindu senyum dan kerlingan matanya yang menawan. Saya suka bila dia berdandan. Saya rinduAAy, begitu kata si lelaki tersebut. Sang Pencipta kemudian memberikan kembali perempuan pasangan si Lelaki tersebut.Ketika angin sepoi-sepoi basa di siang yang teduh di bawah rerimbunan pohon. Sang Tuhan sedang santai bekerja membersihkan batang rotan. Tiba-tiba dari arah belakang Sang Hyang Pencipta itu, terdengar langkah dua manusia ciptaan-Nya itu; yang rupanya datang agak tergopoh-gopoh. Dan terdengar suara Lelaki: AuTuhan, saya tak bisa hidup dengan perempuan ciptaan-Mu ini ! Ay. Sang Tuhan, seolah tanpa respon apa-apa dengan tanpa menoleh, tapi DIA menjawab perkataan lelaki itu dengan kalem, demikian: " BENAR SEKALI KATA-KATAMU ITU. Bahwa kamu tidak bisa hidup DENGAN DIA khanY Tapi Aku juga mengatakan bahwa kamu juga tak bisa hidup TANPA dia! Silahkan kembali hidup berdua di hutan sana" . Demikianlah sahut Tuhan, sambil tetap membelakangi manusia dan terus bekerja ( Seolah AuGak Ngreken" manusia) .2. Saudaraku kisah diatas hanyalah dongeng. Namun cukup menggambarkan persoalan pelik kehidupan antara manusia berdosa lelaki dan perempuan hingga di masa kini, ketika mereka memang tidak pernah ( belum) menyadari, bahwa di satu sisi mereka adalah ciptaan yang dijuluki AuGambar TuhanAy, namun di sisi lain menunjuk kenyataan bahwa budaya kita manusia hingga era kita sekarang ini penuh dengan keberdosaan ( Egoisme, ketidak-sempurnaan, saling mencari kesalahan dll.) . Puji syukur, bahwa Tuhan telah datang memerdekakan kita dari kuasa dosa melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Yang kemudian berkat pengorbanan itu, kini tak ada lagi perbedaan ( posisi) manusia; yang dahulu dalam budaya AuPatriakhiAy ( Peran Lelaki sangat dominan) ; peran perempuan cenderung diremehkan. Demikian juga di dunia budaya sebaliknya AuMatriakhiAy. Barangkali perempuan didewakan ( Mothertokos) , yang mana lelaki harus tunduk pada perempuan. Jelas dipahami jikalau Tuhan Yesus sebetulnya telah merobohkan Autembok pemisah" perbedaan tajam yang menjadikan Lelaki dan Perempuan Ausaling menindasAy. Dalam Tuhan Yesus semua didamaikan dengan diri-Nya. Sehingga Rasul Paulus ketika berbicara tentang AuMANUSIA BARU" dalam Kristus, Paulus mengatakan: AuTak ada lagi perbedaan, apakah itu Orang Yunani ataupun Yahudi, bersunat maupun tak bersunat, Barbar maupun Skit, Budak maupun orang berdosa, Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatuAyA ( Kolose 3: 11) . Ini berarti citra manusia dikembalikan lagi seperti Allah menciptakan awal kejadian dunia ini ( Kejadian 1: 27) . Kalaupun sekarang dunia kita berbeda ( masih penuh keberdosaan) , berarti proses hidup adalah menuju ke kesempurnaan dunia baru, lelaki maupun perempuan berjuang bersama untuk mewujudkan dunia baru menuju alam sorgawi yang kekal. Ini berarti selama hidup di bumi ini, seharusnya merupakan perjuangan bahu membahu antara lelaki dan perempuan, bukannya malah saling menjatuhkan dan melibas satu-sama lainnya. Demikian juga dalam mewujudkan keluarga modern; keluarga Allah yang Auegaliter" ( emansipasipatoris) . Karena di dalam Yesus Tuhan, tak ada lagi posisi Autinggi-rendah" apalagi saling AumeremehkanAy. Justru kini harus saling menghargai Aumartabat, keunikan masing-masingAy. Kalaupun toh ada perbedaan fisik ( tubuh, reproduksi, peran dll) , justru itu dimaksudkan untuk saling melengkapi. Sehingga Rasul Paulus memakai istilah AuHupotasoAy; IAEEEO; hal istri Autunduk" pada suami, sebagaimana jemaat Tunduk pada Kristus ( Efesus 5: 22-33) . Pengertian Tunduk tidak sama dengan TAKLUK seperti musuh kalah perang. Melainkan mirip tradisi jepang, jikalau ketemu sesama manusia, segera dengan cepat menunduk dengan hormat. Dalam artian suaminya memang hidup setia, cerminan Kristus, istri mendahului memberi hormat. Nah, karena suami pun sebagai manusia sama banyak kelemahannya, semestinya ia berlaku juga menghormati isteri-nya yang setia, bagai jemaat setia pada Kristus.3. Betapa sejak era Israel dalam Kitab Perjanjian Lama, Tuhan sudah merancang kita sebagai umat yang diistimewakan buat penyelamatan alam semesta dengan cara hidup benar, termasuk dalam hidup berkeluarga. Pasti keluarga yang demikian bukan hanya diberkati ( fisik saja) namun menjadi jalan berkat ( utuh) bagi yang lain. Salah satunya bahwa Tuhan menghendaki kita serupa dengan Kristus. Kalaupun toh dalam kehidupan suami-isteri ada percekcokan. Hal itu bukan hanya soal mencari mana yang benar dan salah saja. Namun secara spiritual, apakah kita juga menjadikannya sebagai latihan menjaga Aukeseimbangan emosional, dengan memelihara kesehatan akal dan mental jugaAyY. Ibarat seorang pesilat, dia tidak hanya berlatih pada dasar-dasar jurus silat yang terus-terusan sama saja. Namun, berlatih Auginkang" ( peringan tubuh) selain juga Auguakang" ( tenaga dalam) , dan mungkin juga tehnik-tehnik canggih lainnya menjadikan dia sebagai seorang ahli silat ( pendekar) . Demikianlah kita dalam hal hidup tata-rohani ( iman) . Kita musti bertumbuh dan beriman semakin dewasa ( Bahasa Kitab Ibrani: AuSiap makan makanan kerasAy; Ibrani 5: 11-12) . Tak hanya menonjolkan AoBAPERANAo ( selalu bawa perasaan emosi negatip) seperti anak kecil yang belum dewasa. Sebaliknya, juga melatih berpikiran sehat ( positif) yang seimbang dengan pengalaman rohani bersama tuntunan Roh Kudus dalam kontemplasi ( doa-doa) kita ( Gal. 5: 22) . Menjadi serupa dengan Kristus; sebagaimana tanda salib, tidak kebetulan menjadi Auikon" Kristen. Bukankah itu tanda Aupenyangkalan diri" untuk merendahkan diri dihadapan semua orangY; sebagaimana suami terhadap istri dan sebaliknya. Bukan Aumenang-menangan" dalam relasi suami-istri, tapi Auwin-win solution" , semua sama-sama menang di dalam Kristus ! 4. Memang hingga masa kini ( jaman now) pun masih sering kita dengar pola hidup bermasyarakat-pun masih banyak Aubias gender" ( peng-anak-tirian jenis kelamin) . Dan umumnya perempuan-lah yang justru rentan untuk masalah ini. Andaikan ini benar, betapa lelaki juga perlu instropeksi ( menyalibkan) diri. Jikalau yang terjadi suasana sebaliknya, maka perempuan-lah yang juga ganti AoberintrospeksiAo ( menyalibkan) diri. Begitulah Aulingkaran malaikat" yang mestinya terjadi, Bukan Aulingkaran setan" yang terjadi. Karena di Era Perjanjian Lama, ditengah budaya ( kultur) keberdosaan-pun Tuhan masih berkenan memakai manusia sebagai partner-karya-Nya di bumi manusia, bukan hanya figure pria. Semisal era Hakim-hakim. Di kala Israel butuh pemimpin, sementara TIDAK ADA SATU PRIA ISRAEL yang siap menjadi pemimpin yang perkasa. Tuhan-pun berkenan memakai Deborah, sebagai Hakim ( Leader) bagi umat terkasih itu! . Cocog dengan arti Namanya: IBU dari ISRAEL ( Hakim 5: 7) . Dia-lah yang memback-up si Barak melawan tantara Kanaan ( Sisera; Hakim-hakim pasal 4) . Di Tangan Tuhan tak ada pria maupun perempuan. Siapa diperkenan, jadi ! 5. Dalam hal berpacu dalam Ausaling memerdekakan pasangannya" inilah, pasti Tuhan akan menolong orang yang mau menolong dirinya sendiri. Dalam Kitab Ibrani 2: 1-9, gambaran teladan Tuhan Yesus yang merendahkan diri serendah-rendahnya menjadi seorang hamba, karena ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya yang di sorga demi memenangkan manusia itu. Dilukiskan oleh Kitab Ibrani dengan kata-kata: AuSebetulnya siapakah manusia itu sehingga diindahkan-NyaY Tetapi, sedikit berada di bawah malaikat-malaikat, yang karena ketaatan-Nya itulah. Bapa di sorga mengangkat-nya menjadi Yang mulia, karena memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat ( ayat 6-7) . Jangan lupa, bahwa tujuan hidup kita kini juga adalah menuju sorga yang baka ( mulia) . Di mana suasana sorgawi itu dilukiskan terang-benderang, tak butuh sinar cahaya matahari, karena semuanya bersinar terang akibat kemuliaan Illahi yang menerangi semuanya. Tentu tak ada lagi perbedaan Augender" ( jenis kelamin) lelaki maupun perempuan ( Wahyu 21: 23) . Karena Tuhan telah semua menjadi diatas semuanya, siapa yang diperkenan Tuhan, pasti mulia. Selamat membangun keluarga Indah dan bahagia. Tuhan menolong perempuan sebagai partner sejati-Nya; sebagai Sang Pemilik kehidupan alam semesta ! .Bulan keluarga GKJW Lawang; Medio Juli 2020An. KPTJ GKJW Lawang; Pdt. Sistriantoembeumkm.com( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Gusti Mangertos Kabetahan Kita2 Ae Berpikir dan Bertindak Positif3 Ae Bersabar Dalam Penderitaan4 Ae Bersyukur sebagai Tanda Menghargai Tuhan yang Baik5 Ae Gesang Migunani Tumrap Sesami

