• Menjadi Saksi Kristus dengan Nilai Diri yang Baik Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw Feeds GKJW

    Menjadi Saksi Kristus dengan Nilai Diri yang Baik, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Feeds GKJW - Bacaan : Lukas 24: 44-53 Bapak, ibu, dan saudara/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus, Saya pernah membaca sebuah artikel tentang Motivasi Hidup, sang penulis disalah satu bagian artikelnya mengungkapkan; AuKehidupan ini ibarat sebuah cermin. Apa yang kita lakukan, maka bayangan yang ada dicermin juga melakukan hal yang samaAy, saudara-saudara rupanya kalimat ini ingin menjelaskan bahwa Segala perilaku kita akan kembali memantul kepada diri kita sendiri. Jika kita berbuat baik kepada siapa saja maka kebaikan kita akan memantul kembali dan kita juga akan mengalami kabikan-kebaikan dalam hidup, tetapi juga berlaku bagi sebaliknya ; jika kita berbuat tidak baik kepada org lain maka ketidak baikan itu juga akan kembali kita terima.Karena itu kalau boleh kita simpulkan Bahwa apa yang kita terima dalam hidup ini adalah tergantung dari bentuk atau wujud dari nilai diri kita untuk mampu mewujudkan kebaikan didunia ini. Oleh karena itu, nilai diri tidak lepas dari kacamata atau sudut pandang yang kita gunakan. Jika kacamata biru, maka semua berwarna biru. Jika kacamata hitam, maka semua berwarna gelap. Dan jika kacamata bening, maka semua berwarna jelas. Begitu juga terhadap nilai diri setiap orang.Untuk menjadi saksi, seseorang bukan hanya perlu tahu apa yang disaksikannya, melainkan juga perlu kesiapan diri secara utuh. Kesiapan ini penting agar ia mampu meyakinkan orang lain untuk menerima dan mempercayai kesaksiannya. Hal yang demikian juga dialami oleh para murid yang diutus menjadi saksi tentang hidup dan karya Kristus. Lalu bagaimana dengan kitaY Siapkah kita menjadi saksi TuhanY Saat ini kita semua dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan. Tuhan berkenan mempersiapkan dan memperlengkapi kita dengan segala yang kita perlukan agar kita mampu menjadi saksi-Nya. Pertanyaan mendasar tentang Siapa kitaY Tentu patut dijawab oleh kita semua.Jika kita sudah memahami tentang siapa diri kita dan siapa yang akan kita saksikan tentu sudah tidak mengalami keraguan atau kegamangan. Setiap orang Krsiten disebut AugerejaAy seperti dalam kesaksian Paulus. Maka, sebagai AugerejaAy kita semua dipanggil untuk menjadi bagian dalam karya Allah menghadirkan nilai-nilai kebenaran. Kita sebagai sahabat Allah, yang mencintai dan dicintai Allah. Kita telah merasakan bahwa Allah, benar-benar mencintai kita melalui pengorbanan kasihNya dan panggilan bersaksi merupakan wujud kita mencintai Allah. Bentuk kesaksian iman tentulah mempunyai bentuk dan corak yang beragam sesuai dengan konteks dimana gereja itu berada dan tumbuh. Firman Tuhan menyatakan bahwa setelah kita menerima Roh Kudus hendaknya kita menjadi saksi Tuhan Yesus di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Artinya, hendaknya kita menjadi saksi Tuhan Yesus melalui lingkungan kita yang paling dekat dan semakin berdampak ke tempat lain, sampai kepada yang lebih luas. Tidak disebutkan bentuk dan cara bersaksinya, tetapi jika atas pimpinan Roh Kudus tentu bentuk dan cara bersaksi yang dikehendaki oleh Allah adalah yang mendatangkan damai sejahtera dan sukacita bagi semua orang. Bulan kesaksian dan pelayanan tahun 2020 ini merupakan momentum yang mengingatkan kembali akan panggilan gereja-persekutuan orang percaya untuk tetap memiliki semangat dalam melayani dan bersaksi dengan sukacita. Kenaikan Tuhan Yesus mengingatkan kita kembali tentang panggilan kita sebagai pengikut Tuhan Yesus untuk bersaksi dan melayani. Melayani dan bersaksi seperti apaY Tentu melayani dan bersaksi dengan sukacita dan gembira seperti para murid. Menjadi saksi Kristus ; harus memiliki nilai diri yang baik karena Kristus yang diwartakan adalah Kristus yang baik bagi dunia. Mari bersaksi dan melayani dengan sukacita dan gembira. Tuhan Yesus memberkati. Pdt. Joko Hadi Ae GKJW Jemaat Pesanggaranbuka Facebook(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Berani Percaya serta Siap Dipakai Tuhan2 Ae Gesang Migunani Tumrap Sesami3 Ae Refleksi Rumahan: Kenaikan Kucing ke Surga4 Ae Roh Kudus menjadikan kita Saksi dan Pelayan Kristus5 Ae Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat

    1. 30 Jun 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Refleksi Rumahan 27 Kakang Kawah Adhi Ari ari Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Refleksi Rumahan #27: Kakang Kawah Adhi Ari-ari, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Feeds GKJW - Refleksi Rumahan #27: Kakang Kawah Adhi Ari-ariAda aku yang lain dalam tiap kehadiran manusia, begitulah setidaknya tradisi kearifan yang hidup mengalir dalam darahku. Bahwa yang disebut 'aku' itu tidak pernah benar-benar sendiri. Dia hadir di dunia bersama aku bawaan, aku pemberian, dan aku pendahulu.Sulit membayangkan mengenai hal itu memang, sama sulitnya dengan membayangkan seorang aku yang merasa bahkan percaya bahwa hadirnya di dunia diliputi kesepian kesendirian tanpa siapapun menyertai dan yang bisa selalu ada bagi aku nya. Sama sulitnya juga memahami bagaimana satu orang aku bisa mewujud menjadi pribadi dengan nilai-nilai hidup yang berubah bertolak belakang dengan aku nya sendiri hanya karena situasinya memaksa begitu.Bagiku lebih membahagiakan dan memberi harapan, jika sejak awal kehadiran didunia ini, ada aku yang lain yang mengada bersama dengan aku. Dengan begitu, melatih dan memudahkan kita untuk menjumpai sesama dan juga makhluk hidup lain sebagaimana kita menjumpai 'aku' kita sendiri. Bahkan, jika dibalik kehidupan masih ada perjalanan, kita bisa merasa lega, karena akan tetap ada aku lain yang menemani dan ada bersama dengan aku kita seberat dan sepanjang apapun jalan yang perlu dilalui.Nenek moyangku memang bijaksana, aku bangga menjadi keturunan pewarisnya.Kristanto Budiprabowo, buka Facebook(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Menjadi Sahabat Allah2 Ae Lemot, Lambat, Lambreta3 Ae Berjumpa dengan Tuhan Yesus secara Pribadi4 Ae HUT GKJW Lawang ke-55: Bersabar Dalam Penderitaan5 Ae Gesang Enggal

    1. 1 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • HUT GKJW Lawang ke 55 Bersabar Dalam Penderitaan Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw GKJW Feeds
    HUT GKJW Lawang ke-55: Bersabar Dalam Penderitaan, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    GKJW Feeds - Bacaan 1: Kis Ras 1 : 6- 14.Bacaan 2: I Petrus 4 :12-14; 5: 6-11.1. Ada sebuah tayangan film kartun di Internet. Film itu berkisah tentang usaha manusia menjawab pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan di ruang angkasa. Judul Film kartun itu dinamai : FERMI PARADOKS. Maksudnya bertanya :Ay Apakah memang ada kehidupan lain di luar planet bumi kita sekarang yang dihuni kurang-lebih 8 Milyard manusiaYAy. A. Manusia di bumi sudah memasang sarana antenne peka ke luar angkasa. Manusia sejak 40 (empatpuluh ) tahun yang lalu mengirimkan sinyal AusapaanAy ke luar sana. Tapi ternyata tak pernah mendapatkan jawaban. Sementara manusia di bumi dihebohkan terkadang ada Aubenda aneh terbang di angkasaAy ( Atau UFO = Unidentified Flring Object). Demikianlah ada banyak kemungkinan : 1. Mahkluk asing (Alien) memang ada, karena bentang luas angkasa kita ternyata tak hanya satu galaksi Bimasakti. Namun ribuan bahkan mungkin jutaan. 2. Mahkluk itu, sebetulnya mungkin ada, hanya kecerdasan, komunikasi, karakternya beda dengan kita. 3. Bisa juga mereka ada dan mengerti kita. Hanya mereka memang tak peduli dengan mahkluk bumi yang bernama manusia ini, karena di planet bumi hanya saling MEMANGSA. 4. Mereka ada dan jadi predator (merusak) kehidupan lain. Ada semacam perang bintang, saling m, enghancurkan. Kita YAmenunggu gilirannya. 5. MEREKA MEMANG TAK ADA dan usaha manusia Aumenyapa merekaAy sebetulnya sia- siaA.2. Itulah gambaran hakikat manusia, yang memang serba selalu bertanya dan mempertanyakan hal diri dan kehidupannya. Ini wajar, karena di Alkitab Kejadian, disaksikan manusia memang dicipta SEGAMBAR DENGAN TUHAN. Jadi beda dengan titah/ciptaan yang lain. Karena bisa berkomunikasi, pastilah Tuhan mencipta Adam dan Hawa TIDAK dengan tengkorak kepala yang KOSONG. Pasti diberi otak, dan ini karunia untuk mengasihi Tuhan juga dengan AKAL (Mat. 22 : 37). Persoalannya adalah, tidak semua permasalahan manusia bisa dijawab oleh manusia itu sendiri. Sebagaimana problem :AyDulu mana Ayam ATAUKAH Telor YAy. Jika dijawab TELOR. Maka, siapa yang bertelorY. Tapi jika dijawab AYAM. Maka persoalan baru: Ayamnya menetas dari telor siapaY. Mbulet (Jw) dan penuh misteri. Demikian juga, ketika kita sedang kena wabah Corona. Ada yang bertanya :Siapa sih biang kerok pencipta virus ini Y. Maka muncullah teori konspirasi dibidang politik. Dan itu bersifat spekulasi (Jw= Tepak- tepakkan). Yang belum tentu semua benar. Bahkan pertanyaan manusia mirip juga ketika murid Yesus bertanya tentang keberadaan seorang pengemis yang terlahir buta. Stigma (pendapat umum negatip)mengatakan : Yang berdosa adalah orangtua-nya. Tapi YANG LAIN mengatakan Auah..itu takdir buat anak tersebutAy. Pendapat terakhir, bisa ujung- ujungnya AuMENYALAHKAN Tuhan yang menciptakan si buta. Sementara itu Tuhan Yesus ternyata tak selalu menjawab pertanyaan muridNya itu seperti menjawab dalam ilmu matematika. Bahwa 1 1=2. TapiA IA menjawab :AyBukan anak itu yang salah, juga bukan Orang tuanya. Tapi supaya Anak manusia (Yesus) dimuliakan. Dan IA-pun akhirnya menyembuhkan sang pengemis yang buta tadi.3. Dalam hal persoalan manusia, rupanya Alkitab menyaksikan ada hal- hal itu Rahasia Tuhan. Tidak semua manusia memahami. Dimana manusia cukuplah dengan keterbatasannya memahami dengan iman(Roma 12: 3), yang penting MULIAKAN ALLAH dengan segala upaya hidup untuk IA, agar berkenan kepada kita. Ini bukan berarti kita tak boleh menyelidiki segala pertanyaan kita. Termasuk DIMANA ALLAH , ketika kita sedang dalam bahaya Corona Y. Pertanyaan ini, bagi penulis bisa keliru. Ketika manusia diberi MANDAT TUHAN (Kej. 2: 15) untuk AumengeksploreAy alam semesta. Tapi bukan hanya mengolah/mengupayakannya, namun juga MEMELIHARANYA. NahAketika 500 tahun manusia sudah merasa canggih dengan tehnologi dan ilmunya, tapi justru membabati hutan, jadi gundul, mengeruk unsur tanah untuk ditambang dan tidak direklamasi lagi. Tambang dengan pemakaian bahan kimia guna memurnikan emas, setelahnya dibuang sembarangan (limbah merkuri) dan meracuni ikan di lautan (ekosistem) sehingga rusak, menyebabkan banyak bayi lahir cacat. Pernahkan manusia mempertanyakan dirinya : Au: Apakah AKU SUDAH ADIL TUHANYAy. Mestinya Bukan bertanya :AyDi mana AllahYAy tapi :AyAKU SEDANG DI MANA TUHAN YAy. Sama seperti Adam setelah jatuh dosa, justru Allah yang proaktiv mencarinya dengan bertanya :AyAdamm..adamAdimana engkau YAy. Apakah Tuhan TIDAK BERKUASA MELIHAT Adam yang bersembunyi Y. pasti Allah Tahu. Namun pertanyaan itu bermakna dalamA.bahwa MANUSIA SUDAH HILANG dihadapan Pencipta-nya. Jangan- jangan virus bahaya dengan efeklnya pada kita sekarang ini, karena kesalahan kita sendiri Y. Bisa jadi ibadah kita hanya berhenti di tembok- tembok Gedung gereja, sehingga SAHADAT itu cuman dipakai ADU ARGUMENTASI menang- menangan dalam hal beragamaYAKarena PENGAKUAN BAHWA ALLAH ITU ESA. Tak cukup dibibir saja. Tapi mari kita akui dalam tindakan kjita kepada titah yang lain. Agar kita juga ADIL sebelum kita minta atau mempertanyakan KEADILAN ALLAH!.4. Dalam bacaan Alkitab kita dalam suasana HUT KE-55 GKJW LAWANG ada dua. Pertama, Kisah Para Rasul 1 : 11, mengingatkan kita. Bahwa saat Tuhan Yesus naik ke sorga kemudian ditutupi awan- awan kemuliaan. Posisi murid yang sedang AukamitenggengenAy; mendongak ke atas (Vertikal), diingatkan malaikat. Mengapa kamu tertegun ke langitY. Ia nanti di akhir jaman, juga akan datang dalam awan- awan demikian. Kini jadilah saksi di dunia ini. Barangkali era kita juga sekarang diingatkan. Bahwa mungkin manusia tak perlu terlalu konsentrasi semata ke dunia meteor, UFO, dll. Bahkan ibadah juga tidak sekedar ritual di dalam Gedung gereja. Banyak persoalan di bumi menunggu kiprah nyata kita. Nah, dalam situasi kondisi darurat Corona (Covid-19), kita juga sedang dalam kondisi keterbatasan. Bisa kita berkarya seberapa kita maksimal lakukan, sambil menghindari virus bahaya tersebut. Tentu tetap berharap penuh Bahwa HANYA Allah yang sanggup memakai orang- orang bijhak, ahli virus menemukan penangkalnya. Dalam kondisi demikian kita juga diingatkan SALING MENGASIHI SESAMA. Termasuk saudara- saudari kita yang seiman. Karena dengan mohon hikmat Allah, Umat Kristiani era Rasul Petrus yang saat itu juga sedang menderita yang TIDAK SELALU SAMA DENGAN KITAA yaitu hinaan, tekanan pemerintah romawi maupun dari saudaranya yang Yahudi, yang menganggap kekristenan sebagai bidat baru saat itu. Petrus menghibur jemaat agar selalu berserah pada Kristus. Karena Ia-lah pemilik (penguasa) kehidupan di akhir jaman. Orang yang setia takkan dikecewakan. Karena itu marilah kita tetap berbagi dengan saling- membantu ditengah penderitaan sekarang ini. Pengharapan dalam Tuhan Yesus, menyanggupkan kita menjadi SABAR DALAM DERITA. Selamat Ulang Tahun ke 55 Gerejaku !KPTJ GKJW LAWANG; Pdt. Sistrianto(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Menjadi Sahabat Allah2 Ae Lemot, Lambat, Lambreta3 Ae Berjumpa dengan Tuhan Yesus secara Pribadi4 Ae Refleksi Rumahan #27: Kakang Kawah Adhi Ari-ari5 Ae Gesang Enggal