    1. 15 Jul 2020
  • Memaknai Liturgi di Tengah Pandemi Sebagai Upaya Memperdalam Mistisisme
    Memaknai Liturgi di Tengah Pandemi Sebagai Upaya Memperdalam Mistisisme

    Kehadiran virus Corona-19 menjadi pandemic bagi dunia. Virus yang tak kasat mata bahkan mematikan tersebut berupa molekul-molekul yang dengan mudah menempel di tubuh manusia dan benda yang ada di sekitar manusia menjadi sumber kegaduhan dunia. Akibatnya, untuk memutus rantai penularan virus Corona-19 tersebut muncul peraturan dari pemerintah untuk melangsungkan pembatasan pertemuan sosial yang melibatkan massa atau pertemuan yang berkerumun dan menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kewaspadaan diri sendiri untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan membawa hand sanitizer jika berada di luar rumah. Tidak hanya itu saja, pemerintah di berbagai negara juga menetapkan lock down yaitu menutup akses keluar masuk wilayah atau daerah tertentu. Begitu juga di Indonesia, pemerintah menerapkan sosial distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) hingga New Normal. Dengan penerapan yang diberikan oleh pemerintah, ternyata sangat berpengaruh besar terhadap kegiatan masyarakat secara keseluruhan, seperti pelaksanaan sekolah dilakukan dari rumah, dikarenakan tidak adanya kegiatan bertatap muka secara langsung di kelas melainkan diganti dengan pertemuan online dari rumah. Beberapa pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung menjadi ditutup sementara, hingga terjadinya kasus PHK terhadap beberapa karyawan, namun ada juga beberapa pusat perbelanjaan yang hanya dibuka setengah hari. Tempat wisata menjadi ditutup karena tempat tersebut juga dapat mendatangkan banyak pengunjung. Dampak dari pandemi tersebut tidak hanya terasa oleh masyarakat saja namun negara juga merasakan dampaknya.Oleh karena mengikuti peraturan pemerintah untuk tidak berkerumun dengan membatasi pertemuan sosial, maka ibadah di gereja dilaksanakan secara online yang mengadopsi teknologi berbasis internet untuk dapat dijangkau oleh warga jemaat dari rumah masing-masing. Usaha gereja untuk tetap melakukan pewartaan firman Tuhan melalui teknologi berbasis internet merupakan tanggung jawab gereja dalam menjalankan tugasnya di dunia dan dengan sadar bahwa gereja sebagai realitas sosial tidak bisa melarikan diri dari peristiwa yang terjadi. Bahkan dengan usaha tersebut, sebagai bentuk semangat gereja yang semakin bangkit mewartakan firman Tuhan. Virus Corona yang mendunia ini rupanya tidak menghalangi gereja dalam mewartakan firman Tuhan, ketika gereja sadar akan misinya dan mampu bangkit dari keterpurukan. Mungkin bagi beberapa orang yang sudah akrab dengan teknologi berbasis internet dan sering mendengar khotbah beberapa pendeta tersebut bukanlah hal yang baru, namun bagi beberapa masyarakat yang baru mengenal teknologi berbasis internet dengan mengikuti ibadah yang berlangsung secara online menjadi hal yang baru bagi mereka, walaupun sebenarnya sebelum pandemi hadir sudah banyak pendeta yang memanfaatkan teknologi berbasis internet sebagai sarana pewartaan firman Tuhan. Kita juga perlu menyadari bahwa tak ada sesuatu yang baru di bawah Matahari ( Pengkhotbah 1: 9) .Hal yang terjadi di tengah pandemi nampaknya bukanlah suatu perubahan baru. Semula kita bisa melakukan persekutuan ibadah bersama di gedung gereja, namun saat ini harus melakukannya di rumah masing-masing bersama keluarga. Tampaknya semakin jelas bahwa gereja tidak hanya terlihat dan terbatas pada gedung saja melainkan juga peran warga jemaat yang juga terlibat aktif dalam persekutuan. Selain hal tersebut, yang dikatakan perubahan baru di tengah pandemi saat ini dengan berlangsungnya ibadah dari rumah masing-masing sebenarnya mengingatkan kita pada kondisi jemaat kristen mula-mula yang terpencar di berbagai tempat, untuk memperdalam dan memelihara imannya melalui peribadatan di rumah bersama keluarga. Esensi jemaat mula-mula merupakan keluarga dan komunitas. Komunitas merupakan kehendak Tuhan yang hadir dan lahir dari keluarga orang percaya dan keluarga merupakan tempat Allah menyatakan diri-Nya. Jemaat mula-mula menekankan pada pertumbuhan bersama sebagai keluarga Kerajaan Allah. Mengingat pemeliharaan iman yang dilakukan jemaat mula-mula, seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa tak ada sesuatu yang baru di bawah Matahari. Liturgi peribadatan saat ini di tengah pandemi memanglah dikemas sedemikian rupa untuk mempermudah warga jemaat mengikuti Ibadah dari rumah masing-masing tanpa kehilangan kekhusyukan dalam menyembah dan memuji Tuhan. Liturgi online masa kini sebagai sarana gereja melangsungkan pewartaan firman Tuhan yang menuntun warga jemaat untuk masuk dalam hadirat Tuhan sebagai upaya warga jemaat memperdalam mistisisme melalui pemaknaan liturgi yang diikuti secara online. Perlu dipertegas bahwa liturgi secara online sudah seharusnya mampu membawa jemaat mengalami dan menghayati Imannya hingga merasakan perjumpaan dengan Tuhan ( mistisisme) .Upaya memperdalam mistisisme yang diharapkan oleh warga jemaat, tentunya dijembatani oleh liturgi gereja yang memperhatikan dan menelaah liturgi menurut segi historisnya, baik sejarah liturgi ataupun sejarah gereja. Pada dasarnya, liturgi merefleksikan dua segi komunikasi yaitu perjumpaan Allah dan umat beriman. Melihat kondisi tatanan masyarakat yang tidak melangsungkan ibadah secara langsung di gereja melainkan berlangsunya Ibadah di rumah dengan tuntunan liturgi online, menunjukkan bahwa liturgi selalu dihadirkan dan dirayakan oleh warga jemaat dengan segala keprihatinan dan permasalahan hidupnya, sehingga liturgi Gereja dalam suasana apapun dapat dipahami oleh warga jemaat dan dapat dilaksanakan oleh warga jemaat secara praktis guna dapat membangun kehidupan Iman warga Jemaat. Sejatinya, liturgi tidak tidak akan pernah terlepas dari kehidupan spiritualitas warga jemaat yang selalu berupaya membangun kehidupan Imannya. Walaupun, dalam liturgi terdapat khotbah-sentris yang selalu ditunggu oleh warga jemaat untuk mendengarkan firman Tuhan dan mendapatkan pesan dari Firman Tuhan sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan, namun liturgi yang tersusun dari awal hingga akhir merupakan satu kesatuan dalam pewartaan firman Tuhan. Jadi, Liturgi bukanlah the last but not least sebagai upaya menghantarkan warga jemaat memperdalam mistisisme.Banyuwangi, 14 Juli 2020Oleh: Sri Rahayu( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Ketika PHK PNS - H 2 PSBB.sby2 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita ( 2) 3 Ae Dokter Merawat Bangsa - H 25 PSBB.Sby4 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita ( 1) 5 Ae Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita ( 3)

    1. 15 Jul 2020
  • Kemurnian Hati untuk Mengasihi Tuhan dan Sesama Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Kemurnian Hati untuk Mengasihi Tuhan dan Sesama, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Bacaan : Matius 5: 21-37Saudara-saudara yang diaksihi oleh Tuhan Yesus, Ketika sedang berada di tempat umum, pastinya kita pernah menemui ada kalimat-kalimat peringatan yang di tempel di tembok maupun pintu masuk untuk menunjukkan suatu larangan tertentu. Misalnya saja, ketika kita sedang melewati jembatan yang dialiri sungai deras dan bersih terpasang papan yang bertuliskan " dilarang membuang sampah di sungai" . Namun, masih saja ada orang yang tidak memperhatikan tulisan tersebut sehingga tetap membuang sampah di sungai. Atau melewati daerah Alun-alun kota Malang dan berencana duduk santai bersama keluarga di tempat tersebut. Coba amati, di bagian pinggir alun-alun tersebut ada papan yang bertuliskan " Dilarang berjualan di tempat ini" .Pernahkan bapak, ibu melihat tulisan tersebut saat singgah atau lewat Alun-Alun tersebutY ( coba tanyakan dan minta warga meresponnya) . Nah, apa yang terjadi dengan perintah larangan tersebutY Di taatikahY Nyatanya tidak. Masih banyak yang tidak menaatinya, bahkan secara terang-terangan melanggar larangan tersebut. Sebenarnya, apa yang terjadi sehingga masih banyak orang memaknai suatu peraturan atau larangan dengan mudah melanggarnyaY Saudara-saudara yang terkasih, Firman Tuhan Hari ini mengenai peraturan atau hukum yang dibuat oleh Tuhan Yesus dalam bacaan Injil ini. Jangan membunuh, jangan berzinah, dan bersumpah adalah bagian yang mengisi bacaan kita hari ini. Selain hukum yang disampaikan tersebut, Tuhan Yesus menambahkan hukum perintah Allah. Hukum tambahan itu merupakan jiwa yang mendasari dan mencegah pelangaran terhadap hukum perintah Allah tersebut. Hukum tambahan Kristus juga diberikan dengan maksud supaya umat manusia jangan mudah melanggar hukum Allah. Sebab konsekwensi atau hukuman terhadap pelanggaran itu sangat berat. Dalam bacaan 1 ( Ulangan 30: 15-20) disebutkan konsekwensi pelanggaran itu, yakni kecelakaan atau kematian atau kutukan. Hukum tambahan Kristus diberikan dengan dasar kasih-Nya kepada umat. Tuhan Yesus menginginkan umat-Nya bisa terhindar dari hukuman berat, dari kematian akibat melanggar hukuman Allah. Terhadap hukum " Jangan membunuh" Tuhan Yesus menambahkan bahwa setiap orang yang marah kepada saudaranya harus dihukum. Sebab, kemarahan adalah penyebab awal terjadinya pembunuhan. Tidak ada pembunuhan yang terjadi tanpa adanya kemarahan pada diri pelakunya, baik yang membunuh orang lain, membunuh dirinya sendiri atau yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan.Begitu juga yang menghina saudaranya yang mengatakan saudaranya " kafir" atau " jahil" juga harus dihukum. Dua kata hinaan itu bisa memicu kemarahan dan kemudian jika memuncak akan menyebabkan orang melakukan pembunuhan. Jadi, perkataan atau perbuatan yang menyebabkan orang menjadi marah, apalagi kemudian menyebabkan orang melakukan pembunuhan adalah termasuk kejahatan yang harus dihukum. Karena itu, sebaiknya kita senantiasa bisa menjaga setiap perkataan dan perbuatan kita supaya senantiasa membawa damai sejahtera bagi orang lain. Dan senantiasa meminta tuntunan Roh Kudus dalam kehidupan kita setiap harinya.Terhadap hukum " Jangan berzinah" Tuhan Yesus menambahkan " Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" . Pandangan mata dengan orang lain disertai nafsu itulah yang menjadi awal penyebab terjadinya perzinahan. Tuhan menghendaki kesucian hidup umat-Nya, kesucian dan kesatuan hidup rumah tangga bentukan-Nya supaya jangan sampai terjadi perceraian. Oleh karena itu, Tuhan Yesus menghendaki para pengikut-Nya mengendalikan mata dan seluruh anggota tubuhnya supaya jangan sampai terjatuh pada dosa dan pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.Terhadap perintah " Jangan bersumpah" Tuhan Yesus menambahkan perintah " Jika Ya, hendaklah kamu katakan Ya. Jika tidak hendaklah kamu katakan tidak" . Tuhan Yesus menghendaki kejujuran ada dalam diri setiap umat-Nya. Tuhan Yesus memberikan teladan perbuatan baik melebihi dari hukum yang tertulis dengan tindakan nyata dan bukan hanya sebuah hukum yang dihafalkan tetapi tanpa dikerjakan.Intinya Tuhan Yesus menghendaki umat terkasihNya, menjalani kehidupan ini berawal dari HATI, yaitu Hati yang bersih mampu memandang setiap orang lain adalah layak untuk dikasihi dan dihargai. Jika kehidupan diawali dengan kesucian hati, maka melakukan hukum2 Tuhan adalah bukan hal yang sulit.Dan memiliki kesetiaan kepada Tuhan dengan sungguh2 akan memurnikan hati kita, dan mengarahkan hidup kita kepada kehidupan yang penuh damai sejahtera. Maka, lewat fiman hari ini mari kita berkomitmen untuk menghargai dan mengasihi orang lain dengan sungguh2. Karena dengan menghargai dan mengasihi orang lain berarti kita juga telah menghormati dan mengasihi penciptaNya. Dan selanjutnya kita setia kepada firman Allah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Karena Firman Tuhan akan memurnikan hati dan kehidupan kita.Tuhan Yesus memberkati. Amin.( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Membatasi2 Ae Berduri tapi Wangi3 Ae Refleksi rumahan #28: Para Penggeledah4 Ae Menyikapi Pencobaan5 Ae Berjumpa dengan Tuhan Yesus secara Pribadi