    1. 1 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Permainan Bambu Gila Bineka Gerakan Warga GKJW gkjw
    Permainan Bambu Gila, Bineka, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Suatu sore pada tahun 1978 di Pantai Natsepa, Suli, Ambon. Untuk menandai dimulainya musim memetik hasil laut dan bumi (buka sasi), diadakan perayaan di tepi pantai. Ibu saya memotret permainan bambu gila dengan kamera manual, memakai film AuSakuraAy yang pigmen-nya memiliki tint cenderung ke arah warna merah setelah lama disimpan.Sampai saat ini, saya belum menemukan sumber sejarah yang dapat menjelaskan dengan memadai asal-usul atraksi bambu gila. Kendati demikian, diyakini permainan ini telah ada di kepulauan rempah itu sebelum agama samawi (Islam ataupun Kristen) dikenal.Diduga permainan yang disebut baramasewel ini, berasal dari tradisi dinamisme yang dianut masyarakat Maluku. Permainan ini berpusat pada sepotong bambu, yang uniknya diberi nama bambu suanggi (hantu). Panjangnya sekitar 4 meter, dipotong menjadi tujuh ruas, di mana tiap-tiap potongan ruasnya dipegang oleh seorang pemain. Seluruhnya ada tujuh pemain, dengan seorang pawang.Batang bambu tersebut didekap pemain di dada masing-masing seerat mungkin. Pawang menyalakan kemenyan dalam tempurung kelapa dan AumengisiAy ruas bambu tadi dengan asap. Musik pun dimainkan dari tabuhan gendang (tifa) dan gong (buang). Dalam hitungan menit saja, bambu itu akan bergerak sendiri tanpa mampu dikendalikan oleh ketujuh pemain yang memegangnya.Bambu itu dapat bergerak turun, naik, berputar, bahkan dalam banyak kejadian mengangkat pemain sehingga kaki mereka tak menyentuh tanah. Semakin cepat tabuhan tifa dan gong maka semakin AulincahAy gerakan bambu tersebut.Permainan berakhir saat pawang menuntaskan gerakan bambu. Para pemain yang kelelahan, bisa kehilangan kesadaran, karena intensitas tenaga yang dicurahkan untuk mempertahankan gerak bambu karena sepanjang permainan mereka tidak dapat melepaskan tangannya dari bambu tadi. Setelah permainan dihentikan, dan para pemain melepaskan tangan dari bambu, pawang akan memberi makan AubambuAy tadi dengan sedikit api untuk menenteramkan AurohAy yang menggerakkan.Sebagaimana di banyak kebudayaan Asia Tenggara, pengaruh animisme dan dinamisme cukup kuat tertanam di masyarakat tradisional. Sebagai kelompok berdarah maleanesia, orang Maluku acap menganggap alam ini sebagai kesatuan kosmik dengan kehidupannya. Tak heran jika laut, pantai, gunung dan hutan, diakrabi dengan pendekatan harmonis.Minim penganut kepercayaan tradisi di Maluku saat ini, mungkin diakibatkan interaksi dengan pedagang Arab sejak awal abad ke 14 dan kemudian Eropa sejak abad ke 16 yang menyebabkan kepulauan ini cepat memeluk agama-agama samawi serta memungut kebiasaan baru. Pulau Seram saat ini masih memiliki beberapa desa dengan penganut kepercayaan tradisi bernama Nualu yang jumlahnya hanya sekian ratus orang saja.Raymond Valiant, buka Facebook(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Warung Kopi Tak Kie2 Ae Warga GKJW Tetulung3 Ae Semangat Gotong Royong4 Ae Peluncuran Website Etalage UMKM Warga GKJW embeumkm.com5 Ae Perempuan Bermahkota Martabat

    1. 1 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Lockdown Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw Feeds GKJW
    Lockdown, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Waosan 1 : YESAYA 50:4-9aWaosan 2 : MATIUS 27:21-26Tema : LOCKDOWNIbu/bapak/sedherek kekasihipun Gusti, Kacariyos nalika tlatah Wuhan, China minangka papan wiwitanipun virus Corona kedadosan, ing papan menika dipun wontenaken tindakan lockdown utawi karantina total kangge sedaya warganipun supados boten nyebar lan saged enggal-enggal dipun tangani. Sedaya warganipun sami tertib, boten wonten ingkang kesah, sedaya sami wonten griyanipun piyambak-piyambak. Saben sonten nalika srengenge angslup tiyang-tiyang ing Wuhan sami mbikak jendela lajeng sami uluk salam lan keplok kangge nyemangati tanggi-tepalihipun lan ugi para dokter-paramedis ingkang sampun makarya ing dinten punika. Pranyata tumindak menika ugi dados salah satunggal faktor satemah ing Wuhan saged cepet sanget proses pulihipun. Saestu satunggal paseksi ingkang sae.Ananging menawi kita mirsani kahanan samangke, ugi kathah ingkang kedadosanipun benten kaliyan cariyos ing nginggil wau. Samangke ugi wonten tiyang ingkang remen nindakaken ujaran kebencian kangge tiyang ingkang boten diremeni, sami nindakaken bullying (pelecehan sacara verbal/kata-kata lan ugi fisik) utawi sami nyinyir (sindiran). Lha wong Presiden Jokowi kemawon asring dados sasaran perkawis punika, punapa malih kangge tiyang-tiyang alit! Respon/tanggapanipun mawerni-werni. Wonten ingkang langsung protes lan nuntut sacara hukum, wonten ingkang mendel kemawon, malah wonten ugi ingkang remen dipun-bully! (wahA menawi ingkang terakhir menika tamtu sampun mengarah dateng kejiwaan/psikologis priyantunipun).Pancen kita boten saged mengendalikan perkawis-perkawis saking njawi kita. Ingkang saged dipun kontrol nggih respon utawi tanggapan kita. Menika ingkang sejatosipun dados gambaran dhiri kita ingkang sejati. Nabi Yesaya paring piwulang supados kita kados murid ingkang mbangun turut lan nyantosaaken ingkang semplah klayan pitembungan kita (Yes 50:4). Sanadyanta bakal ngadepi mawerni-werni panganiaya ananging tansah pitados bilih Gusti Allah bakal paring pitulungan (ay.7). tumindak menika ingkang ugi dipun lampahi dening Gusti Yesus ing ngajengipun Pilatus lan tiyang kathah ingkang kepingin nyalib Gusti. Swasana kala samanten saestu nggegirisi. Gusti piyambakan lan aben ajeng kaliyan tiyang kathah ingkang sampun ngigit-igit kepingin mejahi Gusti. Sami saur manuk bengok-bengok lan sampun boten purun diparingi katrangan/fakta bilih Gusti Yesus boten gadhah kaluputan. (Mat 27:22-23)Punapa ingkang dipun tindakaken dening Gusti Yesus ing kahanan punikaY Mangga sami maos Filipi 2: 7 AoAonanging malah wus nyuwungake Sarirane piyambak, lan ngagem sipating abdi, sarta dadi padha karo manungsaAoAo. Nyuwungaken sarira ing istilah Yunani kasebat Kenosis ingkang tegesipun ngasoraken dhiri ngantos andhap sanget. Sinaosa nggadahi sipating Allah (Filp 2:6) ananging boten dikekahi. Sipat Allah dipun LOCKDOWN satemah ingkang ketawis namung manungsa ingkang andhap asor. Sanadyan dipun supata (hujat) tiyang kathah boten duka, tansah nresnani lan boten badhe mbales. Unen-unen SING WARAS NGALAH saestu dipun lampahi dening Gusti Yesus.Ibu/bapak/sedherek para kekasihipun Gusti, Sumangga ing pengetan Minggu Palmarum (Minggu Prapaskah pungkasan) punika kita sansaya nuladani Gusti Yesus. Ing satengah kahanan ingkang sarwa kisruh kados mekaten, boten perlu kita nambahi supados sansaya kisruh. Daripada mengutuki kegelapan lebih baik berusaha menjadi lilin yang membawa terang. Malah kita perlu mbudidaya gesang kados murid ingkang purun mbangun miturut karsanipun Gusti kita. Menawi wonten raos/niat ala, enggala sadhar bilih punika panggodaning dosa. Mangga dipun tebihi. Kasunyatanipun ingkang perlu dipun lockdown boten namun lingkungan/griya kita kemawon ananging ugi kawiwitan saking pangrasa, pangucap lan tumindak kita ingkang ala! Sampun ngantos kita kadya tiyang Yerusalem ing kala samanten ingkang wiwitanipun sami asurak nyambut rawuhipun Gusti klayan AoAoHosana, binerkahana ingkang rawuh awit saking Asmaning Pangeran !AoAo ananging sawetawis dintenipun malih dados AoAokasaliba !AoAo Pilihan samangke wonten ing asta kita piyambak-piyambak, badhe nyebar kabar kasaenan ingkang sarwi optimis utawi nyebar hoax lan ujaran kebencian ingkang ndadosaken tiyang sansaya pesimis lan semplahYMugi pepadhangipun Gusti nuntun mring kita sedaya. Amin.Pdt. Argo Daniel Satwiko, GKJW Bulusari(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Layak Menderita karena Injil2 Ae Menjadi Sahabat Allah3 Ae Ajrih4 Ae Lemot, Lambat, Lambreta5 Ae Menyikapi Pencobaan