    1. 10 Jul 2020
  • Membatasi Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Membatasi, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    MembatasiAu Apa Allah itu ada YAy tanya seorang MarxisAuTentu tidak seperti yang dipikirkan oleh rakyat, Ay jawab Sang Guru.AuSiapa yang anda maksud, bila anda menyebut rakyatYAyAuSiapa- siapa saja.Ay( Dikutip dari buku AuSejenak bijakAy, oleh Anthony de mello sj; KANISIUS, 1987, hal. 193) .Bacaan :a. Kejadian 25: 19- 34b. Roma 8: 1- 11c. Matius 13: 1-9; 18- 23. 1. Dialog singkat dengan judul: AyMembatasiAy di atas adalah karangan Romo ( Pastor) Katholik yang cukup menggambarkan persoalan manusia terkait dengan Sang Hyang Widhi; Tuhan Allah penguasa kehidupan yang tak mungkin dibatasi PIKIRAN MANUSIA saja. Bahwa misteri ada atau tidaknya penguasa diluar diri manusia bahkan diluar AunaturAy ( alam semesta) ini akan terus menjadi pergumulan sepanjang peradaban manusia di bumi. Marxis adalah seseorang yang mengikuti pendapat ahli sosiologi, filsuf , ahli ekonomi, ahli teori politik, jurnalis; bernama KARL MARX. Dia yang lahir Trier, di Jerman tanggal 05 Mei 1818 dan meninggal di Inggris tanggal 14 Maret 1883; sebagai keturunan Yahudi. Yang tidak percaya adanya Tuhan. Agama hanyalah AuilusiAy dan candu bagi masyarakat, begitulah pendapat Marx. Ia menganalisa struktur masyarakat abad 18-19 yang menurutnya tercipta karena adanya pertentangan kelas Borjuis dengan kelas buruh akibat revolusi industri. Sehingga tujuan hidup adalah penghapusan kelas-kelas di masyarakat tersebut. Agama tidak diperlukan, karena TUHAN tidak ada. Begitulah pendapat Karl Marx. Ajaran yang demikian aliran maupun pahamnya disebut MARXISME. Marxis adalah pengikutnya. Secara lengkap pendapat Karl Marx bisa dibaca di dalam bukunya yang aslinya berbahasa Jerman dengan judul AuDAS KAPITALAy ( Modal) .2. Dialog di atas cukup melukiskan juga persoalan pendidikan spiritual di dalamnya agama yang memang berdasarkan keyakinan kepada Tuhan, yang di Indonesia, diwajibkan bagi seseorang memeluk salah satu agama yang diakui Pemerintah. Berbeda dengan di negeri berhaluan komunis seperti di Korea Utara, China, Rusia dll. Bahkan Amerika, suatu negeri yang liberal ( bebas) yang memang membolehkan warga negaranya hidup beragama atau tidak. Di Amerika yang utama harus taat pada hukum ( Konstitusi Amerika) serta membayar pajak. Dalam negeri yang berhaluan komunis, tidak berarti warganya semua tidak percaya Tuhan, bukan. Tentu banyak warga China, Rusia yang beragama seperti: Kristen, Islam, Budha, dll. Nah era kita sekarang ini, banyak orang mungkin ber-AuKTPAy bertuhan. Tapi dalam praktek hidupnya ternyata tidak mencerminkan AuTuhanAy yang dimaksudkan dalam nama KTP-nya. Misal, perilaku koruptif sulit dihapus di negeri kita, jangan-jangan perbuatan AungemplangAy uang orang lain, itu dianggap AubiasaAy bagi koruptor, dan tidak merasa berdosa. Karena Auyang lainAy dianggap sama, asumsi mereka banyak yang juga melakukan demikian.3. Persoalan, bagaimana kita Aumerasakan kehadiran Tuhan dengan berkat-berkat-NyaAyA pastilah tidak mudah, sebagaimana dilukiskan dialog singkat karangan Bapak Anthony de mello SJ. di atas. Orang tidak bertuhan ( Marxis; atheis) mengira Tuhan BISA DIBATASI bahkan mungkin bisa DIHAPUSKAN dari pikiran manusia ( rakyat) . Terlepas bahwa tentu tidak semua pendapatnya Karl Marx itu keliru. Ada sebagian yang mungkin saja benar. Semisal sistem ekonomi yang mestinya berfungsi menyejahterakan rakyat. Tapi yang terjadi kekayaan hanya AudikuasaiAy beberapa manusia.Alhasil, di satu sisi beberapa gelintir orang bisa kaya-raya. Sebaliknya banyak orang hidup dalam sangat miskin, makan saja kadang-kadang. Jika itu terjadi, maka system itu memang perlu dikritisi: Benar atau tidak. Jika benar tentu perlu ada upaya nyata melalui cara ( sistem) demokrasi bisa merubah bersama sebagaimana landasan prinsip AuKeadilan Sosial bagi semua orangAy.Dalam berproses itulah, nilai keimanan warga masyarakat sangat menentukan konsep Aubersama menuju kesejahteraan BersamaAy dengan tanpa lepas dari keyakinan BAHWA SANG TUHAN itulah pemilik kehidupan. Bukan menggunakan sistem komunisme. Nah dalam kehidupan berbangsa konsensus Pancasila dan konstitusi UUD 1945 sebagai landasan Idiil tentu menjadi bingkai utama membentuk masyarakat dan bangsa kita di Indonesia tercinta ini.4. Era REVOLUSI INDUSTRI jilid 4.0 yang sekarang dibentuklah struktur kehidupan dengan majunya teknologi masa kini. Suatu hal yang tentu juga akan mempengaruhi pergumulan Pendidikan Rohani ( spiritual) warga gereja termasuk dalam kehidupan keluarga kita.Bacaan dalam bagian Kitab Roma Rasul Paulus mengungkapkan tentang bagaimana hidup kekristenan yang sudah di-AymerdekakanAy Tuhan Yesus sebagai Sang Imanuel ( Roma 8 : 10) untuk Tuhan. Kita memang sudah dimerdekakan dari dosa, tapi kemerdekaan itu TIDAK DIMAKSUDKAN justru BEBAS BERBUAT DOSA, TIDAK ( Galatia 5: 13) . Melainkan sebagai kesempatan berbuat baik dan benar bersama Tuhan Yesus ikut menghadirkan pemerintahan Allah di bumi yang ditandai saling mengasihi diantara sesama ciptaan. Dalam era Revolusi Industri 4.0 ini, atmosfer kemerdekaan ada di seputar kehidupan kita juga. Semisal dengan Aukecerdasan InternetAy, kita cukup AuklikAy di situs internet apa saja informasi bisa kita dapatkan. Ada banyak hal yang baik kita dapatkan, tapi yang jahat juga juga banyak.Demikian juga informasi hal AoTUHANAo penjelasan dari pelbagai sudut keilmuan semuanya ada. Sebagai manusia bebas, seseorang memang bisa mengakses pilihan-pilihannya sendiri. Dari segi knowledge ( pengetahuan) ini meringankan tugas orang-tua dalam hal pendidikan agama anak-anaknya. Namun manusia itu bukanlah robot-robot AumatiAy yang bisa di AusetelAy otomatis sebagaimana Austruktur-strukturAy kehidupan yang dianalogikan Karl Marx.Tuhan Sang Penguasa semesta alam. Bisa saja Aumemakai sarana Covid- 19Ay untuk AumemurnikanAy keimanan seseorang. Dalam hal kematian manusia yang terjadi sekarang seperti Auderet ukurAy matematika, menunjukkan bahwa tidak sepenuhnya manusia bisa berdaya menghadapi situasi ini tanpa pertolongan Tuhan. Bahwa orang beriman tetap teguh percaya bahwa hidup dan mati kita adalah milik Tuhan. Demikian juga, Tuhan sanggup memberikan kemampuan kepada manusia untuk menemukan vaksin penangkal Covid- 19, ini pasti kita yakini. Ini hanya soal waktu. Yang bagi penganut atheism ( Tak ber-Tuhan) tentu hal ini TIDAK MASUK AKAL. Karena itu Pendidikan spiritual di bulan Keluarga di gereja kita, kita semua diingatkan oleh Yoshua dalam Kitab Yoshua 24: 15, bahwa hendaklah keluarga kita hanya berfokus pada Sang Tuhan.5. Teladan keluarga Ishak dan Ribka dalam Kitab Kejadian 25: 19 Ae 34 menceritakan, bagaimana pergumulan Ishak yang sudah 20 tahun menikah, belum juga dikaruniai putra. Padahal sama dengan bapaknya, si Abraham, Ishak juga dijanjikan memiliki keturunan juga. Sementara ia sudah berumur 60 tahun. Akhirnya melalui doa dan kesetiaan mereka, Tuhan pun berkenan mengaruniakan anak juga. Bahwa anaknya lahir kembar, dalam sikon yang sulit. Menunjukkan betapa persoalan keluarga AuberimanAy pun tak kan pernah lepas dari AumasalahAy.Demikianlah juga persoalan keluarga-keluarga Kristiani masa kini, tak jauh beda. Satu persoalan baru selesai, soal yang lain sudah muncul pula yang baru. Hal pentingnya memelihara kesetiaan pada Allah sebagaimana diteladankan Yoshua, sekarang penting bagi kita. Tuhan Yesus melukiskan keluarga yang diberkati bahkan menjadi jalan berkat bagi orang lain dan sesama ciptaan lainnya adalah dengan cara memelihara Sabda Tuhan.Dalam hal ini metafora ( kiasan) dunia pertanian sehari-hari dipakai oleh Yesus. Bagaimana Firman Tuhan yang adalah pelita bagi kaki kita dan pengarah di jalan hidup kita ( Mazmur 119: 105) akan selalu menyegarkan hidup kita sekalipun terkadang AulesuAy di tengah pandemic Covid- 19. Sabda Tuhan yang dilukiskan Tuhan Yesus bagai benih yang ditaburkan oleh petani. Taburan benih, ada yang jauh di tanah tandus. Sebentar tumbuh, dilibas AugulmaAy sudah mati. Ada yang di tanah kering, belum sempat tumbuh sudah di AupatukAy( makan) burung/ ayam. Tapi benih yang jatuh di tanah yang subur ( Bhs. Jawa AugemburAy) , dijamin, benih itu tumbuh segar, normal, sehat dan saatnya pasti berbuah banyak. 6. Tugas kita para orang tua sekarang ini adalah menjadikan keluarganya menjadi tempat AupersemaianAy benih yang tumbuh subur, karena memang diciptakan ruang Pendidikan keluarganya sehat. Sikap AodemokratisAo yang ditunjukkan Yoshua, tapi juga tegas AuTeokratisAy ( Menyembah Tuhan saja; Ulangan 6: 4) ini menjadi pembelajaran buat kita para orang-tua. Sarana internet, komputer, gadget yang canggih bisa jadi sangat membantu kita dalam hal ini. Tapi sebaliknya, jika tanpa teladan Etis, malah berbalik menjadi AuLaknatAy. Selamat mencangkul. Menggaru, menyiangi tanaman milik Tuhan agar tumbuh sehat, karena disiapi juga TANAH YANG GEMBUR ! .LAWANG, 09 JULI 2020. A.n. KPTJ GKJW LAWANG; Pdt. Sistrianto STh.( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Berduri tapi Wangi2 Ae Berjumpa dengan Tuhan Yesus secara Pribadi3 Ae Menjadi Sahabat Allah4 Ae Lockdown5 Ae Ajrih