    1. 2 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Menyikapi Pencobaan Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Menyikapi Pencobaan, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Bacaan: Matius 4: 1-11 Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Kisah buah pengetahuan maupun pencobaan di padang gurun tentu terdengar sangat familiar. Kita semua tahu garis besar dan hasil akhir keduanya. Adam dan Hawa yang jatuh dalam dosa sedangkan Tuhan Yesus, bertahan hingga akhir dari pencobaan iblis. Tapi, ketika kedua teks tersebut dikontraskan begitu saja dengan menitikberatkan pada tokoh/subjeknya, yaitu Adam dan Yesus, bisa jadi kita jatuh pada pemikiran: "yo mesti wae hasile beda, lha wong ya Gusti mesti seje karo manungsa". Ada upaya pembelaan diri kita sebagai manusia biasa, jika diperbandingkan dengan Tuhan Yesus.Sang Ilahi tentu berbeda dengan manusia, namun marilah kita berpikir dengan adil. Bahwa senyatanya posisi Adam dan Yesus sebenarnya seimbang. Pada saat di taman Eden, Adam dan Hawa adalah ciptaan yang baik, bahkan sungguh amat baik, dan Tuhan Allah memberkati mereka beserta seluruh ciptaan (Kej. 1:31, 2:3). Keistimewaan lain yang ditampakkan dalam bacaan kita hari ini adalah bahwa manusia (Adam dan Hawa) pada mulanya dapat mendengar langsung dan berkomunikasi dengan Tuhan Allah (Kej. 2: 16). Hal itu menunjukkan tidak adanya jarak manusia dengan Tuhan yang Maha Kudus. Dalam kondisi yang demikian pencoba/penggoda yang mewujud dalam si ular hadir. Ular memprovokasi manusia (Hawa dan Adam) untuk melanggar perintah Tuhan dan mengutamakan keinginan diri. Dan demikianlah akhirnya manusia jatuh dalam dosa.Sedangkan Yesus, ke-Ilahi-an Nya tentu tidak diragukan lagi. Namun sekalipun Dia yang adalah yang Ilahi tetaplah terbatas dalam raga manusia (Mat. 4:2). Puasa selama 40 hari bukanlah pekerjaan yang mudah, sekalipun Alkitab/PL memberi kesaksian jika sebelum Yesus ada manusia yang mampu menjalaninya yaitu Musa dan Elia. Dalam rasa lapar si penggoda (iblis) berusaha membuat Yesus menjauh dari kehendak Bapa-Nya dan mengutamakan diri dengan berbagai tawaran yang tampak menarik. Namun akhirnya Dia bergeming dan mengusir iblis dari hadapan-Nya.Nah, keduanya seimbang, yaitu memiliki sifat manusiawi tetapi sekaligus juga ilahi. Dan godaan itu menghampiri keduanya. Tawaran yang menggiurkan untuk mencapai apa yang diinginkan bahkan yang dibutuhkan diberikan kepada Adam juga Yesus. Namun, kedua kisah itu berakhir berbeda bahkan bertolak belakang.Dalam hidup sehari-hari setiap orang tidak lepas dari godaan. Mulai dari hal yang sederhana: makanan yang enak-enak padahal bisa menimbulkan berbagai penyakit, kemalasan/ yang anak muda sekarang istilahkan dengan mager (males gerak) untuk sekolah, kerja bahkan ke gereja; atau bahkan yang menyangkut hal krusial, seperti kesetiaan dalam rumah tangga yang diperhadapkan dengan ketampanan/ kecantikan pihak ketiga, uang yang diburu seorang pegawai bahkan dengan cara korupsi, narkoba yang menawarkan kenikmatan, "gelar juara" melalui jalan pintas dengan mencontek, atau bahkan jabatan yang menutupi iman. Mungkin kalau dibuatkan daftar, kita bisa menuliskan berlembar-lembar contoh lainnya. Siapakah yang salahY Apakah si orang ketiga, uang, narkoba, gelar juara, jabatan atau hal-hal lain yang menarik ituY Bagaimana hasil akhir kisah/contoh di atas, jika subjeknya adalah kita (panjenengan dan saya)YDalam surat Roma, Paulus mengisahkan bahwa setiap manusia itu saling terkait. Hal itu diungkapkan dalam kerangka pikir Yahudi tentang solidaritas/ kesetiakawanan. Hal itulah yang menjadikan seluruh umat manusia menanggung dosa seperti halnya Adam. Namun, secara positif hal itu juga dapat berlaku untuk keselamatan dalam Tuhan Yesus (Rm 5:17). Pemberlakuan anugerah itu adalah bagi mereka yang "Amenerima kelimpahan kasih karuniaA". Kembali ke pergumulan mengenai pencobaan yang senantiasa ada dalam kehidupan, pengalaman Adam, kesaksian tentang Yesus Kristus, serta pandangan Paulus mendidik kita menuju suatu kesadaran: penggoda dan godaan dapat mewujud dalam berbagai hal dan tidak jarang terasa begitu menggiurkan namun hasil akhir bukanlah tergantung pada si penggoda, melainkan pada setiap manusia yang menghadapinya. Bahwa manusia memiliki naluri untuk mudah tergoda, itu benar, namun bukan berarti kita tidak berdaya menghadapi pencobaan. Kristus memberi teladan nyata, bahwa Dia mampu menghadapi pencobaan dengan mengarahkan diri dalam kehendak Tuhan, atau yang oleh rasul Paulus dibahasakan dengan kesediaan menerima kelimpahan kasih karunia. Sebagai pengingat bagi kita, ada sebuah kisah imajinatif yang demikian:Alkisah dalam surga, iblis tiba-tiba masuk dan bercakap-cakap dengan Tuhan:Iblis: "Tuhan, aku pensiun saja dari dinas di dunia"Tuhan: "Lha ada apaY Kok tiba-tiba mau pensiunY Ndak suka ya dengan pekerjaanmuY"Iblis: "Dulu sih aku suka, sangat menikmati malahA tapi sekarang, belum juga aku berbuat apa-apa manusia sudah lebih lihai melanggar kehendak-Mu. Di bagian itu sebenarnya aku masih happy-happy saja. Tapi, yang ndak bisa ku terima Tuhan, mereka selalu menyalahkan aku: aku berzina gara-gara bisikan iblis, aku mencuri, korupsi, tawuran, narkoba, dsbAmereka katakan semua gara-gara aku! Padahal nyatanya mereka memilih semuanya itu sendiri, untuk kesenangan pribadi!"Tuhan: "hahahahaA." (Tuhan nampak tertawa mendengar keluh kesah iblis, senyatanya hatiNya bersedih melihat anak-anakNya di dunia)Di masa pra-paskah ini, mari kita belajar untuk lebih mawas diri, menjaga sikap dan tutur kita serta bertanggung jawab atas tindakan yang kita perbuat. Godaan pasti selalu ada, namun mari kita tidak dengan mudah mengkambinghitamkan berbagai hal tersebut bahkan membawa-bawa iblis sebagai biang keladi semua masalah. Karena iblis bisa saja ngambeg ketika dijadikan alasan atas pilihan bebas kita. Dan yang lebih penting, mari kita memilih untuk tidak melukai hati Tuhan, seperti yang telah dilakukan Adam, melainkan sebaliknya, karena kita ini milik Kristus, mari kita meneladani kesetiaan-Nya.Amin.Oleh: Pdt. Joko HadiGKJW PesanggaranGambar diambil dari ebahana.com(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Layak Menderita karena Injil2 Ae Lockdown3 Ae Menjadi Sahabat Allah4 Ae Ajrih5 Ae Lemot, Lambat, Lambreta

    1. 2 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Menjadi Kreatif
    Menjadi Kreatif

    Setiap orang dikaruniai Tuhan akal, daya dan rasa untuk berkreasi agar bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik (Roma 11:36). Menjadi kreatif adalah pertanggung jawaban kita kepada Tuhan yg memberikan karunia itu. Karunia itu harus dikembangkan AThe post Menjadi Kreatif appeared first on GKJW.

    1. 2 Jul 2020
    2. GKJW
  • Bupati Malang Resmikan Ponpes Tangguh di Sumawe gopos id Gopos id
  • Promosi Promosi dan Sukacita Promosi Bineka Gerakan Warga GKJW gkjw
    Promosi, Promosi dan Sukacita Promosi, Bineka, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Sahabatku yang terkasih, Karena tidak kenal maka tidak sayang. Dengan harapan ketika sudah kenal maka menjadi sayang. Hal ini berlaku juga dalam memperkenalkan produk maupun memberitakan Firman Allah. Rasul Paulus berpesan kepada orang yang percaya, "Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran" (2 Timotius 4:2). Firman Tuhan harus terus menerus disampaikan atau dipromosikan supaya orang percaya mengenal, mengerti dan terlebih lagi, memberlakukan Firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari. Memberitakan Firman Tuhan bisa dikatakan berhasil jika orang percaya mau hidup seturut dengan kehendak Tuhan, bukan kehendaknya sendiri.Sahabatku yang terkasih, Barang yang kita jual atau jasa yang kita tawarkan, juga membutuhkan promosi secara terus menerus, sama seperti memberitakan Firman Allah tadi. Barang dan jasa kita perlu terus menerus dipromosikan supaya dikenal oleh pembeli dan oleh banyak orang, bahkan dikenal oleh dunia. Pada akhirnya, orang yang sudah mengetahui produk dan jasa kita, akan berubah menjadi pembeli dan akan membeli barang atau jasa yang kita promosikan dengan senang hati, bukan karena terpaksa. Ingatlah selalu bahwa sukacita akan selalu berbuah sukacita, bukan sebaliknya. Maka, lakukanlah promosi dengan sukacita, bukan karena terpaksa sehingga siapapun yang membeli produk atau jasa kita, akan menikmatinya dengan sukacita juga.Jadi, jangan lupa, promosi, promosi dan promosi serta tentu melakukannya dengan penuh sukacita.Pdt. Teguh SetyoadiPokja PEW bersama komunitas UMKM warga GKJWembeumkm.com(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Kurang Percaya Diri2 Ae Mangajapa Becik3 Ae Kuat Dilakoni, Lek Ra Kuat Ditinggal Ngopi4 Ae Warung Kopi Tak Kie5 Ae Permainan Bambu Gila

    1. 3 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Iman Meneguhkan Taurat sebagai Firman Allah Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Iman Meneguhkan Taurat sebagai Firman Allah, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Bacaan: Roma 3: 27-31SALAM SEJAHTERA DALAM KRISTUSSebagaimana kita ketahui bahwa GKJW Jemaat Blitar memanfaatkan ibadah patuwen sebagai sarana katekisasi lanjutan. Dan tahun 2020 ini kita mempelajari Surat Paulus kepada Jemaat di Roma.Ibadah pekan lalu kita telah mempelajari Roma 3: 21-26 yang gagasan intinya adalah Tetapi sekarang kebenaran Allah telah dinyatakan karena iman dalam Yesus Kristus, bagi semua orang yang percaya; oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.Semua orang, baik orang bukan Yahudi maupun orang Yahudi, telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Yesus Kristus ditentukan oleh Allah menjadi jalan (sarana) pendamaian oleh iman. Supaya nyata bahwa Allah adalah benar dan membenarkan orang oleh iman.Setelah membicarakan kebenaran oleh iman dan cuma-cuma, lalu bagaimana dengan kemegahanY Kemegahan dimustahilkan bukan oleh perbuatan melaksanakan Taurat, tetapi oleh hukum iman (ayat 27). Kebenaran oleh iman adalah rahmat Allah, pemberian Allah bukan prestasi. Maka hukum iman tidak boleh dilawankan dengan hukum Taurat, seolah-olah iman itu juga suatu prestasi atau perbuatan dari manusia. Dalam ayat 28 dibenarkan oleh iman dilawankan dengan karena melakukan Taurat. Dari ungkapan ini menjadi jelas bagi kita bahwa iman bukan perbuatan. Karena iman mengandung tiga hal:1. Meninggalkan usaha membenarkan diri melalui melakukan Taurat. 2. Menerima hukuman Allah atas dosanya dan 3. Mencari pendamaian dengan Allah hanya melalui jalan yang telah Allah tentukan, yaitu Yesus Kristus.Dengan demikian kita bisa belajar dari apa yang dinyatakan Rasul Paulus dalam surat Roma ini bahwa oleh iman hukum Taurat diteguhkan sebagai firman Allah. Artinya Hukum Taurat itu hanya mempunyai arti keselamatan sejauh membawa kepada iman, bukan sebagai alat mencapai keselamatan.Hukum Kasih, Ibadah, persembahan, pelayanan cinta kasih mempunyai tempat dan kedudukan yang sama dengan Hukum Taurat bukan sarana keselamatan tetapi sebagai sarana membawa kepada iman akan Yesus Kristus.Pdt. Bambang Margono, GKJW Jemaat Blitar.(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Kamulyaning Gusti Wonten ing Gesang2 Ae Tetaplah Berjalan Bersama Tuhan3 Ae Kekuasaan diberikan untuk menjadikan utuh kembali4 Ae Refleksi rumahan #28: Para Penggeledah5 Ae Bersabar Dalam Penderitaan