    1. 10 Jul 2020
  • Berduri tapi Wangi Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Berduri tapi Wangi, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Berduri tapi WangiBacaan: Keluaran 3 :1-6 dan Roma 2 : 12-16.1. Sepanjang hidup kita manusia di bumi, pada dasarnya selalu diperhadapkan pada AumisteriAy tentang Tuhan. Suatu kekuatan yang melebihi alam AunaturAy yang kita kenal. Sehingga sering juga disebut dengan istilah AuSupranaturalAy. Bahwa pengenalan terhadap AuSang TuhanAy itu oleh sebagian orang didapatkan melalui Autanda-tanda alamAy yang ada; sehingga muncullah apa yang disebut dengan AuPantheismeAy.Adalagi yang memahami Tuhan melalui Aulaku hidup bertarakAy ( Asketisme) , juga penghayatan filosofis lainnya sehingga ada paham AuagamaAy yang menekankan perenungan batin yang mendalam sebagaimana munculnya paham yang dinamakan AuKebatinanAy, dll. Hal pengenalan secara fenomenologis tersebut oleh Rasul Paulus dalam Roma 2 : 12-16 menyebutnya AuTaurat yang ada di batin manusiaAy. Sekalipun bukanlah keturunan AuRomoAy atau Bapak Ibrahim ( Abraham) , manusia di hatinya Auditaruh TauratAy itu.2. Bahwa sepanjang peradaban manusia Allah berupaya pro-aktif AumencariAy dan mencari terus manusia Pendosa agar mau diselamatkan dari kekuatan yang jahat ( Iblis) , nampak pada kesaksian Alkitab, bahwa Allah selalu mencari Adam dan Hawa yang telah jatuh dari dosa ( Kejadian 3: 9) . Sekali lagi kisah itu disaksikan juga dalam Kitab Keluaran 3: 1-6 bagaimana pemilihan Allah terhadap sosok Musa yang memang melalui lika-liku kehidupan Musa, Tuhan berkenan membentuk karakter seorang pemimpin sekaliber Musa.Musa Pemimpin Umat di Aujalan AllahAy ( Religius) sekaligus pemuka politis dalam perjalanan di padang gurun selama 40 tahun; konfederasi suku-suku Israel kuno ( PL) , menyatu sebagai satu bagian AuNation buildingAy ( Bangunan Bangsa) yang solid memasuki tanah Perjanjian di Kanaan. Hal yang saat di era kita-pun adalah hakikat Sang Tuhan Yang Maha Pengasih, penuh belas kasih dan keadilan ( Kesetiaan; Bhs. Ibrani AuKhesed wa EmethAy) .Hal tersebut dilakukan Tuhan, demi penyelamatan umat se-dunia ini. Terbebas dari belenggu dosa dan kejahatan. Untuk AumenuntunAy umat yang demikian, melalui Musa, Tuhan memang memberikan HUKUM KEHIDUPAN ( Taurat) . Yang kelak ternyata lewat ketidak-setiaan Umat ( Israel) juga, Taurat AudiselewengkanAy menjadi hukum-hukum Auyang mematikanAy ( Hipokrit-legalistik) . Sehingga Tuhan proaktif lewat Aujalan sengsara YesusAy; IA berkenan memberikan pemerdekaan dengan jaminan darah-kematian dan kekudusan-Nya.3. Barangkali tidak kebetulan, jikalau Allah ketika berkenan menampakkan diri kepada Musa, muncul dalam wujud semak duri yang terbakar, namun tidak menjadi arang ( Keluaran 3:2) . Agaknya bisa dilukiskan demikian juga hukum-hukum kehidupan pemberian Allah yang dijadikan tuntunan hidup manusia mengarah pada KEMERDEKAAN totalitas hidup manusia ( Yohanes 8: 36) .Jika kita renungkan salah-satu bunyi Hukum Taurat Tuhan, seperti AuKuduskanlah hari SabatAy. Secara logis, bagi seorang usahawan yang Aumata duitanAy, hukum ini tidak masuk akal. Sebab seperti hari minggu yang umumnya dikenal sebagai hari liburan manusia. Banyak orang justru santai; jalan-jalan sambil membelanjakan uang. Sementara orang Kristiani mestinya justru mengutamakan Kebaktian, bukan malah berjualan mencari laba saja. Tentu perintah untuk menutup kios di hari minggu, bisa AumenyakitkanAy hati, bagaikan duri dalam daging.Namun, jikalau kita renungkan lebih dalam. Bukankah manusia itu terdiri dari TUBUH-JIWA dan ROH. Artinya, kebahagiaan hidup tak hanya ditemukan pada tersedianya uang saja, sekalipun, siapapun pasti butuh uang sebagai Ausarana hidupAy.Hari Minggu di Negeri Eropa semisal ( yang penulis tahu) di Jerman. Hari Minggu semua toko, perusahaan apapun tutup. Karena AuSonntagAy ( Minggu) dalam Bahasa Inggris disebut AuHolidayAo dari kata AuHolyAy artinya Suci. Adapun AudayAy artinya Hari. Jadi hari minggu adalah hari yang dipakai manusia untuk di-AukhususkanAy ( kudus= Qadoshy) beribadah kepada Tuhan. Bahwa kemudian hari, diartikan HANYA SEBATAS untuk HARI LIBUR yang identik dengan Auongkang-ongkang di rumahAy ( juga di Eropa) . Hal itu menjadikan AuHOLIDAYAy mengalami AudegradasiAy ( penurunan) arti kata yang sesungguhnya ( asalnya) ! 4. Di masa Pandemi Covid-19, banyak orang mengalami depresi. Bisa jadi karena selama ini memang motivasi hidupnya hanya demi uang. Atau bisa juga Aumemuja kenikmatan demi kenikmatanAy ( hedonis) . AuTradisi bertarakAy ( puasa) menahan diri dari keinginan yang menyesatkan menjadi hal yang sulit ( langka) di masa sekarang ini. Maka ketika ada wabah Corona seperti sekarang. Terlalu sulit untuk Aumengendalikan diriAy, termasuk upaya ikut memelihara kesehatan sahabat, sesama, tetangga dan semesta. Jangankan orang lain. Hidupnya sendiri AudicuekinAy. Sehingga orang bisa ditulari Auvirus negatip iniAy dengan prinsip: AyMati yo karepmu, urip yo karepmu! Ay.Sementara Tuhan Yesus datang ke dunia ini justru mengajari kita untuk BAGAIMANA KITA BISA HIDUP, KARENA SESAMA KITA JUGA INGIN HIDUP BAHAGIA! . Nah, untuk menuju hidup yang mengenal Tuhan sedemikian rupa di Kitab Perjanjian Lama disaksikan bahwa kita membutuhkan Sabda Tuhan sebagai suluh ( terang) penuntun hidup kita ( Mazmur 119: 105 dan 112) . Sabda Tuhan terkadang memang menghibur kita. Tapi pada saat tertentu ternyata bisa AumenyengatAy kita, seperti saat kita mengambil bunga mawar, terkadang tertusuk duri juga.Karena Sabda Tuhan memang juga bermakna MEMBETULKAN LAKU KITA DARI KELAKUKAN YANG SALAH agar kita memperoleh kehidupan ( 2 Timotius 3 : 16; Amsal 27: 6; Ayub 5: 17-18) , sekalipun saat kita ditegur merasa sakit. Tuhan-pun menganggap kita sebagai anak-anak yang istimewa justru karena dikasihi-Nya. Seperti paku yang lurus misalnya, agar bisa menancap pada Kasih Dia yang Maha Perkasa. Terkadang kita-pun AudipukulnyaAy, dan itu sakit. Jika anda tidak pernah Audipukul AllahAy termasuk melalui pandemik sekarang ini. Jangan-jangan kita anak-anak yang sudah tidak digubris Tuhan. Artinya telah menjadi paku yang bengkok-bengkok. Tiada gunanya selain didaur ulang di dapur peleburan besi. ( Ibrani 12: 7-8) . 5. Sabda Tuhan agaknya bagaikan bunga mawar berduri. Terkadang menyakitkan, namun tetap membawa sukacita bebauan yang mewangi dalam kehidupan ini. Selamat mentaati Sabda Tuhan, sekalipun terkadang AumenyakitkanAy! .KPTJ GKJW LAWANG; Sistrianto.embeumkm.com( image) Baca selanjutnya: 1 Ae Membatasi2 Ae Berjumpa dengan Tuhan Yesus secara Pribadi3 Ae Menjadi Sahabat Allah4 Ae Lockdown5 Ae Ajrih

    1. 10 Jul 2020

Other items

  1. UDAH CANTIK SUARANYA MERDU shorts wanitacantik coverlagu hijaudaun Feeds GKJW
  2. Ibadah Nuansa Pemuda Ae Ibadah Minggu 27 Maret 2022 GKJW Ngagel LIVE
    Ibadah Nuansa Pemuda Ae Ibadah Minggu 27 Maret 2022 GKJW Ngagel (LIVE)

    GKJW Feeds - Ibadah Minggu GKJW Ae Pdt. Kristanto, S.Th Ae Kasih Perdamaian Allah Ae 27 Maret 2022 Warta Jemaat : https://drive.google.com/file/d/15gmeaq2h-LP3MjGH_LbAJFABv4Ups9pw/view Mari kita datang beribadah, menyembah dan memuji Tuhan bersama. Ibadah Minggu akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Ibadah Minggu ini dilaksanakan secara Hybrid, yaitu dengan sistem onsite yang terbatas dan online. Sistem ibadah onsite hanya jika sudah mendaftar melalui Ketua Wilayah ( Warga Jemaat Ngagel) dan Bagian Kantor Sekretariat ( Bagi Warga Tamu/Simpatisan) . Pendaftaran juga dapat melalui Website Pendaftaran Ibadah Online. A Website Pendaftaran Ibadah Online https://bit.ly/daftargkjwngagel A Bambang Heryanto/Wilayah 1 https://bit.ly/KaWil1GKJWN A Prasetyo Utomo/Wilayah 2 https://bit.ly/KaWil2GKJWN A Kuntjoro/Wilayah 3 https://bit.ly/KaWil3GKJWN A Bambang Cukup/Wilayah 4 https://bit.ly/KaWil4GKJWN A Nila/Sekretariat Gereja https://bit.ly/Sekretariat1GKJWN A Didik/Sekretariat Gereja https://bit.ly/Sekretariat2GKJWN Terkait persembahan pada Ibadah Keluarga di rumah : 1. Dapat dikumpulkan sementara oleh keluarga masing-masing dan pada saat yang memungkinkan bisa dibawa ke Gereja. 2. Apabila berkenan untuk mentransfer ke rekening Gereja dipersilahkan ( an. GKJW NGAGEL SURABAYA - BANK CIMB NIAGA - NO. REK 800005579800) 3. Apabila menghendaki konfirmasi persembahan bisa disampaikan melalui WhatsApp kepada : A Bendahara 1/Bpk Catur : 0811371033 A Bendahara 2/Ibu Titik : 085230524140 A Bendahara 3/Ibu Sri Kusniati : 0811342556 Bila anggota jemaat/simpatisan tidak dapat melakukan transfer, maka persembahan dapat disimpan dan dipersembahkan langsung pada kebaktian di gereja. Tuhan Yesus Memberkati. Subscribe channel YouTube GKJW Ngagel untuk mendapatkan informasi seputar Gereja GKJW Ngagel.

    1. 25 Mar 2022
    2. GKJW Ngagel
  3. Kamu bisa menumbuhkan segala hal dengan kiat berkebun yang luar biasa ini Feeds GKJW
    Kamu bisa menumbuhkan segala hal dengan kiat berkebun yang luar biasa ini!

    Kiat berkebun yang pasti akan kamu sukai! Tips dan trik keren yang bisa kamu coba di kebunmu. Kamu pasti akan merasa terbantu! 1:03 Ae Cara menanam bawang putih 1:22 Ae Cara menanam nanas 6:01 Ae Cara cerdas mengumpulkan barang-barang dari kebun 6:43 Ae Cara menanam jamur 8:44 Ae Cara menjauhkan hewan peliharaan dari kebun Video ini dibuat untuk tujuan hiburan. Kami tidak membuat jaminan mengenai kelengkapan, keamanan, dan keandalan. Setiap tindakan yang Anda ambil berdasarkan informasi pada video ini sepenuhnya menjadi risiko Anda sendiri, dan kami tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan atau kerugian apa pun. Menjadi tanggung jawab penonton agar bertindak penuh pertimbangan, kewaspadaan, dan kehati-hatian apabila Anda berencana meniru. Video berikut ini mungkin menampilkan kegiatan yang dilakukan oleh aktor kami dalam lingkungan yang terkendali Ae harap bertindak penuh pertimbangan, kewaspadaan, dan kehati-hatian apabila Anda hendak meniru. Semua produk dan nama perusahaan yang ditampilkan di video ini adalah merek dagangE atau merek dagang terdaftarA dari masing-masing pemilik. Penggunaan produk tidak menyiratkan afiliasi atau dukungan apa pun dari yang bersangkutan. --------------------------------------------------------------------- Berlangganan ke kanal kami: Kerajinan 5-menit DIY https://bit.ly/2CDmEbd Channel kami lainnya: SISI TERANG https://bit.ly/2QhWOS7 Sisi Terang: https://www.facebook.com/sisi.terang.tsp/ Kerajinan 5-Menit https://bit.ly/33N8Ir6 Musik oleh Epidemic Sound: https://www.epidemicsound.com/ Stok materi ( foto, rekaman, dan lain-lain) : https://www.depositphotos.com https://www.shutterstock.com

    1. 13 May 2022
    2. Kerajinan 5-menit DIY
  4. Putri Cinderella Princess Cinderella 2 Dongeng Cerita KONDOSAN Bahasa Indonesia Dongeng Feeds GKJW
    Putri Cinderella (Princess Cinderella) - 2 Dongeng Cerita | KONDOSAN Bahasa Indonesia | Dongeng