    1. 3 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Rangkuman BBS P2 Pokja PEW GKJW Bineka Gerakan Warga GKJW gkjw
    Rangkuman BBS P2 Pokja PEW GKJW, Bineka, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Sahabat UMKM warga GKJW, Bincang Bincang Santai PERIODE 2 (BBS P2) secara online yang kami lakukan pada hari Rabu 24 Juni 2020 dapat berjalan dengan baik. Tema BBS P2 adalah "UMKM GKJW DI MASA PANDEMI: Persoalan dan Solusinya" Dengan sub Thema berjualan secara aman melalui embeumkm.com Adapun rangkuman hasil BBS P2 sebagai berikut: A). Membangun trust.Perlu di ketahui bersama bahwa berjualan secara online itu berbeda dengan berjualan secara offline/tatap muka. Berjualan secara online didasari rasa saling percaya (trust) antara penjual dan pembeli. Bila tidak ada saling percaya sangat mustahil (tidak mungkin) terjadi proses jual beli.ue Sebagai penjual, Para penjual di embeumkm.com pasti kita telah memiliki TRUST yg baik. Kita bisa dipercaya oleh pembeli karena kekerabatan, pertemanan dan Saudara Tunggal darah dalam Kristus melalui GKJW. Nah, inilah modal utama sebagai penjual, yang telah dimiliki oleh embeumkm.comue Sebagai pembeli, kita juga tidak tahu dengan pasti apa para pembeli juga dapat dipercaya. Yang pasti, sebagai pembeli tidak ingin kehilangan uang. Sebaliknya, dari penjual juga tidak ingin kehilangan barangnya. B). Penataan manajemen:Untuk memperkuat Trust (sebagai orang yang bisa dipercaya) perlu penataan management; sehingga trust dapat terus dipertahankan dan tidak disalahgunakan.Bagi penjual, Oo Pastikan telah terjadi transaksi dengan benar dan tepat.Oo Pastikan barang yang akan dikirim sesuai dengan pesanan baik mutu maupun jumlah.Oo catat dan simpan data sebagai bukti transaksi sampai barang diterima pembeli.Ini untuk berjaga-jaga seandainya terjadi masalah di kemudian hari. C). Sistem pembayaran.Minimal ada tiga macam pembayaranAe COD : Cash On Delivery (dibayar ketika barang sudah sampai). Sistem ini untuk barang yg nominal kecil. Walaupun nilai nominal kecil tetapi jika pesanan dalam jumlah besar sehingga nilainya besar harus berhati hati.Ae Bayar di depan, artinya Barang di bayar lunas dulu sesuai kesepakatan, baru dikirim. Namun penjual harus berhati-hati dengan penipuan bukti transaksi. Harus cek ke rekening dulu supaya diketahui dengan pasti bahwa uang benar-benar sudah dikirim.Ae Deposit; yaitu pembeli menitipkan uang dahulu pada penjual, baru barang bisa dikirim. Ini biasanya untuk pembeli yg sudah berlangganan atau seller.Catatan :Dalam menerapkan sistem pembayaran ini sangat tergantung kesepakatan awal ketika bertransaksi. Ada yang menerapkan secara luwes karena yg pesan orang sudah dikenal dan dapat dipercaya. Untuk produk yang bernilai tinggi, setelah terjadi transaksi membayar 50%, setelah terbayar lunas baru dikirim.Penjual juga harus mewaspadai pembelian dengan utang, walaupun itu pelanggan. Ujilah dan pastikan tidak ada NIAT untuk menipu.Untuk pembeli yg jauh dan nilai transaksi besar, bisa meminta orang lain yg bisa dipercaya untuk bertemu dengan penjual. Setelah bertemu dan trust sudah terbangun, makan bisa dilakukan pembayaran uang muka. Yang harus diingat, prinsip penjualan online adalah barang sudah dibayar, lalu barang dikirimkan kepada pembeli.D). Memaksimalkan promosi embeumkm.comDalam berjualan secara online maupun secara langsung membutuhkan pembeli.Jika embeumkm.com diibaratkan sebagai pasar, maka embeumkm.com ini perlu dipromosikan secara gencar dan masif.Ae Dalam mempromosikan dengan melibatkan jalur kelembagaan ( DPP MA, KPPD dan Pokja PEW Daerah, KPPCK dan Pokja PEW Jemaat), lewat FB group, IG, WAG baik milik anggota UMKM, maupun lembaga; membuat dan menyebarkan brosur yg ditempel pada pengumuman Jemaat se GKJW.Ae Membuat dan menyebarkan logo embeumkm.com supaya lebih dikenal. E) Menata ulang WA Group yang ada.Ae untuk memaksimalkan WAG "UMKM GKJW Belajar Online" sebagai group belajar, maka sangat diharapkan anggota group secara aktif memanfaatkan group belajar sebagai media pembelajaran. Di group ini bisa dilakukan bersama.Ae Untuk WAG "Promosi UMKM EMBE 19" diharapkan dapat dipakai sebagai media promosi. Diharapkan, promosi senantiasa memakai link embeumkm.com. Kalau yg belum bisa, bisa kontak ke pak Dwi Kristianto. Atau mohon memperhatikan dari petunjuk yg sudah di share sebelumnya.Ae direncanakan membuat group baru, yang di peruntukan bagi UMKM Pemula. Supaya bisa belajar dari awal. F). Menata waktu Bincang Bincang santai.Sudah dua kali Pokja PEW bersama team melakukan BBS (Bincang-bincang Santai), tetapi hanya sebagian yg bisa terlibat. Sesuai rencana BBS akan kami lakukan setiap hari Rabu. Hanya waktu yg menyesuaikan. Kami ingin masukkan dari anggota UMKM, Jam berapa waktu yg paling ideal untuk melakukan BBS. Mohon memilih salah satu.1). 14.00 Ae 16.002). 17.00 Ae 19.003). 20. 00 Ae 22.004). 19.00 Ae 21.00Alternatif lain G). Kecepatan akses web embeumkm.comMenurut yang membuat, web embeumkm.com itu memiliki kecepatan tinggi. Bila dianalogikan dengan kecepatan mobil, web embeumkm.com sebanding dengan kecepatan MOBIL VERARI. Mobil yg sangat cepat dan mewah. Tapi sayang belum didukung dengan foto2 dan narasi (konten) yg memadai. Para anggota UMKM warga GKJW harus terus belajar bagaimana dapat menyajikan konten yang terbaik. Pergumulan ini akan menjadi materi BBS di kemudian hari. Catatan tambahan, menindaklanjuti percakapan dalam BBS P2, maka Pokja PEW bersama team kreatif akan melakukan rapat online dengan seluruh Anggota DPP MA. Pak ketua DPP yang akan mengatur waktunya.Kami menyampaikan terima kasihnya kepada DPP MA, Team Kreatif POKJA PEW, para peserta BBS P2 yang telah menyumbangkan pikiran dan gagasan terbaik demi kemajuan UMKM warga GKJW melalui etalase penjualan Online embeumkm.com. Kami juga mohon masukan dan saran dari Bapak & Ibu supaya web embeumkm.com dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapanTuhan memberkati maksud baik kita.Mutersari, 25 Juni 2020Penyelenggara BBS P2Pdt. Teguh SetyoadiPokja PEW bersama team kreatif serta komunitas UMKM Warga.embeumkm.com(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Kurang Percaya Diri2 Ae Perempuan Bermahkota Martabat3 Ae Kesempatan4 Ae Promosi, Promosi dan Sukacita Promosi5 Ae Hobi dan Uang lalu Uang dan Hobi

    1. 3 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • PROTOKOL COVID 19 DALAM IBADAT GEREJA GKJW BONDOWOSO Memasuki Masa New Normal
    PROTOKOL COVID-19 DALAM IBADAT GEREJA [ GKJW BONDOWOSO ] Memasuki Masa New Normal

    Kuncinya adalah pada disiplin melakukan ketentuan dalam Protokol Covid-19 ini. Mari jaga kebersihan dan kesehatan untuk menyukuri hidup anugerah Tuhan. Semangat dan sehat selalu.A Video ini disipakan oleh Satgas Penanganan COVID-19, Pojka Tenaga Kesehatan (Gakes) dan Majelis Jemaat GKJW Bondowoso. Mohon dukungan doa dan motivasi dari seluruh warga GKJW Bondowoso agar Ibadah Minggu di GKJW Jemaat Bondowoso dapat dimulai di Gedung Gereja dalam keadaan New Normal / Kebiasaan Baru memutus rantai penularan Covid-19. Dibawah ini adalah Protokol Ibadah minggu di GKJW Bondowoso dalam menghadapi New Normal. JIKA ANDA INGIN MELIHAT PROTOKOL IBADAH MINGGU DI GEREJA MELALUI CHANEL YOUTUBE SILAHKANA KLIK LINK BERIKUTI INI JIKA INGIN MELIHAT SECARA LANGSUNG MELALUI BLOG INI SILAHKAN ANDA KLIK VIDEO DIBAWAH INI :

    1. 4 Jul 2020
    2. GKJW Bondowoso
  • Pancasila Dari Puncak Kejayaan Majapahit Hingga Pidato Bung Karno 1 Juni 1945
    Pancasila: Dari Puncak Kejayaan Majapahit Hingga Pidato Bung Karno 1 Juni 1945

    Secara etimologis, kata AuPancasilaAy berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sansekerta dan Pali, yang artinya Ausendi dasar yang limaAy atau Aulima dasar yang kokohAy. Mula-mula kata AusilaAy dipakai sebagai dasar kesusilaan atau landasan moral Buddhisme, yang memuat lima larangan. Sebagaimana disebutkan dalam Tripitaka, kelima sila itu dalam bahasa Pali adalah sebagai berikut:1. PAnAtipAtA veramani sikkhapadamsamAdiyAmi (Aku melatih diri untuk menghindari pembunuhan); 2. AdinnAdAnA veramani sikhapadam samAdiyAmi (Aku bertekad melatih diri untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan); 3. KAmesu micchAcAra veramani sikkhapadam samAdiyAmi (Aku bertekad melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila); 4. MusAvAda veramani sikhapadam samAdiyAmi (Aku bertekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar, berdusta, atau memfitnah); 5. SurAmeraya majjapamAdatthAn veramani sikkhapadam samAdiyAmi (Aku bertekad untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan).Dalam makna Aulima dasar moralAy yang harus dipatuhi tersebut, maka istilah Pancasila di negara kita sudah kita kenal sejak zaman Majapahit. Istilah ini dijumpai baik dalam karya Mpu Tantular dalam bukunya AuKekawin SutasomaAy (ditulis tahun 1380 M), maupun karya Mpu Prapanca yang ditulis sebelumnya dalam sastra pujanya yang berjudul AuKekawin Negara KrtagamaAy (ditulis tahun 1367 M).Jadi, kedua pujangga itu hidup pada masa puncak kejayaan Majapahit, yang dikenal sebagai negara nasional (Nasionale Staat) yang kedua, yaitu setelah kejatuhan Sriwijaya dan sebelum Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dalam Kekawin Sutasoma, istilah Pancasila disebutkan 2 kali, yaitu dalam seloka-seloka suci yang dalam bahasa Jawa kuno bunyinya: Bwat Bajrayana Pancasila ya gegen den teki hawya lupa! Artinya: AuBagi yang mengikuti vajrayana, Pancasila harus dipegang teguh, jangan sampai dilupakanAy (Sutasoma 145:2).Dalam pupuh lain dari Kakawin yang sama, Mpu Tantular mencatat pula: Astam sang catursrameka tarinen ring Pancasila Krama! Artinya: AuWajibkanlah kepada semua anggota catur asrama supaya Pancasila dijalankan secara teraturAy (Sutasoma 4:4).Selanjutnya, dalam Kekawin Negara Krtagama, kata Pancasila dijumpai dalam seloka yang berbunyi: AuYatnagegwani Pancasila krtasangskara bhisekakramaAy. Artinya: AuSang Raja selalu waspada dan teguh memegang Pancasila, berlaku mulia, dan menjalankan upacara agamaAy (Negara Krtagama 43:2).Pancasila Digaungkan Kembali Dalam Pidato Bung Karno, 1 Juni 1945Dalam pidatonya tanpa teks di depan sidang Dokuritsu Zunbi Tyusakai (Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan), Bung Karno menggaungkan kembali Pancasila sebagai nama dasar negara kita, untuk memenuhi pertanyaan Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, yaitu apa dasarnya Indonesia merdeka yang akan didirikan.Menurut Bung Karno, yang diminta dr. Radjiman tidak lain adalah Weltanschauung atau Philosophische Grondslag (Dasar Filsafat) yang di atasnya Negara Indonesia merdeka akan didirikan. Dalam pidato yang akhirnya dikenal sebagai AuLahirnya Pantja-SilaAy itu, Bung Karno mengusulkan dasar-dasar sebagai berikut:1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan; 3. Mufakat atau Demokrasi, Dasar Perwakilan, Dasar Permusyawaratan; 4. Kesejahteraan Sosial; 5. Ketuhanan Yang Maha Esa.Istilah Pancasila diusulkan oleh Bung Karno dalam pidatonya yang bersejarah itu, pada tanggal 1 Juni 1945.AuSekarangAy, kata Bung Karno, Aubanyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadiAy, yang disambut dengan tepuk tangan riuh.Setelah melalui proses perumusan ulang, pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945 tersebut, kemudian dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945, Alinea 4, yang lengkapnya berbunyi:1. Ketuhanan yang Maha Esa; 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3. Persatuan Indonesia; 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan; 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Mengapa Majapahit Menjadi Sumber Inspirasi, Bukan Bugis, Banten, atau Mataram YDalam pidato AuLahirnja Pantja-SilaAy, Bung Karno menekankan bahwa kita adanya dua kali mengalami Nationale Staat, yaitu di zaman Sriwijaya dan Majapahit. Selain kedua negara itu, kita tidak mengalami negara nasional. Bung Karno memberi contoh, Mataram, Pajajaran, Banten, dan Bugis adalah negara-negara berdaulat, negara-negara merdeka, tetapi bukan negara nasional.Itulah sebabnya para pendiri bangsa, banyak terinspirasi oleh Majapahit. Dari Majapahit kita mengambil alih istilah AuPancasilaAy sebagai nama Dasar Negara, salam nasional kita AuMerdekaAy, dan AuBhinneka Tunggal IkaAy sebagai AusesantiAy dalam lambang negara kita.Demak, Mataram, Bugis, Banten tidak pernah berhasil mempersatukan Nusantara, karena landasan dalam bina negara bukan sebuah AuwelthansauungAy dari semua, oleh semua dan buat semua, melainkan berasas primordialitas agama tertentu. Terbukti bahwa sistem teokrasi atau negara agama, tidak pernah bisa mempersatukan Nusantara yang sangat majemuk.Selanjutnya, sama-sama negara nasional yang wilayahnya bahkan lebih besar dari NKRI sekarang, mengapa para pendiri bangsa lebih terinspirasi oleh Majapahit, bukan SriwijayaY Dasar negara kita, misalnya, namanya tidak diambil dari SriwijayaY Saya pernah menyampaikan hal ini kepada Pak Taufiek Kiemas (almarhum), ketika empat pilar MPR pertama digagas, dan pada waktu itu saya sebagai salah satu narasumber. Faktanya, 5 dokumentasi tertulis Sriwijaya tidak selengkap Majapahit, yang telah mengabadikan prinsip-prinsip kehidupan bina negara dalam sejumlah prasasti, lontar-lontar perundang-undangan, dan sejumlah besar karya sastra yang sampai sekarang masih dibaca dan terus dilestarikan di pulau Bali.AuMungkin karena itu Ibu Mega sangat mencintai Bali, PakAy, kata saya dalam obrolan singkat, sebelum saya mempresentasikan makalah AuBhinneka Tunggal Ika: Sejarah, Filosofi, dan RelevansinyaAy. Semua peninggalan sejarah itu tidak ada lagi di Jawa, tetapi justru diwariskan utuh-utuh kepada kita dari Pulau Dewata. Orang Jawa tidak lagi berbicara dalam bahasa Jawa kuno, tetapi di Bali bahasanya Mpu Tantular dan Mpu Prapanca ini masih dilestarikan dalam bentuk sastra kakawin.Ada yang mengatakan bahwa Auteman ahli bahasaAy yang dimaksud Bung Karno dalam pidatonya itu Pak Yamin. Tetapi yang lain bilang Ida Bagus Sugriwa, salah seorang putra Bali yang turut dalam sidang-sidang menjelang kemerdekaan RI. Baik Profesor Yamin maupun Ida Bagus Sugriwa adalah dua orang yang agaknya berdiskusi dengan Bung Karno, yang disebutnya Auseorang teman ahli bahasaAy.Meskipun Yamin adalah seorang putra Minang, namun sebagai ahli kebudayaan dan bahasa, dikenal sudah lama bersentuhan dengan segala hal yang berkenaan dengan kebesaran Majapahit. Konon, di sela-sela Sidang BPUPKI antara Mei-Juni 1945, Yamin yang mula-mula menyebut ungkapan AuBhinneka Tunggal IkaAy, I Gusti Bagus Sugriwa yang duduk di sampingnya spontan melengkapi sambungan ungkapan itu AuTan hana dharma mangrwaAy (Tidak ada kebenaran yang mendua).Keakraban keduanya seperti tampak dalam penggalan catatan sejarah di atas, membuktikan bahwa kedua sahabat Bung Karno ini memang sangat mendalami karya-karya Jawa kuno. Lebih-lebih Ida Bagus Sugriwa, sebagai putra Bali dari Buleleng, menjadi saksi hidup bahwa di Bali istilah-istilah seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Mahardhika, dan sebagainya, adalah ungkapan-ungkapan yang masih hidup, dihayati, dan 6 dilestarikan selama berabad-abad melalui sastra Kakawin. Bali adalah museum hidup Majapahit yang masih tegak berdiri sampai hari ini.Selain naskah Leiden, sumber rujukan lontar Sutasoma yang banyak menginspirasi para bapa bangsa di awal kemerdekaan, yang mungkin dibaca saat itu. Jadi, sangat mungkin sebelum mengucapkan pidatonya, Bung Karno mendiskusikannya dengan Yasin dan Ida Bagus Sugriwa.Majapahit menjadi inspirasi para bapa bangsa, bukan hal yang kebetulan. Negara nasional Kedua ini tidak hanya memberikan kebanggaan sebagai inspirasi untuk menghadirkan keagungan sejarah yang pernah ada, tetapi juga telah memberikan model dalam mengelola warisan pluralisme bangsa. Jadi, bukan hanya istilahnya yang kita warisi, tetapi pemikiran filsafat kenegaraan yang dibangun di atas jiwa merdeka yang terbuka, toleran, bahkan secara aktif berbagi dalam kebersamaan untuk merenda masa depan bangsa dan umat manusia.Oleh : DR. Bambang Noorsena(image)Baca selanjutnya: 1 Ae (Katanya) Kiamat - H 10 PSBB.sby2 Ae Bung Karno, Persahabatan Mesir - Indonesia dan Pancasila3 Ae Refleksi Rumahan #30: Peradaban Keramaian4 Ae Kunci Keberhasilan New Zealand Lawan COVID-19, Bisakah Ditiru IndonesiaY5 Ae Agama Ageming Aji - H 8 PSBB.sby

    1. 4 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Tuhan menolong di setiap penderitaan kita Renungan Gerakan Warga GKJW gkjw
    Tuhan menolong di setiap penderitaan kita, Renungan, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Bacaan : Kisah Para Rasul 1: 6-14Bapak-ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan, Kalau saya bertanya kepada saudara-saudara saat ini, Pergumulan apa yang saudara-saudara hadapi saat iniY Saya yakin saudara-saudara akan menjawab sesuai dengan pergumulan saudara-saudara yang sedang dihadapi, entah pergumulan soal sakit, entah pergumulan soal ekonomi (apalagi di saat2 seperti saat ini, banyak yang mengalami kesulitan karena bencana virus corona/covid 19 yang melanda kehidupan kita), entah pergumulan soal hubungan dengan pasangan/suami Ae istri, atau orang tua dengan anak2, dan pergumulan-pergumulan yang lainnya.Dan kalau pergumulan itu diibaratkan bagai gelombang besar yang bertubi2 menghantam diri kita, maka yang sangat kita harapkan adalah kekuatan dan pertolongan. Firman Tuhan saat ini Kisah Para Rasul 1 : 6 Ae 14, kisah ketika para pengikut Yesus sedang mengalami situasi yang penuh ketakutan. Setelah kebangkitan Kristus keberadaan mereka diawasi dan mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Demikian setelah Tuhan Yesus naik ke Sorga. Seperti yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul, para murid datang ke Yerusalem, seperti yang ditetapkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka. Itu berarti bahwa mereka masuk ke tengah-tengah musuh. Di Yerusalem mereka naik ke ruang atas dan menumpang di sana. Keberadaan mereka tidak ingin diketahui oleh siapapun. Di sini nampak bahwa mereka merasa "sangat takut" kepada orang-orang Yahudi. Mereka hidup dalam tekanan dan kegelisahan. Saat itu adalah saat kesusahan dan bahaya bagi murid-murid Tuhan Yesus dan mereka sama sekali tidak punya pilihan selain hanya mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada mereka. Kita dapat melihat kesabaran diri para rasul dan pengikut Tuhan Yesus yang lain ketika mereka berada di ruang atas sambil menantikan Roh Kudus. Apakah yang mereka lakukan agar mereka sabar dalam menghadapi penderitaanY Hal yang mereka lakukan adalah bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Mereka berdoa dan menaikkan permohonan. Mereka bertekun dalam doa, menghabiskan banyak waktu untuk berdoa, lebih daripada biasanya, sering berdoa dan berdoa dalam waktu yang lama. Mereka tidak pernah kehilangan satu jam pun untuk berdoa. Mereka berdoa dengan sehati. Ini menunjukkan bahwa mereka berkumpul bersama-sama dalam kasih yang kudus dan tidak ada pertengkaran atau perselisihan di antara mereka. Betapa berharganya kesatuan hati mereka dalam menaikkan permohonan-permohonan didalam doa.Dalam menghadapi penderitaan sudah selayaknya orang percaya bersabar. Dengan bertekun dalam doa, menunjukkan adanya keyakinan bahwa Allah Bapa akan memelihara kita dan menolong kita. Ada lustrasi yang seperti ini; Ada seseorang yang melakukan perjalanan sendirian, ketika dia berjalan sendirian dengan angina yang sepoi-sepoi dan udara yang sejuk, dia melihat bekas tapak kaki diatas tanah yang dilaluinya ada dua (2) pasang, yaitu yang sepasang bekas tapak kaki dia sendiri dan yang sepasang lagi adalah bekas kaki Tuhan yang berjalan bersama orang ini disebelahnya, Betapa orang ini merasa tenang dan tenteram hatinya , karena ada Tuhan yang mendampingi perjalanannya.Tetapi tidak lama orang ini berjalan, orang ini bertemu dengan angina badai yang sangat kencang, orang ini merasa sangat ketakutan, apalagi setelah dia melihat bekas tapak kaki yang dilihatnya tinggal sepasang, semakin gelisa dan cemas. Maka dia dengan sekuat tenaga berteriak; Tuhan dimanakah Engkau, mengapa Engkau meninggalkan aku disaat perjalananku menemui badai yang dasyat ini, aku takut Tuhan. Tuhan menjawab : Aku ada anaku, dan bekas tapak kaki yang kau lihat sepasang itu adalah bekas tapak kakiKu dan kamu Aku gendong. Bapak, ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan, Seberat apapun penderitaan dan pergumulan atas kehidupan kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan Tuhan akan terus menyertai menggendong kita agar kita dimampukan menjalani hidup ini. Karena itu 1 Petrus 5 : 7 memberi perintah "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia memelihara kamu".Sebab, meskipun pergumulan dan penderitaan itu terasa teramat berat, namun hanya dimaksudkan untuk menguji, bukan untuk menghancurkan. Penderitaan menguji kesungguhan hati, kekuatan, kesabaran dan kepercayaan mereka kepada Allah. Sebagai orang percaya baik sebagai pribadi maupun persekutuan tidak dapat lepas dari pergumulan dan pederitaan. Ada hal yang tidak boleh kita tinggalkan dalam menghadapi penderitaan itu, yaitu bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Dan percayalah Tuhan menolong dan menopang kita di segala pergumlan dan penderitaan kita. Tuhan memberkati. Amin.Oleh: Pdt Joko HadiGKJW Pesanggaranembeumkm.com(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Swanten kang Leres2 Ae Menjawab Panggilan Kristus dengan bersedia bekerja maksimal di ladang Anggur-Nya3 Ae Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat4 Ae Kamulyaning Gusti Wonten ing Gesang5 Ae Tetaplah Berjalan Bersama Tuhan