    Feeds GKJW - Cerita Kartun | Tonton kisah Putri Cinderella ( Princess Cinderella in Indonesian) - 2 Dongeng Cerita dalam bahasa Indonesia. Cerita pengantar tidur, dongeng, dan kartun terbaik yang dibuat untuk kesenangandi KONDOSAN TV! Klik Di Bawah untuk Putri Cinderella: eUPutri Cinderella - Dongeng: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVh-B8-nLgkAlhkS3sJim_HV u Parental guidance: Some material in this video may not be suitable for children below 13 years of age. a c Permainan Baru Google Play Store: https://play.google.com/store/apps/details? id=com.aigames.shooter&referrer=utm_source=youtube&utm_medium=YCOMP6_ENDO&utm_campaign=YCOMP6_ENDO App Store: https://apps.apple.com/app/apple-store/id1538106421? pt=119484438&ct=YCOMP6_ENDO&mt=8 Putri Cinderella - Balap Kuda Kerajaan: 00:00 Putri Cinderella - Anak-Anak Tamu Istana: 09:21 yaya Klik Di Sini dan Berlangganan! yaya https://www.youtube.com/channel/UChVu2VqzVuGsJoOIM-UPleA? sub_confirmation=1 Tonton selengkapnya dari KONDOSAN bahasa Indonesia eUTonton video terbaru: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVic0CbD79oZeMPC5Z_rvIyB eUDongeng Klasik Terindah di Dunia: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVjthsCBRi1BC0NJ-V60drGN eUSerigala dan Tujuh Kambing Kecil: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaViS5QWB6in7rbGeuSqjCveu eUVideo Terpopuler: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaViL4NZ0LgiEhWVT572Tw8a1 eUPutri Rapunzel - Dongeng: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaViTe6OkZiYJfP8muv_7n-F9 eUDongeng Putri: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVhi_ki4ig-OP1XQYbLiAhuC eUDongeng Bahasa Indonesia: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVi-Do5d3maki0RE0TvEsgz0 eUHansel dan Gretel - Dongeng: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVgvUVHKRBt4J3HUB0zliXZp eUSemua Dongeng dan Cerita Sebelum Tidur: https://www.youtube.com/playlist? list=PLfFD2hgFiaVh37l2R4ToD7sJJKcHx4tFT eUCerita Kami Yang Lain: Serigala dan Tujuh Anak Domba: https://youtu.be/tpZe1Q50zx8 Cinderella: https://youtu.be/mlcifWNe-UU Putri Duyung Kecil: https://youtu.be/kTA5Q6ox0mM Rapunzel: https://youtu.be/oGWu9LovWBk Tiga Babi Kecil: https://youtu.be/mWon4v4aDDw Ratu Salju: https://youtu.be/VpNQbjiFbNI Putri Cantik yang Tertidur: https://youtu.be/U_QybXF47nE Bebek Buruk Rupa: https://youtu.be/OUd2nYoGevw Putri Rapunzel si Aktris: https://youtu.be/ne9VJSewgrk Si cantik dan si buruk rupa: https://youtu.be/hKp1zgXMOw8 eUSeri Serigala dan Tujuh Anak Kambing: Tanah Pertanian: https://youtu.be/jR2FAIoFG_4 Konstruksi: https://youtu.be/UGFngj_vgvU Liburan di Kapal Pesiar: https://youtu.be/qrUdVmpxQVQ Petualangan Kota Barcelona: https://youtu.be/lOBCFSrYT_o Bermain Bola Voli: https://youtu.be/KFnpAfFx9YA Petualangan Kota Paris: https://youtu.be/r6iD4FmY5M8 Petualangan Kota Dubai: https://youtu.be/u0t3KdyefJo Petualangan Negara Mesir: https://youtu.be/CuBkjo_Ms3I Ikuti KONDOSAN: Facebook: https://facebook.com/kondosankidstv Instagram: https://instagram.com/kondosankidstv/ Website: http://ai-turkey.com KONDOSAN Global: KONDOSAN English: https://www.youtube.com/channel/UCZx0o4Prt79SOdFKfGcAjIQ? sub_confirmation=1 KONDOSAN German: https://youtube.com/channel/UC4m7czJwW8NCXHqytTSYPHA? sub_confirmation=1 KONDOSAN Arabic: https://youtube.com/channel/UCwzfz8LZn8gM7r6OYLvy6vw? sub_confirmation=1 KONDOSAN Turkish: https://youtube.com/channel/UCq3XnfxI0EhByG2VHMuYZ4w? sub_confirmation=1 KONDOSAN Russian: https://youtube.com/channel/UC4OAx1aI8OLh9nxjy7YUaGg? sub_confirmation=1 KONDOSAN Portuguese: https://youtube.com/channel/UCUSZQlDxNyYNMsQnYR0Zy3g? sub_confirmation=1 KONDOSAN Spanish: https://youtube.com/channel/UCD3Ev89rNa0IprOinX6xhcQ? sub_confirmation=1 KONDOSAN Norwegian: https://youtube.com/channel/UCDBTpvHcuT0jf1xN8M5Lpvw? sub_confirmation=1 KONDOSAN Indonesia: https://youtube.com/channel/UChVu2VqzVuGsJoOIM-UPleA? sub_confirmation=1 KONDOSAN Thai: https://youtube.com/channel/UCdWqMMqx5BPUmhG2DgdoaMw? sub_confirmation=1 KONDOSAN Vietnamese: https://youtube.com/channel/UCRIpOCZ1AyhwGTO48u1tStQ? sub_confirmation=1 KONDOSAN Chinese: https://www.youtube.com/channel/UCOjC-YQ2Pzu1tJqWDjmS0tg? sub_confirmation=1 Tentang KONDOSAN: KONDOSAN membuat video unik dalam berbagai bahasa! Setiap video animasi dibuat dan di-dubbing secara unik dalam beberapa bahasa oleh tim kami untuk memastikan kualitas yang baik dan konten yang aman dari seluruh dunia. Contact: [email protected] u Disclaimer: KONDOSAN Deutsch Channel and all of its videos are not Audirected to childrenAy within the meaning of Title 16 C.F.R. A 312.2 of CHILDREN'S ONLINE PRIVACY PROTECTION ACT ( USA) are not intended for children under 13 years of age. Video: Copyright 2022 AI Lisans Paz ve Tic A..A Music and Lyrics: Copyright 2022 AI Lisans Paz ve Tic A..A All characters and logos used here are the registered trademarks of AI Lisans Paz ve Tic A..A Copyright AI Lisans Paz ve Tic A..A All Rights Reserved. #KONDOSAN #Cerita #Putri

    1. 10 May 2022
    2. KONDOSAN bahasa Indonesia Cerita Kartun
  5. Seri Diva 3 in 1 Kompilasi 3 Episode Bagian 222 Diva The Series Official
    Seri Diva 3 in 1 | Kompilasi 3 Episode Bagian 222 | Diva The Series Official

    Seri Diva 3 in 1 | Kompilasi 3 Episode Bagian 222 | Diva The Series Official Diva The Series merupakan serial untuk Semua Umur/Umum. Diva The Series merupakan serial untuk masyarakat Indonesia yang diproduksi oleh Kastari Animation ( PT.Kastari Sentra Media) . Bercerita tentang gadis kecil bernama Diva yang selalu ditemani oleh kucing putih yang lucu bernama Pupus. Bersama teman temannya dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda, Mona, Febi, Putu dan Tomi, banyak konflik seru yang terjadi setiap hari. Ada nilai moral dan pesan positif untuk masyarakat Indonesia yang disajikan di setiap episode Diva The Series. Melalui serial ini, diharapkan masyarakat Indonesia mendapatkan tontonan kartun produksi asli Indonesia yang menghibur dan mendidik. Bersama Kastari Animation, berikan media hiburan yang terbaik dan mendidik untuk masyarakat Indonesia. Yuk Follow Diva The Series di : Facebook https://www.facebook.com/DivaTheSeries/ Instagram http://instagram.com/Diva.TheSeries Twitter https://twitter.com/divatheseries Google https://plus.google.com/u/4/ DivaTheS... #divatheseries #kastarianimation #kartundiva

    1. 7 Apr 2022
    2. Diva The Series