    1. 4 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • Panduan Kebaktian Minggu Kebaktian PD dan Kebaktian Keluarga 05 Ae 09 Juli 2020
    Panduan Kebaktian Minggu, Kebaktian PD, dan Kebaktian Keluarga 05 Ae 09 Juli 2020

    Minggu ini kita memasuki Pekan Anak di tahun 2020 dengan tema AuBerduri Tetapi WangiAy. Sasaran Pekan Anak bukan hanya anak-anak saja tetapi seluruh warga jemaat di semua lapisan jenjang. Anak adalah anugerah dari Allah, salah satu tugas keluarga adalah mewariskan kehidupan yang sesuai dengan Firman Tuhan kepada anak-anaknya. Mereka ada ditengah-tengah keluarga untuk bertumbuh, berkembang dan menjadi dewasa. Mereka adalah generasi penerus gereja yang harus selalu kita bina dan didik dalam kasih Kristus. Pekan Anak diadakan untuk membangkitkan semangat rohani mereka (anak-anak). Oleh sebab itu di dalam Bulan Keluarga ini semua orang dewasa diajak memberikan perhatian khusus kepada anak-anak sehingga kehadiran mereka terlayani dan terlindungi. Para orang tua juga mengajarkan pada anak-anak untuk tetap taat, setia dan bersedia melayani Tuhan dan terlibat aktif dalam kegiatan gerejawi serta mengajarkan dan mengenalkan kepada anak-anak akan penerimaan Kristus Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Pada saat pekan anak, juga dapat dilakukan ibadah kenaikan jenjang sebagai penanda pertumbuhan iman anak sekaligus mengingatkan para orang tua akan tugas dan tanggungjawab mereka dalam menumbuhkembangkan iman percaya anak-anak mereka. Marilah kita para orang tua untuk senantiasa mensupport atau mendukung segala kegiatan dalam Dwi Pekan Anak di GKJW Jemaat Mojosarirejo dan tak lupa juga untuk selalu mengajak dan melibatkan anak-anak dalam persekutuan yang dibangun bersama keluarga di rumah. Selamat memasuki dan menghayati Dwi Pekan Anak, Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.Tuntunan ibadah untuk kebaktian tanggal 05 Ae 09 Juli 2020 dapat di unduh / di download melalui link berikut:LITURGI KEBAKTIAN MINGGU, KEBAKTIAN PERSEKUTUAN DOA, DAN KEBAKTIAN KELUARGA 05 Ae 09 JULI 2020Untuk Ibadah Minggu ini kita masih menggunakan panduan Ibadah online dari Majelis Agung. Panduan Kebaktian Online melalui Youtube dapat di unduh atau di download melalui link di bawah ini:Ibadah Minggu dari Majelis Agung :Ahttps://youtu.be/psJY6lF3XrMIbadah Minggu Anak-anak dari Majelis Agung : https://youtu.be/AAORGpSdkjsIbadah Minggu Remaja dari Majelis Agung : https://youtu.be/KesASaGnfyc

    1. 4 Jul 2020
    2. GKJW MOJOSARIREJO
  • Mental Block Kurang Percaya Diri Bineka Gerakan Warga GKJW gkjw
  • Bisnis itu MuliaY Betul Bineka Gerakan Warga GKJW gkjw
    Bisnis itu MuliaY Betul!! Bineka, Gerakan Warga GKJW, gkjw.org

    Banyak orang Kristen terutama warga GKJW tidak tertarik dalam dunia bisnis.KenapaY Menu dirut mereka, bisnis itu dosa!Kalau ditanya lagi, "kenapa dosaY" Pasti akan menjawab dengan segala argumen, sebagai pembenaran.Tetapi, bagi saya, BISNIS ITU MULIA! Betul, bisnis itu mulia. Jangan Ragu, jangan bimbang untuk memulai berbisnis. Ayo, etalase online produk UMKM warga GKJW embeumkm.com menunggu. Sebab Bisnis itu Mulia. Mengapa sebagian warga GKJW menganggap sebaliknyaY Tentu ini dilatar belakangi sejarah perjalanan kehidupan bergereja dan bermasyarakat pada saat itu. Begini ceritanyaPada jaman dahulu, nenek moyang GKJW itu tidak mengajarkan cara berbisnis yang baik. Bahkan sampai saat ini.MengapaY Pada jaman penjajah, masyarakat dibagi dalam tiga kelas sekaligus pekerjaannya.Oo kelas atas : orang Eropa, termasuk penjajah Belanda. Pekerjaan sebagai Tuan/ pemimpin di semua sektor.Oo kelas menengah: orang Asia (Cina, dll). Pekerjaan sebagai pedagangOo kelas bawah : orang pribumi, termasuk nenek moyang GKJW. Pekerjaan sebagai petani/ buruh tani. Untuk memenuhi kebutuhan baik untuk sehari-hari maupun untuk kepentingan lebih besar, Penjajah (Belanda Ae kelas atas) memakai kelas menengah sebagai pedagang. Dan dalam menjalankan proses perdagangan, mereka (para pedagang) dengan didukung penjajah bertindak tidak jujur, bohong, menindas, memeras. Sikap yg demikian di kategorikan sebagai DOSA.Dengan melihat para pedagang (kelas menengah dan didukung penjajah) berlaku tidak adil itu; nenek moyang GKJW tidak mengajarkan tentang bisnis. Sebab dalam pikiran mereka, bisnis seperti itu dosaA Lihatlah para pedagang berbuat seperti itu. Namun, Sebenarnya orang pribumi tidak boleh berdagang ini lebih pada nuansa politik saja, supaya orang pribumi tetap miskin dan tidak punya modal untuk melawan penjajah. Mereka tetap menjadi petani yang miskin. Orang Kristen sendiri, yang telah menjadi kaya juga bersikap tidak adil. Petani miskin pinjam uang untuk pertanian, ketika panen juga dibeli dengan harga MURAH. Dan ini tetap terjadi sampai saat ini. Dan orang pribumi yang berpendidikan tinggi diberi pekerjaan sebagai guru, tenaga kesehatan, TNI & Polri, serta PNS. Sehingga semua tetap tergantung pada penjajah. Kondisi masa lalu inilah, yang mewarnai pemahaman dan tindakan pada saat ini.Sebenarnya, bisnis itu BUKAN DOSA, bisnis itu baik, "bisnis itu mulia* jika dilandasi oleh Kasih Allah. Keluarga Yakub yang tinggal di Kanaan mengalami kelaparan yang hebat. Mereka harus pergi ke Mesir untuk membeli bahan makanan. "A belilah gandum disana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati" (Kejadian 42:2). Oo Bisnis itu MULIA sebab kita bisa dipakai Allah menolong orang yang membutuhkan demi melanjutkan kehidupan. Coba bayangkan, seandainya di Mesir tidak ada bisnis jual & beli gandum, maka KELUARGA BESAR Yakub akan mati kelaparan. Dengan adanya jual & beli gandum ini, Keluarga Yakub tertolong.Oo Bisnis itu mulia, sebab kita bisa mengasihi sesama, dengan memenuhi apa yang mereka butuhkan. Kita mengasihi sesama sebab segala sesuatu yang kita terapkan kepada pembeli harus kita terapkan pada diri sendiri. Tidak ada yang merasa dirugikan.Oo Karena Bisnis yang Mulia. Maka bagi Bapak, Ibu dan Saudara warga GKJW dimanapun berada mari kita mulai berbisnis. Jangan ragu dan jangan lupa mempromosikan produk Bapak & Ibu melalui embeumkm.com sebagai ETALASE ONLINE UMKM warga GKJW. Kami tunggu ya. Tuhan memberkati kita. Mutersari Jombang, Pdt. Teguh SetyoadiPokja PEW GKJW bersama komunitas UMKM warga GKJW.embeumkm.com(image)Baca selanjutnya: 1 Ae Semangat Gotong Royong2 Ae Mental Block: Kurang Percaya Diri3 Ae Cangkir Kopi Douwe Egbert: Gadis Berhias Mutiara4 Ae Kurang Percaya Diri5 Ae Perempuan Bermahkota Martabat

    1. 5 Jul 2020
    2. Gerakan Warga GKJWGerakan Warga GKJW
  • warta 5 Juli 2020
    warta 5 Juli 2020

    CINTA KASIH MERAWAT RELASI Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada didalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam kita (1 Yohanes 4:16)ATanpa terasa hari ini sudah memasuki minggu pertama di bulan Juli dan sekaligus menjadi minggu kedua di masa bulan keluarga. Gereja telah mengumumkan beberapa kegiatan dan lomba-lomba yang bisa diikuti oleh seluruh warga jemaat bersama dengan anggota keluarganya. Namun sayangnya Bu Sevi harus mengurungkan niatnya untuk mengikuti lomba karena suami dan anak-anaknya berada di luar kota. Sejak ada pandemi hingga sekarang ini suami dan anak-anaknya memang tidak dapat pulang. Bu Sevi merasakan kesepian dan kesedihan yang amat dalam terlebih ketika ia melihat sukacita dan kebersamaan yang dibangun oleh keluarga yang lain. Pandemi Covid-19 telah membuat jarak antara Bu Sevi dan anggota keluarganya terasa semakin jauh. Pandemi Covid-19 telah melahirkan jarak yang bernilai positif dan juga negatif. Pada sisi positif, berjarak menjadi hal yang harus ditaati agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19. Di sisi sebaliknya, jarak membuat perpisahan dengan anggota keluarga yang lain sehingga menyebabkan kesepian dan keterpisahan. Untuk menjawab ini semua, hanya cinta dan kasihlah yang dapat mengatasi kesepian akibat kondisi yang berjarak ini. Hanya cinta dan kasih yang mampu merawat relasi meskipun harus terpisah jauh dalam bentangan jarak.Keberadaan cinta kasih memang tidak terpisahkan dari relasi. Dalam pemahaman teologis hal ini dapat diteladan dari Allah. Pernyataan Allah adalah kasih menunjukkan betapa kuat cinta kasih pada diri Allah yang diekspresikan dalam sebuah relasi yang intim yang bersifat ke dalam dan sekaligus ke luar. Dalam ekspresi relasi intim yang bersifat ke dalam dapat kita pahami dari kesatuan Allah tritunggal. Dalam relasi dan kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus ada perwujudan cinta kasih yang kuat. Dari cinta kasih Allah Tritunggal dinyatakan dalam relasi yang bersifat ke luar yaitu pada seluruh ciptaan. Dari Allah Tritunggal kita dapat melihat bahwa cinta kasih dan relasi merupakan satu hal yang saling berkelitkelindan atau saling berpaut.Manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah diajak untuk dapat mengekspresikan cinta kasih pada relasi dengan Allah dan juga dengan seluruh ciptaan. Perwujudan cinta kasih Allah kepada umat ciptaanNya tidak diragukan lagi. Namun sebaliknya, cinta kasih manusia pada Allah sering tidak terwujud. Akibatnya manusialah yang merusak relasi dengan Allah. Meskipun demikian, Allah tetap mau memulihkan relasi yang rusak ini. Berulang kali manusia merusak, berulang kali juga Allah memulihkan sebab begitu besar cinta dan kasih Allah pada seluruh umat kepunyaanNya.Atas dasar penghayatan ini kita dapat mengetahui bahwa cinta kasih merupakan daya atau kekuatan yang luar biasa. Karena cinta kasih, Allah mampu mencipta, memelihara, menyelamatkan, memulihkan, membaharui, dan memberdayakan umat ciptaanNya untuk meraih harapan. Sebagai umat yang telah merasakan cinta kasih dan yang dianugerahi cinta kasih, maka sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk dapat menyatakan dan memperjuangkan cinta kasih pada Allah dan semua orang melalui relasi yang baik.Dalam konteks Bu Sevi cinta kasih pada anggota keluarga bukan hanya soal romatisme belaka, tetapi juga sebuah perjuangan nyata. Jika kita mencintai dan mengasihi anggota keluarga kita, maka kita harus berjuang secara nyata untuk terus mau menjalin relasi walaupun terpisah dalam bentangan jarak (The Active Love). Perjuangan mewujudkan cinta kasih yang paling sulit adalah dalam ruang hati. Oleh karena itu, John Wesley mengatakan perwujudan cinta kasih yang baik adalah pada hati yang benar (Ortokardia). Hal ini dapat dilakukan dengan cara:Menerima dia di hati kita dengan apa adanya dan dengan segala kekhasannyaMemberi kepercayaan pada dia yang kita kasihiSelalu mengingat dan mengerjakan komitmen demi mewujudkan kebaikan bersama.Sampai di sini kita mengetahui bahwa cinta kasih adalah daya yang kuat yang mewujudkan persekutuan dengan seluruh ciptaan. Cinta kasih adalah perjuangan aktif yang mentransformasi diri demi kebaikan bersama. Oleh karena itu tetaplah semangat dalam mencinta dan mengasihi anggota keluarga kita karena Allah sang Pencipta adalah cinta yang terus bekerja. Cinta kasih akan selalu merawat relasi meskipun terpisah jauh dalam bentangan jarak. (gwk)Ucapan Selamat BeribadahMajelis Jemaat mengucapkan selamat beribadah kepada segenap warga jemaat. Kiranya semangat persekutuan dan berkat-Nya melimpah dalam kehidupan kita.Tata Ibadah Minggu, 05 Juli 2020 Hari Raya Persembahan II (DALAM MASA NEW NORMAL)PAGI, A 08.00 WIBSORE, A 17.00 WIBIbadah Umum, Pelayan:1.AAAAAA Pdt. Patria Yusak2.AAAAAA Pnt Heru M3.AAAAAA Dkn Ice Yuliarta4.AAAAAA Pnt Isyana5.AAAAAA Dkn Jeane W6.AAAAAA Dkn Mardiono7.AAAA Pnt Priyo DIbadah Umum, Pelayan:1.AAAAAA Pdt Patria Yusak2.AAAAAA Dkn Retno K3.AAAAAA Pnt Retno W4.AAAAAA Pnt Rini Dwi S.S5.AAAAAA Dkn Santoso6.AAAAAA Pnt Siti Chusnul7.AAAA Dkn Sri Irianto BambangOrganis: Sdri Nike AgrivinaSong Leader: Sdri Nita & Bp Juni WandiOrganis: Ibu RistaSong Leader: Ibu Maria A& Ibu Sri WinOperator LCD : Sdri Fitri YOperator LCD : Sdr Yanuar FajarPeserta ibadah (Kelompok B):KRW Galilea, KRW Getsemane, KRW Betlehem, KRW Efrata, A KRW Leces, KRW Gending, KRW Tongas, KRW Sukapura.Peserta ibadah (Kelompok A):KRW Nasaret, KRW Betani, KRW Betesda, KRW Sion dan KRW Siloam.APagi, 08.00 WIBCatatan:Ibadah KPAR : Live Streaming IG, Liturgi disiapkan dari KPAR GKJW ProbolinggoCatatan: Remaja dan Calon Sidi ibadah jadi satu dengan gereja induk.Warga jemaat yang melaksanakan ibadah di rumah dapat menggunakan liturgi yang disiapkan oleh Majelis Agung GKJW atau melalui Radio Online.Tata Ibadah Minggu, 12 Juli 2020A(DALAM MASA NEW NORMAL)PAGI, A 08.00 WIBSORE, A 17.00 WIBIbadah Umum, Pelayan:1.AAAAAA Pdt. Patria Yusak2.AAAAAA Dkn Tanti Yulia3.AAAAAA Dkn Teguh Pri4.AAAAAA Pnt Teguh P5.AAAAAA Dkn Titik W6.AAAAAA Pnt Triana7.AAAAAA Pnt Wajib SAIbadah Umum, Pelayan:1.AAAAAA Pdt Patria Yusak2.AAAAAA Pnt Budi Kris3.AAAAAA Pnt Chenoch4.AAAAAA Pnt Donald VB5.AAAAAA Dkn Elly H6.AAAAAA Pnt Elwan W7.AAAAAA Pnt Fadjar HAOrganis: Sdr HarisSong Leader: Ibu Sri Purwanti & Sdri ThessarinaOrganis: Sdri Nike AgrivinaSong Leader: Ibu Retno Kanthi & Ibu Diah V.BOperator LCD : Sdr ChristianOperator LCD : Sri EstiPeserta ibadah (Kelompok A):KRW Nasaret, KRW Betani, KRW Betesda, KRW Sion dan KRW Siloam.Peserta ibadah (Kelompok B):KRW Galilea, KRW Getsemane, KRW Betlehem, KRW Efrata, A KRW Leces, KRW Gending, KRW Tongas, KRW Sukapura.Pagi, 08.00 WIBCatatan:Ibadah KPAR : Live Streaming IG, Liturgi disiapkan dari KPAR GKJW ProbolinggoWarga jemaat yang melaksanakan ibadah di rumah dapat menggunakan liturgi yang disiapkan oleh Majelis Agung GKJW atau melalui Radio Online.ABacaanAlkitab Juli 2020Tema Pekan Anak (2-8Juli)AuBerduri Tetapi WangiAy06-07-20Kejadian 27:30-46Mazmur 131Roma 1:18-2507-07-20Kejadian 29:1-14Mazmur 131Roma 3: 1-808-07-20Kejadian 29:31-35Mazmur 131Yohanes 13:1-1709-07-20Keluaran 3:1-6Mazmur 119:105-112Roma 2:12-1610-07-20Ulangan 32:1-10Mazmur 119:105-112Roma 15:14-2111-07-20Yesaya 2:1-4Mazmur 119:105-112Yohanes 12:44-50APERSEMBAHAN IBADAH MINGGU PERIODE 17 MEI -28 JUNI 2020N0.UraianJumlah (Rp)1Cawisan Manten 27-06-20375.0002Kantong Ungu12.465.0003Kantong Merah8.696.0004KPAR1.128.0005Syukur pemberkatan manten1.550.006Kenaikan Tuhan Yesus2.569.000AIbadah Minggu 28-06-20 jam 17.00A1Kantong Ungu832.0002Kantong Merah728.0003Pelepasan dan pelantikan PHBG458.000AInformasi Dana Pembangunan Tahap IVTANGGALUraianJumlah (Rp)APemasukanA28-06-20Transfer NN500.000APengeluaranA28-06-20Masuk Bank500.00010-06-20Saldo Kas10.729.27028-06-20Saldo Bank9.042.949ADisampaikan terimakasih kepada seluruh warga jemaat dan NN yang sudah mempersembahkan untuk pembangunan Kapanditan. Tuhan Yesus memberkati.Persembahan Pembangunan dapat disampaikan melalui Rekening Panitia Pembangunan Bank Mandiri Nomor Rek. 143 001 659 3368 atas nama Wajib Sumuyud.AJadwalIbadah KRW GKJW JemaatProbolinggo di bulan JuliNamaKRWPelaksanaanHari/TanggalAAIbadah Keluarga tetap dilaksanakan di rumah masing-masing sesuai jadwal dengan menggunakan Tuntunan Liturgi Ibadah Keluarga/ KRW yang disiapkan oleh MJ GKJW Probolinggo melalui video/siaran langsung melalui radio 0n-line.BethaniASelasa, 07-07-20GalileaASelasa, 07-07-20NasarethASelasa, 07-07-20Sion ASelasa, 07-07-20EfrataAKamis, 09-07-20BethesdaAKamis, 09-07-20AWARGA YANG BERULANG TAHUN MINGGU INITanggalNamaAlamat05 JuliErry Trianto PutraJl.Sukarno Hatta 92 Sukabumi Mayangan06 JuliIbu Ayu EnggarwatiePerum Citarum Indah 2 No.1307 JuliIbu SunarsihJl.Anggrek 28 Sukabumi Mayangan07 JuliIbu Sri Endah Yekti M.Dsn Sumber Sebaung RT 1 / RW 407 JuliIbu Erlin YuliawatiJln.Citarum Perum Kentangan No.0908 JuliIbu SoemartiJln. Ahmad Yani 109 RT 08 RW 0709 JuliYulian Hardiansyah Dwi KJln.Ronggojalu No.40 RT 02/RW 0209 JuliSdri. Leanita NaomiJl.Sukarno Hatta 84 Sukabumi MayanganWARGA YANG BERULANG TAHUN PERKAWINAN MINGGU INI05 JuliABp. Widodo Endro Bakti& Ibu Sih Kaeksi Indri WRJl.RA Kartini 98 Kel.SukabumiA06 JuliBp. Heru Margyantohadi & Ibu Maria WidiastutiPerum Gubernur Suryo Selatan Blok G/4 Kanigaran07 JuliBp. Sriyono Setyobudi & Ibu Meilia KristiantiPondok Pabean Indah Blok L411 JuliIbu Drijatmo Irman Handojo Putra & Ibu Catur IspriyantiJl.Seruni No.27 RT/RW 09/01 SukabumiAAPETUGAS WAPAM BULAN JULI 2020TANGGALIBADAHPETUGASKRWKETERANGAN05-07-2020PagiBp Trisunu, Ibu BainiBp Petrus, Bp SiswoGetsemaniBethaniMinggu Ke ISoreBp Ade, Ibu ErlinBethani12-07-2020PagiBp Daniel, Bp KetutBp Bambang IrSdr HendraBethaniBethesdaEfrataMinggu Ke IISoreIbu Jean, Bp WimbaBethaniAINFORMASI KEGIATAN MINGGUANNOHARI/TglJAMKETERANGAN1Minggu, 05-07-2008.00 dan 17.00Ibadah Hari Raya Persembahan09.30Lelang terbuka melalui Group WA Unduh-unduh, penjelasan lelang disampaikan melalui group WA2Senin, 06-07-2019.00-20.30Seminar online AuBocah GKJW Dalam PandemiAyAINFORMASI TAMBAHANSEMINAR ON-LINE AuBOCAH GKJW DITENGAH PANDEMIAyDiprakarsai oleh DPAR dan Pokja P2A GKJW mengundang warga jemaat terutama Pamong KPAR, orangtua, Pengurus KPAR dan Pokja P2A Jemaat untuk mengikuti secara live di kanal http://youtube.com/grejakristenjawiwetan atau ZOOM (ID akan diinformasikan pada H-1). Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Senin, 6 Juli 2020 pukul 19.00-20.30 WIB.AREMBUG WARGADalam rangka untuk mempersiapkan PKT 2021 Komperlitbang akan melaksanakan rembug warga untuk menjaring aspirasi dari seluruh warga jemaat dimulai bulan Juli sampai awal bulan Agustus 2020. Namun mengingat kondisi dan situasi pandemi covid-19 maka rembug warga dilaksanakan dengan menghimpun aspirasi dan usulan dari warga yang dikumpulkan kepada Ketua KRW melalui media sosial (WA, SMS) dan selanjutnya Ketua KRW akan menyampaikan kepada Komperlitbang sesuai jadwal.AATESTASI KELUARTelah mengajukan atestasi keluar kepada Majelis Jemaat, atas nama Sdri. SRI DEVI FITRIANI (KRW Getsemane) untuk pindah ke GKJW Sidoarjo karena mengikuti suami. Kiranya Tuhan senantiasa memberikan berkat di tempat yang baru.ARADIO ON-LINE GKJW PROBOLINGGO:Untuk meningkatkan pelayanan dan sarana kabar-kinabaran siaran radio Suara Nyawiji ini bisa dinikmati oleh seluruh warga jemaat melalui web dan link https://gkjwprobolinggo.radio12345.com. & http://radiogkjwprob.caster.fm/ ASaat ini sedang dipersiapkan sarana studio dengan memanfaatkan ruangan di lantai 2, kami mohon dukungan doa dan mengetuk hati para donatur untuk bisa mendukung pengadaan sarana prasarana yang dibutuhkan Tim Multi Media dalam pelayanan. Tuhan Yesus memberkati.ALAPOR PERKAWINAN II:Telah melaporkan Perkawinan Tahap II Aatas nama Sdr. GLORIAN PRISKA ARMADANI putra Bp Sih Widjajanto dan Ibu Sestu WilujengA (KRW Betlehem) dengan Sdri. LEANITA NAOMI putri Bp Petrus Yuli Iswanto dan Ibu Jeane Westerlink (KRW Betani) Rencana pemberkatan nikah akan dilaksanakanA di GKJW Probolinggo pada tanggal 26 Juli 2020.AANOMOR REKENING BENDAHARA JEMAAT.Dalam rangka untuk memudahkan dan memfasilitasi warga jemaat dalam menyampaikan ucapan syukur dan persembahan ibadah, dapat disampaikan langsung melalui transfer ke Rekening Bendahara Jemaat atas nama Wajib Sumuyud Rekening BNI Nomor 0796913537.AHARI RAYA PERSEMBAHAN KE-2:Dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 05 Juli 2020, dimohon kepada seluruh warga jemaat untuk bisa mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Adapun teknis pelaksanaan sebagai berikut:Unduh-unduh ke dua akan dilaksanakan bersama dalam ibadah Minggu di gereja tgl 5 Juli 2020 jam 08.00 dan jam 17.00 WIB.Penanggung jawab sementara oleh PHMJ dibantu oleh PHBG yang dilantik hari Minggu 28 Juni 2020 dalam ibadah Minggu Sore.Sasaran hasil unduh-unduh untuk mendukung pembangunan rumah kapanditan.Karena pertimbangan situasi dan kondisi masih dalam pandemi Covid 19, maka diharapkan persembahan syukur warga diwujudkan dalam bentuk uang dalam amplop. Majelis Jemaat sudah menyiapkan kotak persembahan di pintu masuk gereja (untuk kantong ungu, merah dan Unduh-unduh) dimohon warga bisa memasukkan persembahnnya sebelum ibadah dimulai.Persembahan Natura hanya disiapkan oleh perwakilan KRW saja untuk dilelang. Bentuk persembahan Natura diusahakan yang tahan ( tidak mudah basi ) karena harus dikumpulkan di gereja Sabtu jam 17.00 untuk di foto dan di upload melalui Grup WA khusus unduh-unduh. (Group WA akan dibuat oleh Tim Multimedia dengan anggota seluruh warga jemaat dan digunakan hanya untuk kepentingan Unduh-unduh).Lelang terbuka dilaksanakan satu sesi setelah ibadah pagi, setiap warga jemaat bisa mengikuti lelang melalui Group WA khusus yang dibuat untuk unduh-unduh.Warung podomoro, lelang tertutup dan penjualan bebas ditiadakan untuk menghindari kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.Pembayaran lelang bisa ditransfer ke rekening panitia pembangunan atau secara tunai melalui petugas lelang.Catatan:A Karena waktu dan sikon yang sangat sempit, dalam mempersiapkan unduh-unduh Aini, mohon dukungan seluruh KRW untuk bisa meneruskan informasi ini dengan penuh kasih agar semuanya boleh menjadi persembahan bagi kemuliaan Tuhan.AHAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH SELURUH WARGA JEMAAT GKJW PROBOLINGGO DALAM PELAKSANAAN IBADAH MINGGU DI MASA TATANAN NORMAL BARU.Waktu Pelaksanaan Ibadah MingguWaktu Ibadah dibagi menjadi 2 sesi pagi dan sore, sebagai berikut:PAGI, A PUKUL 08.00-09.00 WIB.SORE, PUKUL 17.00-18.00 WIBDiharapkan warga jemaat yang akan mengikuti ibadah datang lebih awal karena harus mengikuti prosesA pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.Ibadah Keluarga/KRW masih tetap dilaksanakan di rumah tempat tinggal masing-masing.AWarga Jemaat Peserta Ibadah MingguMengingat bahwa setelah dilakukan penataan ruang sesuai protokol kesehatan kapasitas gedung gereja hanya dapat menampung 120 orang, maka kehadiran warga jemaat diatur (dikelompokkan) menjadi 2 Kelompok (A dan B) dengan pertimbangan junlah warga jemaat di masing-masing KRW, sebagai berikut:Kelompok A : KRW Betani, KRW Betesda, KRW Nasaret, KRW Siloam dan KRW Sion.Kelompok B : KRW Efrata, KRW Galilea, KRW Getsemane, KRW Betlehem, KRW Leces, KRW Gending, KRW Tongas, KRW Sukapura.Peserta ibadah Minggu di gereja akan diatur secara bergiliran setiap minggunya.AKetentuan/syarat warga jemaat yang dapat menghadiri ibadah minggu di gereja, sebagai berikut:Dalam kondisi sehatWajib menggunakan maskerCuci tangan dengan air mengalir saat tiba di gerejaJaga jarak dengan warga lainMenghindari kontak fisik, tidak saling bersalamanDuduk di tempat yang telah diatur (memperhatikan tanda x)Penggunaan hand sanitizerBagi warga lanjut usia ( diatas 60 tahun seyogyanya tidak mengikuti ibadah di gereja /tetap ibadah di rumah) terutama bagi warga yang mengidap penyakit diabetes, jantung, ginjal, TBC dan, tekanan darah tinggi.Tidak membawa anak-anak usia balita.Anak usia 0-14 Tahun tetap ibadah di rumah.ATatacara/prosedur saat datang mengikuti ibadah Minggu dapat dilihat di dalam video tutorial (Ibadah Remaja dan Ibadah Umum).ADihimbau kepada seluruh warga jemaat untuk dapat memaklumi dan mentaati ketentuan yang ada, mengingat bahwa pandemi covid 19 belum berakhir, sewaktu-waktu kebijakan yang berlaku saat ini akan dicabut jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan berdasarkan evaluasi dari Tim Gugus Tugas Pemerintah Kota Probolinggo.ADOA SYAFAAT DALAMA MINGGUA INI :Warga yang sedangsakit /dalamPemulihan :EfrataAAAAAAAAAA : Bp. Mujianto, Ibu SihWibadyo, Ibu Sudarti (Mertua Ibu Rista)SionAAAAAAAAAAAAA : Anak Oktavian, Bp. Anton SSiloamAAAAAAAAA : Bp. Dadak CharodaBetesdaAAAAAAA : Anak Rangga, Bp. HerbunismanGalileaAAAAAAAAA : Bp.Waras, Bp. Didik Hermana, Bp. Wajib S.GendingAAAAAA : Ibu Sih PanglipurBethaniAAAAAAA : Ibu Sedijadjeng, Bp. Herman P.GetsemaneA : Ibu Sri Lestari, Bp Imam SudjonoLecesAAAAAAAAAAA : Ibu FirmuktiNasaretAAAAAAA : Ibu Soponyono, Ibu Dini, IbuYohana Magdalena, Ibu Harti EndarwatiTongasAAAAAAAA : Bp. Budidoyo, Bp.AdiWardoyoPanitia-panitia : PHBG, Panitia Pembangunan.Badan Pelayanan (Diakonia, Tanggul Bencana Lingkungan, PEW )Anak-anak yang sedang menempuh pendidikan, di dalam dan di luar kota.Pemuda/pemudi yang sedang mencari pekerjaan dan pasangan hidup.Segera berakhirny awabah virus corona (covid-19).ASELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAHTETAP DISIPLIN DAN MEMATUHI PROTOKOL KESEHATANDIMANAPUN ANDA BERADA.APHMJ, 05 Juli 2020AALAMPIRAN:ARENCANA KEGIATAN BULAN KELUARGA TAHUN 2020GKJW JEMAAT PROBOLINGGOPEKAN ANAKDilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2020, di ibadah minggu anak dan remaja. Anak beribadah melalui Live Instagram, remaja ibadah di gereja.Ada simbolisasi kenaikan jenjang. Untuk yang naik ke jenjang remaja dapat langsung dilakukan di gereja, sedangkan untuk anak-anak yang naik ke jenjang pratama dan madya dilakukan secara virtual dengan menampilkan foto dan nama-nama anak tersebut.Pelayan Firman sesuai dengan jadwal yang sudah adaAPEKAN WANITADilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2020, pada jam ibadah minggu pagiPetugas ibadah melibatkan wanita-wanita non penatua dan diakenPelayan Firman mengikuti jadwal yang sudah adaAIBADAH PANCA WISMADilaksanakan pada hari rabu tanggal 8 Juli 2020 dan 22 Juli 2020, pukul 18.00 WIBKetua KRW yang menentuan pembagian kelompok berdasarkan wilayah yang terdekat, maksimal dalam satu kelompok terdiri dari 5 rumah dan satu kelompok maksimal 5 orangPelayan firman adalah dari anggota kelompok masing-masingTuntunan renungan bagi pelayan firman adalah menggunakan PAHPersembahan diserahkan ke ketua KRW oleh tuan rumahSetiap kelompok yang mengadakan peribadahan panca wisma ini diharapkan mengirimkan foto atau video singkat jalannya ibadah ke ketua KRWSelanjutnya ketua KRW mengirimkan 2 foto kepada panitia melalui pesan Whatsapp ke Sriyono 0823-3317-8731AIBADAH PENUTUPANDilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2020, pada ibadah pagi dan sore.Ditampilkan video singkat yang berisi kumpulan foto-foto kegiatan selama bulan keluargaDiumumkan penenang lomba dan pembagian hadiah untuk para pemenangPelayan ibadah mengikuti jadwal yang sudah adaAPEMAHAMAN ALKITAB (PA)PA dilaksanakan hari rabu, tanggal 15 Juli 2020 pukul 18.00 WIBMateri disampaikan melalui siaran radioNarasumber: Pdt. Patria Yusak, Host: KPTTema: Bijak BertindakDisedikan materi dalam bentuk cetak untuk warga yang tidak bisa mengakses siaran radio karena keterbatasan sarana. Ketua KRW yang akan membagikan.Sumber dana untuk memperbanyak materi bentuk cetak adalah dari KPT dengan nama proyek PTWGALOMBA- LOMBANADA KELUARGABentuk kegiatan adalah menyanyikan lagu KPJ bersama dengan seluruh anggota keluarga dalam satu rumahTujuan: Menumbuhkan kecintaan warga jemaat terhadap lagu-lagu kidung bahasa JawaSetiap KRW mengirim min. 1 dan maks. 2 video keluarga yang bernyanyi.Setiap keluarga dapat membuat iringan musik sendiri atau menggunakan iringan musik yang sudah disediakan oleh panitia dalam bentuk MP3. Panitia akan mengirimkan instrumen musik kepada masing-masing ketua KRWPilihan lagu yang dapat dinyanyikan adalahKPJ 216 :1 (diulang 2x) AuBrayat kang Tiangsulan Ing TresnaAyKPJ 316:1-2 AuPunika Brayat KulaAyVideo dikirimkan ke Sriyono 0823-3317-8731 melalui pesan WhatsappBatas akhir pengumpulan video tanggal 20 Juli 2020Pemenang lomba diambil juara 1, 2, dan 3Juri Lomba: Bu Cahyo, Bu Yanti, Bp. Kismoyo AdiSumber dana: PKT KPPW dengan nomer P.B3.07.20, nama proyek Pekan Kebangunan WanitaATIKTOK PROTOKOL KESEHATANBentuk kegiatan membuat gerakan / koreografi yang memperagakan protokol kesehatanTujuan: Meningatkan kesadaran anak, remaja tentang pentingnya melakukan dan mentaati protokol kesehatanJumlah peserta dalam video tiktok 1 Ae 5 orangPilihan gerakan atau koreografi:memperagakan cuci tangan 6 langkahmemperagakan pakai masker, faceshield, jaga jarak, etika batukVideo dikirimkan ke Ria 0895-3135-9358Batas terkahir pengumpulan video pada 20 Juli 2020Pemenang lomba diambil juara 1, 2, dan 3.Juri Lomba: Sdri. Ria, Sdri. Aas, Sdri. DesitaSumber dana: PKT KPAR dengan nomer proyek P.B1.05.20, dengan nama proyek Ibadah Padang

    1. 6 Jul 2020
    2. GKJW